Keren! Mahasiswa FKIP UMS Perluas Jangkauan KKN Dik hingga ke Filipina dan Arab Saudi

Keren! Mahasiswa FKIP UMS Perluas Jangkauan KKN Dik hingga ke Filipina dan Arab Saudi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan monitoring Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendidikan Tahun 2026 yang tersebar di berbagai wilayah nasional maupun internasional, termasuk Filipina, Arab Saudi, dan Malaysia.

Kegiatan monitoring ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pekan ketiga pelaksanaan KKN.

Monitoring dipimpin oleh Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., selaku Dekan FKIP UMS bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN yang berada di berbagai lokasi penugasan.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan monitoring ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung progres maupun kegiatan unggulan, serta dampak KKN yang telah dijalankan mahasiswa di lokasi masing-masing.

“Monitoring ini kami lakukan agar fakultas dapat mendengar langsung suara mahasiswa, baik yang berada di Arab Saudi, Filipina, Malaysia, maupun dalam negri. Hal ini penting untuk peninjauan dan perbaikan kebijakan layanan pendidikan,” ujar Dekan FKIP UMS, Jumat (6/2).

Salah satu laporan disampaikan oleh mahasiswa KKN yang ditempatkan di Filipina melaporkan pengalaman mengajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari junior high school, senior high school, hingga di Aklan Catholic College.

“Kami mendapat pengalaman mengajar yang sangat berharga, termasuk final demonstration teaching yang mengharuskan kami menyusun lesson plan, instructional materials, dan learning activity sheet,” ujar salah satu mahasiswa KKN yang ditugaskan di Filipina.

Namun demikian, mahasiswa KKN Filipina juga menyampaikan beberapa kendala, salah satunya terkait keterbatasan akses makanan halal. Meski demikian, mahasiswa tetap berupaya menjaga prinsip kehalalan dan menjalankan ibadah dengan baik selama berada di luar negeri.

Menanggapi laporan tersebut, Dekan FKIP UMS memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam menjalankan KKN internasional. Ia menekankan bahwa pengalaman lintas budaya, pendidikan, dan sosial yang diperoleh mahasiswa merupakan modal penting untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat di masa depan.

“Jaga kesehatan, jaga pikiran, jaga hati, dan jaga ibadah. KKN ini bukan sekadar program, tetapi pembelajaran hidup yang akan memberi makna besar bagi masa depan kalian,” pesannya.

Kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada Rabu (4/2) itu, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi dan penguatan pelaksanaan KKN FKIP UMS, sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa UMS dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan di tingkat nasional maupun internasional. (Zahra/Humas)

UMS Siapkan Inkubator Bisnis Berstandar Nasional Usai Pertemuan dengan Kemendag

UMS Siapkan Inkubator Bisnis Berstandar Nasional Usai Pertemuan dengan Kemendag

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tengah menjajaki inisiasi pengembangan inkubator bisnis bagi mahasiswa. Inkubator bisnis tersebut ditargetkan akan menghidupkan ekosistem wirausaha mahasiswa di UMS.

Dalam kunjungan ke Kementerian Perdagangan, Rabu (4/2) lalu, UMS menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pembinaan wirausaha dari kalangan mahasiswa melalui inkubator bisnis.

Wakil Rektor V Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional UMS Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan inkubator bisnis merupakan komitmen UMS dalam memfasilitasi mahasiswa yang akan memulai wirausaha.

“Visi besar kami tentu untuk membangkitkan jiwa berwirausaha mahasiswa UMS. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi job seeker tetapi juga job creator,” ujar Supriyono, Jumat (6/2).

Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M. menyebut inisiasi inkubator bisnis tersebut selaras dengan program pembinaan wirausaha yang dilakukan Kementerian Perdagangan.

Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M. (tengah) memaparkan kesiapan UMS dalam mengembangkan inkubator bisnis yang selaras dengan program Campuspreneur.

Diketahui Kementerian Perdagangan telah memiliki program serupa, bernama Campuspreneur, yang telah diimplementasikan di 18 kampus di Indonesia. “Nah, kemarin kami tawarkan seperti itu (inkubator bisnis). Ternyata di Kementerian Perdagangan juga ada program serupa,” ungkap Sidiq.

Dalam pertemuan selama satu jam itu, UMS memaparkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. UMS menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Campuspreneur melalui inkubator bisnis.

“Kami jelaskan ekosistem kewirausahaan di UMS dan alhamdulillah mereka juga tertarik untuk menggandeng UMS dalam program tersebut,” imbuh Sidiq.

