Tingkatkan Kualitas Pendidik, Wamendikdasmen Dorong Reformasi Tata Kelola Guru dari UMS

Tingkatkan Kualitas Pendidik, Wamendikdasmen Dorong Reformasi Tata Kelola Guru dari UMS

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kuliah Umum dalam rangka Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun Akademik 2024–2025 bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., yang berlangsung di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS pada Sabtu, (31/1).

Dalam paparannya, Fajar menegaskan bahwa dunia pendidikan Indonesia saat ini masih dihadapkan pada persoalan ketimpangan yang membutuhkan keberpihakan kebijakan dari pemerintah.

“Pendidikan hari ini memerlukan kebijakan negara yang mampu mengatasi ketimpangan di dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan struktural, khususnya yang berkaitan dengan regulasi dan perundang-undangan di bidang pendidikan.

“Kami di kementerian pendidikan berusaha bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan struktural di Indonesia, terutama pada regulasi undang-undang bidang pendidikan,” kata Fajar.

Menurutnya, pembenahan regulasi tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer yang selama ini masih menghadapi ketidakpastian.

“Upaya ini kami lakukan untuk kemudian mennyejahterakan guru-guru kita, terutama guru honorer,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fajar menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan restrukturisasi tata kelola guru sebagai bagian dari agenda besar reformasi pendidikan nasional.

“Kami di pemerintahan Indonesia melakukan restrukturisasi tata kelola guru, dan kami ingin mengupayakan tata kelola guru yang lebih adil,” tuturnya.

Restrukturisasi tersebut, lanjut Fajar, diarahkan untuk mengatasi persoalan ketimpangan distribusi guru di berbagai daerah.

“Salah satu fokus utama kami adalah mengatasi ketimpangan distribusi guru,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyinggung hasil riset Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan bahwa program sertifikasi guru selama ini belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan.

“Hasil riset BI menunjukkan bahwa program sertifikasi guru belum sejalan dengan mutu dan kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sertifikasi tetap menjadi instrumen penting dalam peningkatan kualitas pendidik.

“Ke depan, semua guru, ASN, dan tenaga kependidikan harus ikut sertifikasi,” tegasnya.

Fajar menekankan bahwa harapan terbesar dari seluruh kebijakan pendidikan adalah terpenuhinya hak anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

“Di seluruh daerah negeri ini, semua anak menginginkan guru-guru terbaik demi mutu pendidikan bangsa,” katanya.

Ia juga berharap agar kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada peserta didik, tetapi juga pada kehidupan para guru.

“Harapannya, semua anak merasakan guru-guru terbaik dan para guru mendapatkan kesejahteraan bagi kehidupannya,” tambahnya.

Menutup kuliah umum, Fajar menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yudisium PPG.

“Saya ucapkan selamat bagi bapak ibu yang hari ini disertifikasi guru melalui PPG,” ucapnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada para guru untuk menjaga ruang pendidikan tetap aman bagi anak-anak.

“Pesan terakhir saya, mari selalu menjaga anak-anak kita dari kekerasan seksual, karena mereka adalah masa depan kita dan juga masa depan bangsa,” pungkasnya. (Adi/Humas)

Apresiasi Guru, UMS Berikan Insentif Diskon 50% Program Magister bagi Lulusan PPG

Apresiasi Guru, UMS Berikan Insentif Diskon 50% Program Magister bagi Lulusan PPG

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan memberikan diskon sebesar 50 persen biaya pendidikan program magister. Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan program diskon ini diperuntukkan bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025. Hal ini ia kemukakan dalam Yudisium PPG Calon Guru dan Tertentu di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (31/1).

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

“Karena para guru ini sudah memiliki talenta, komitmen, dan kesungguhan dalam menyelesaikan profesi guru, maka UMS memberikan apresiasi beasiswa 50 persen melalui skema RPL tertentu,” ujar Harun saat dijumpai di sela-sela acara.

Skema RPL atau rekognisi pembelajaran lampau adalah skema pendidikan yang mengakui capaian pembelajaran seseorang dari pendidikan sebelumnya. Skema RPL pada program magister di UMS akan mempersingkat masa studi S2 menjadi hanya satu tahun.

Tujuan pemberian beasiswa tersebut, kata Harun, untuk mendorong peningkatan kompetensi dan kemampuan para guru. “Supaya para guru nanti berdampak dan berkontribusi ketika menjalankan tugas sebagai guru profesional,” imbuh dia.

Adapun program studi jenjang magister yang ikut dalam program diskon 50 persen, antara lain Magister Administrasi Pendidikan, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Pendidikan Matematika.