Jika inisiasi ini berhasil, Kementerian Perdagangan akan menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di UMS. Fasilitas tersebut meliputi pelatihan bisnis, uji pasar, hingga pemasaran.

Selama ini, Sidiq menjelaskan, karya mahasiswa dalam program kreativitas mahasiswa hanya berhenti pada tahap prototip. Padahal karya tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai produk bisnis.

Inkubator bisnis UMS nantinya diharapkan dapat mengurasi karya mahasiswa yang layak dikomersialisasikan. Pelatihan yang akan dilakukan nantinya dapat meningkatkan nilai jual produk karya mahasiswa.

“Tentu nanti value-nya akan berbeda dengan produk yang sudah ada. Besar harapan kami mereka (mahasiswa) dapat mengisi ceruk-ceruk yang belum terpenuhi oleh produsen existing,” tandas Sidiq. (Gede/Humas)

Raker HW Qobilah Moh. Djazman UMS: Fokus Perkuat Kaderisasi dan Dampak Sosial Masyarakat

Raker HW Qobilah Moh. Djazman UMS: Fokus Perkuat Kaderisasi dan Dampak Sosial Masyarakat

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Hizbul Wathan (HW) Qobilah Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Kerja (Raker) Qobilah, sebagai forum strategis untuk merumuskan arah program dan penguatan peran organisasi di tingkat universitas. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Qobilah dan Kafilah HW UMS.

Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran qobilah, kafilah dan perwakilan Divisi dan Bina Karya Mandiri (BKM) Hizbul Wathan Qobilah Moh. Djazman UMS. Meskipun secara umum memiliki format yang serupa dengan rapat kerja pada umumnya, kegiatan ini memiliki kekhasan karena dilaksanakan pada tingkat qobilah universitas, sehingga fokus pembahasan diarahkan pada penguatan peran Hizbul Wathan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam forum tersebut, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., atau biasa dipanggil Ramanda Ihwan di HW, yang juga saat ini menjadi pemimpin Qobilah HW UMS, menekankan bahwa pengkaderan harus dipahami secara lebih komprehensif.

Menurutnya, pengkaderan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kualitas personal, tetapi juga harus mampu membentuk kapabilitas kader dalam menjawab tantangan organisasi dan sosial.

“Pengkaderan itu tidak hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga kapabilitas,” ujarnya, Jum’at, (6/2).

Ia juga menyampaikan harapan agar HW Qobilah UMS ke depan mampu menginisiasi kegiatan berskala lebih luas, termasuk penyelenggaraan jambore internasional Hizbul Wathan. Selain itu, ia menegaskan bahwa Hizbul Wathan harus hadir dengan dampak nyata, terutama melalui kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Muh. Azibsyah, selaku Ketua Kafilah HW UMS menilai pelaksanaan Rapat Kerja Qobilah HW UMS berjalan dengan sangat baik. Ia menyebut forum tersebut sebagai langkah awal yang strategis dalam membangun sinergi antara Qobilah dan Kafilah Hizbul Wathan UMS.

“Saya berharap, ke depan sinergi yang terjalin ini mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang tidak hanya berdampak bagi internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutur Azib.

Melalui rapat kerja ini, HW Qobilah Moh. Djazman UMS diharapkan mampu menghasilkan rumusan program kerja yang terarah, berkelanjutan, serta selaras dengan nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan dan semangat pengabdian Muhammadiyah. (Muham/Adi/Humas)

Dukung Infrastruktur Hijau, UMS dan Kementerian PU Kembangkan Aplikasi Simulasi Vegetasi Lanskap

Dukung Infrastruktur Hijau, UMS dan Kementerian PU Kembangkan Aplikasi Simulasi Vegetasi Lanskap

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menandatangani kerja sama pengembangan aplikasi simulasi vegetasi lanskap, Rabu (4/2), di kantor Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemen PU, Jakarta.

Wakil Rektor V Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional UMS Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D., mengatakan kerja sama tersebut bertujuan untuk menghasilkan aplikasi simulasi vegetasi lanskap.

“UMS akan membantu Kementerian PU, dalam hal ini Ditjen Cipta Karya, untuk mengembangkan aplikasi simulasi vegetasi tersebut. Untuk tahap pertama ini, akan dilakukan proses identifikasi tanaman yang cocok terlebih dahulu,” ujar Supriyono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/2).