Menurut rencana, beasiswa tersebut akan dibuka hari ini hingga pukul 2 siang. Dengan waktu yang terbatas, Rektor menekankan kepada para lulusan PPG untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

Harun juga menjelaskan UMS telah menyiapkan beasiswa senilai Rp44 miliar. Beasiswa tersebut akan terbagi ke dalam beberapa skema, antara lain Kartu Indonesia Pintar, skema UMS, maupun Lazismu.

Selain untuk guru, UMS juga siap memberikan beasiswa program magister untuk mahasiswa di luar jalur pendidikan keguruan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, UMS selalu memberikan beasiswa. Beasiswa ini juga diperuntukan bagi alumni maupun siapapun yang memiliki talenta khusus,” tambah Rektor.

Sejumlah lulusan PPG UMS tampak memadati meja pendaftaran program magister usai yudisium. Salah satunya adalah Preselia Adi yang mendaftar Magister Pendidikan Matematika melalui skema RPL.

Preselia mengaku ingin terus belajar dan menelurkan ilmunya kepada anak didiknya. Menurut perempuan yang lulus PPG matematika ini, program diskon 50 persen yang diberikan UMS sangat bermanfaat bagi para guru.

“Sangat menbantu bagi guru seperti saya yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harap guru asal Ambon ini. (Gede/Humas)

Persiapan Ramadan, Kajian Kemuslimahan Masjid Al Mukarromah Karanganyar Bahas Fikih Puasa

Persiapan Ramadan, Kajian Kemuslimahan Masjid Al Mukarromah Karanganyar Bahas Fikih Puasa

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR— Majelis taklim Masjid Al Mukarromah Karanganyar menggelar kajian persiapan ibadah Ramadan pada Sabtu sore (31/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dra. Kunti Bastona, Pleno PDA Karanganyar, yang menyampaikan materi seputar fikih puasa, keutamaan Ramadan, serta penguatan adab dan akhlak dalam beribadah.

Kajian diawali dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama, meliputi Surah Al-Fatihah, Al-Qari’ah, Al-‘Adiyat, dan Az-Zalzalah. Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme sebagai bentuk kesiapan jamaah menyambut bulan suci Ramadan yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari.

Dalam penyampaiannya, Kunti menegaskan bahwa puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ia merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 183 sebagai dasar perintah puasa yang bertujuan meningkatkan ketakwaan. “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan mendekatkan diri kepada Allah serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kunti menjelaskan rukun puasa yang terdiri atas niat dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia juga menguraikan syarat sah puasa, seperti beragama Islam, balig, berakal, dan sehat jasmani serta rohani. “Niat itu pekerjaan hati. Ketika seseorang sudah berniat sejak malam bahwa esok akan berpuasa, maka itu sudah sah,” jelasnya.

Selain itu, Kunti menyoroti pentingnya menyegerakan pelunasan utang puasa sebelum datang Ramadan. Ia mengingatkan bahwa utang puasa wajib segera ditunaikan dan tidak boleh ditunda hingga tahun berikutnya tanpa alasan syar’i. Ia juga menyampaikan konsekuensi hukum kifarat bagi pelanggaran berat puasa, seperti hubungan suami istri di siang hari Ramadan.

Pada bagian akhir kajian, jamaah diajak mempersiapkan diri secara spiritual dengan memperbanyak sedekah, tadarus Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan perbuatan. “Puasa adalah madrasah akhlak. Menahan diri dari dusta, menyakiti orang lain, dan perbuatan sia-sia merupakan bagian penting dari keberhasilan puasa,” kata Kunti.

Pengurus majelis taklim menyepakati bahwa kegiatan kajian tetap berlangsung selama bulan Ramadan dengan penyesuaian waktu. Diharapkan, pengajian rutin ini menjadi sarana thalabul ilmi sekaligus penguat ukhuwah dan spiritualitas jamaah selama Ramadan.

Kajian Akbar SMP Muhammadiyah 10 Matesih, Juliyatmono Tekankan Pentingnya Karakter dan Penguatan Pendidikan Islam

Kajian Akbar SMP Muhammadiyah 10 Matesih, Juliyatmono Tekankan Pentingnya Karakter dan Penguatan Pendidikan Islam

muhammadiyahkaranganyar.or.id, MATESIH – SMP Muhammadiyah 10 Matesih menggelar acara “Kajian Akbar” yang menghadirkan tokoh nasional sekaligus mantan Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H., sebagai pembicara utama. Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube MPI PDM Karanganyar pada Sabtu (21/1/2026) ini dihadiri oleh ratusan jamaah, wali murid, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam ceramahnya, Juliyatmono yang kini juga aktif di kancah nasional, menyampaikan pesan-pesan penting mengenai peran lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Juliyatmono menekankan bahwa institusi pendidikan seperti SMP Muhammadiyah 10 Matesih memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam membangun fondasi spiritual siswa.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses membentuk manusia yang memiliki kedaulatan moral. Muhammadiyah harus terus menjadi garda terdepan dalam menyatukan kecerdasan intelektual dengan keteguhan iman,” ujar Juliyatmono dalam tausiyahnya.

Beliau juga memuji peran aktif SMP Muhammadiyah 10 Matesih yang terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat di wilayah Matesih dan sekitarnya.

Selain membahas pendidikan, pria yang akrab disapa “Pak Juli” ini juga mengajak para jamaah dan kader Muhammadiyah untuk terus mempererat silaturahmi dan menjaga kesolidan dalam berorganisasi. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemandirian dan semangat gotong royong warganya dalam memajukan umat dan bangsa.

“Kajian-kajian seperti ini adalah energi bagi kita untuk terus bergerak. Jangan lelah untuk berbuat baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya di hadapan para jamaah yang antusias.

Pihak penyelenggara dari SMP Muhammadiyah 10 Matesih menyampaikan bahwa Kajian Akbar ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk membekali spiritualitas keluarga besar sekolah dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang memenuhi lokasi acara serta interaksi dalam kolom komentar siaran langsung.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah serta kemajuan pembangunan di wilayah Kabupaten Karanganyar secara umum.

UMS Cetak 10.855 Guru Profesional, Dukung Transformasi Pendidikan Indonesia

UMS Cetak 10.855 Guru Profesional, Dukung Transformasi Pendidikan Indonesia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Yudisium PPG Calon Guru dan Tertentu di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (31/1).

Dekan FKIP Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Pd. menjelaskan UMS meluluskan sebanyak 10.855 mahasiswa PPG. Jumlah tersebut terdiri atas 281 calon guru dan 10.574 calon guru tertentu. Jumlah tersebut membuat total lulusan PPG UMS sepanjang 2007-2025 mencapai lebih dari 130 ribu lulusan.

Dekan FKIP Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Pd.
Dekan FKIP Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Pd.

“Kami telah membantu pemerintah untuk menerbitkan lebih dari 130 ribu sertifikat profesi guru, sejak 2007 hingga 2025, dan tersebar di seluruh Nusantara,” jelas Anam.

FKIP UMS, kata Anam, terus mendukung pengembangan dan pembinaan alumni PPG UMS. Hal ini terwujud melalui pendirian Balai Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertujuan untuk memberikan pelatihan, workshop, dan kegiatan akademik lainnya.

Program beasiswa S2 juga menjadi salah satu dukungan untuk membina alumni PPG UMS. Anam berkata beasiswa tersebut rencananya akan menggunakan skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL). “Skema RPL memungkinkan masa studi lebih singkat menjadi hanya satu tahun,” imbuh dia.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya, mengajak lulusan PPG UMS untuk memanfaatkan potensi diri untuk kemaslahatan umat dan keselamatan peserta didik melalui pendidikan.

Harun mendorong para calon guru untuk terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama belajar guru di UMS. Harun juga meminta para calon guru untuk senantiasa mengamalkan hakikat pendidikan. Yaitu memartabatkan murid, memartabatkan kehidupan, dan transendensi.

“Sebaik-baik guru adalah yang memberikan manfaat bagi para pelajar melalui pendidikan,” tutur Harun dalam sambutannya.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengajak lulusan PPG UMS untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, tantangan yang dihadapi guru saat ini semakin berkembang.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq

“Anak-anak kita hari ini mungkin lebih cepat belajar dibanding guru-gurunya. Kalau guru-gurunya kalah langkah, maka muridnya merasa enggak mendapat apa-apa dari sekolah,” kata Fajar.

Seorang guru tidak terbatas pada operator kurikulum. Seorang guru harus menjadi inspirator, fasilitator, dan arsitek pembelajaran. Untuk mewujudkan hal tersebut, Fajar mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan kemampuan metodologi dan pedagogik deep learning bagi para guru.

Paradigma pembelajaran di dalam kelas harus digeser. Guru harus mendorong para murid untuk melatih nalar kritis dan aktif mengajukan pertanyaan. Hal ini akan menunjukkan kualitas berpikir seorang anak.

“Saya pikir inilah tantangan bagi bapak ibu guru semua, mengembangkan kompetensi agar lebih kontekstual dan menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,” tandas Fajar. (Gede/Humas)