Menurut rencana, aplikasi itu akan digunakan sebagai pangkalan data vegetasi yang dapat digunakan untuk penataan dan penghijauan lanskap perkotaan di Indonesia. Supriyono menuturkan aplikasi tersebut nantinya dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Database itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan penghijauan lingkungan sekitar dengan lebih tepat sesuai kondisi geografis masing-masing wilayah,” imbuh dia.

Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., menuturkan kerja sama tersebut akan melibatkan sejumlah program studi di UMS, yakni Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Teknik Arsitektur.

Keterlibatan prodi di UMS tersebut akan diwakili oleh pusat studi yang relevan dengan kajian seputar vegetasi lanskap. Sidiq membeberkan akan ada tiga pusat studi yang terlibat, yakni Pusat Studi Informatika Sosial, Pusat Studi Arsitektur Islam, dan Pusat Studi Logistik dan Optimasi Industri.

“Keterlibatan pusat studi dari lintas bidang itu diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian ini,” ujar Sidiq.

Sidiq menyebut penelitian vegetasi itu akan mendata spesifikasi jenis tanaman yang potensial untuk digunakan untuk penataan lanskap. “Jangan sampai masyarakat asal menanam tanaman yang nantinya akan bermasalah dan berujung mati. Itu kan nanti merugikan. Nah, database ini nanti sebagai referensi untuk mengurangi risiko ketidaksesuaian tadi,” jelas dia.

Usai penandatanganan kerja sama tersebut, tiga pusat studi UMS yang terlibat akan menggelar rapat koordinasi pada pertengahan Februari mendatang. Tujuannya untuk mematangkan linimasa penelitian dan target yang hendak dicapai.

“Harapannya nanti akan segera jalan penelitiannya dan jelas pembagian wilayah kerja dan tanggung jawabnya,” tandas Sidiq. (Gede/Humas)

Jadi Kampus Rujukan, UMS Terima Kunjungan dan Audiensi Beasiswa SMA PGRI 2 Kayen

Jadi Kampus Rujukan, UMS Terima Kunjungan dan Audiensi Beasiswa SMA PGRI 2 Kayen

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kembali menerima kunjungan siswa kelas XI, kali ini dari SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di Gedung Auditorium Mohammad Djazman UMS pada Kamis (5/2). Kunjungan ini disambut hangat oleh Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, M.Si, Ph.D.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, M.Si, Ph.D., memperkenalkan berbagai prestasi dan beasiswa yang ditawarkan UMS. Ia menjelaskan bahwa UMS membuka beasiswa untuk siswa-siswa yang berprestasi.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, M.Si, Ph.D.

“UMS membuka beasiswa untuk siswa-siswa yang berprestasi, bahkan kita akan full coverage 100% bagi mereka yang mempunyai prestasi internasional. Baru saja kita mendapat medali emas SIGIN, dari pendidikan jasmani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ihwan menuturkan UMS menempati ranking ketiga bersama dengan UGM dan ITB dalam Time Higher Education, World University Ranking. Ia juga menyebutkan bahwa UMS sudah berkolaborasi dengan banyak universitas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negri.

Drs. Purnomo yang mewakili Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kayen

Sementara itu, Drs. Purnomo yang mewakili Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kayen menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari UMS. Ia menjelaskan bahwa kunjungan kampus merupakan agenda rutin tahunan sekolah untuk pembuatan sebuah laporan karya tulis sebagai edukasi kepada siswa yang merupakan syarat utama mengikuti kenaikan kelas dan ujian di kelas XII.

Ia juga menyebutkan ada 12 bapak dan ibu guru SMA PGRI 2 Kayen alumni dari UMS. Dalam tiap tahunnya terdapat peningkatan jumlah siswa yang kuliah di UMS. Dan tahun ini ada 14 siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi UMS, salah satunya mengambil program studi hukum.

“Harapannya setelah kegiatan kunjungan ini para siswa mendapatkan bimbingan serta termotivasi, sehingga siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi akan semakin banyak. Karena di sekolah kami baru 30 persen siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Hajar Pamuji salah satu guru SMA PGRI 2 Kayen

Hal senada juga disampaikan oleh Hajar Pamuji salah satu guru di SMA PGRI 2 Kayen yang mengajar Mata Pelajaran Geografi menilai bahwa UMS merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang layak dijadikan rujukan.

“Progres angka lulusan siswa yang ingin kuliah meningkat setiap tahunnya, dan UMS menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang dituju. Ada banyak bapak dan ibu guru SMA PGRI lulusan dari UMS,” ujarnya. (Zahra/Humas)