Estafet Kepemimpinan AUM Gondangrejo: Aan Iskandar dan As’ad Romadhon Resmi Dilantik

Estafet Kepemimpinan AUM Gondangrejo: Aan Iskandar dan As’ad Romadhon Resmi Dilantik

muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen-PNF) Cabang Muhammadiyah Gondangrejo sukses menggelar prosesi khidmat pelantikan serta pelepasan Kepala Sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Acara yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo pada Senin (2/2/2026) ini menjadi momentum krusial bagi regenerasi kepemimpinan pendidikan di wilayah Karanganyar.

Prosesi diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Radika, siswa MTS Muhammadiyah Cekel, yang membawa suasana religius di tengah hadirin. Semangat nasionalisme pun membuncah saat lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema, disusul doa bersama yang dipimpin Suroto demi kelancaran amanah para pemimpin baru.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondangrejo, Edi Pupon, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para tokoh pendidikan dan pejabat daerah. Puncak acara ditandai dengan pelantikan Aan Iskandar sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Cekel Karangturi dan As’ad Romadhon sebagai Kepala MIM Gemolong.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Muhammad Arif. Saksi dalam prosesi ini melibatkan tokoh pendidikan Romdhoni serta perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar.

Camat Gondangrejo, Hendrawan Sritomo, yang hadir memberikan pesan mendalam bagi para pemimpin baru. Ia menekankan bahwa pemimpin pendidikan di lingkungan Muhammadiyah harus memegang teguh filosofi Jawa yang relevan dengan tantangan zaman.

“Menjadi pemimpin itu harus bisa ngayomi atau melindungi, ngayemi yang berarti memberikan rasa tenang, dan ngayani yang maknanya memberi kesejahteraan atau kemajuan,” tegas Hendrawan dalam pidatonya. Ia juga menyatakan bahwa sinergi antara sekolah dan pemerintah kecamatan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Arif dalam kajiannya mengingatkan bahwa tantangan pendidikan masa kini bukan sekadar mengejar nilai akademik secara formal. Ia menggarisbawahi pentingnya transformasi mental bagi generasi muda melalui penguatan karakter.

Arif menyatakan bahwa prioritas utama pendidikan Muhammadiyah saat ini adalah mengutamakan aspek akhlak, adab, dan tata krama. Menurutnya, kecerdasan intelektual tanpa landasan perilaku yang baik hanya akan melahirkan sumber daya manusia yang rapuh secara moral.

Acara ditutup dengan prosesi pelepasan purna tugas bagi Hendro Purnomo (Kepala MIM Gemolong) dan Sri Supadmi (Kepala TK Aisyiyah Ngabeyan). Keduanya menerima penghormatan atas dedikasi panjang mereka dalam memajukan pendidikan di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Cetak Kader Pemimpin, HW SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Tuntaskan Taruna Melati 1

Cetak Kader Pemimpin, HW SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Tuntaskan Taruna Melati 1

muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Qobilah Hizbul Wathan (HW) Ki Bagus Hadikusumo SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar sukses melaksanakan perkaderan Taruna Melati 1 (TM 1). Agenda yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (30/1–1/2/2026), ini diikuti oleh puluhan siswa dengan antusiasme tinggi di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang bertepatan dengan 11-13 Syakban 1447 H tersebut merupakan program wajib jenjang awal dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Fokus utamanya adalah membentuk karakter peserta didik agar menjadi kader yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta Pancasila.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan yang komprehensif. Mulai dari latihan fisik, keterampilan baris-berbaris (PBB), hingga pendalaman mengenai asas dan tujuan HW. Selain itu, aspek kepanduan lainnya juga diberikan untuk melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab siswa agar mampu menjadi teladan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar, Hardin, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan apresiasi mendalam atas kelancaran acara tersebut. Menurutnya, sekolah terus berkomitmen memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang di luar aspek akademik.

“Alhamdulillah, Taruna Melati 1 berjalan dengan baik dan penuh semangat. Kami berkomitmen terus membina siswa melalui Hizbul Wathan agar mereka tumbuh menjadi generasi muda yang unggul secara intelektual, tahfidz, bahasa, serta berkarakter Islami dan nasionalis,” ujar Hardin saat memberikan keterangan resmi.

Perkaderan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian integral dari upaya mewujudkan visi besar sekolah: “Unggul Bahasanya, Istimewa Tahfidznya, Luar Biasa Intelektualnya”. Bagi anggota HW, mengikuti TM 1 juga menjadi syarat mutlak untuk kenaikan tingkat sekaligus sarana mempererat ukhuwah atau rasa kebersamaan antarpeserta.

Hardin menambahkan bahwa melalui kegiatan kepanduan ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki keteguhan prinsip namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional yang diasah melalui kegiatan lapangan seperti ini.

Puncak acara ditutup dengan prosesi pelantikan para peserta sebagai Taruna Melati 1. Suasana khidmat menyelimuti akhir kegiatan saat doa bersama dipanjatkan. Harapan besar disematkan kepada para kader baru agar mereka mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh untuk berkhidmat bagi agama, bangsa, dan negara secara nyata.

Capaian Tertinggi se-Karanganyar, LazisMu PCM Jumantono Mantapkan Arah 2026 lewat RAKERCAB

Capaian Tertinggi se-Karanganyar, LazisMu PCM Jumantono Mantapkan Arah 2026 lewat RAKERCAB

muhammadiyakaranganyar.or.id, Jumantono — Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) PCM Jumantono menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) Tahun 2026 pada Ahad, 1 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini bertempat di Angkringan Pinarak, Ngelosari, Sambirejo, Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

RAKERCAB tersebut merupakan bentuk penjabaran atau breakdown dari Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) LAZISMU yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kabupaten. Melalui forum ini, kebijakan dan arah strategis hasil RAKERDA diturunkan secara lebih operasional agar dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat cabang dan ranting.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LAZISMU PDM Karanganyar, Akhmad Zaki Mustofa, beserta jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) LAZISMU PDM Karanganyar. Turut hadir Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono, Drs. Mustaqim, M.Pd.I., Kepala Kantor Layanan LAZISMU PCM Jumantono, Riyadi, S.E., beserta pengurus, Ketua PRM se-Jumantono, pengurus LAZISMU tingkat ranting, serta pengurus LAZISMU di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di wilayah Jumantono.

RAKERCAB mengusung tema “Penguatan Sinergi Cabang dan Ranting: Mewujudkan Pembangunan Peradaban dan Pemberdayaan”. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LAZISMU PDM Karanganyar, Akhmad Zaki Mustofa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan RAKERCAB yang diselenggarakan oleh LAZISMU PCM Jumantono.

“Pelaksanaan RAKERCAB seperti ini patut diapresiasi, karena hingga saat ini belum banyak Kantor Layanan LAZISMU di tingkat kecamatan yang melaksanakannya. Ini menjadi contoh sekaligus tantangan bagi LAZISMU PDM Karanganyar agar mendorong cabang-cabang lain untuk juga menyelenggarakan RAKERCAB,” tegas Akhmad Zaki Mustofa.

Ia menambahkan bahwa RAKERCAB memiliki peran strategis dalam memastikan kesinambungan kebijakan dari tingkat daerah hingga ranting, sehingga program-program LAZISMU dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh BPH LAZISMU PDM Karanganyar yang disampaikan oleh Muhammad Isnan, S.T. Materi tersebut membahas kebijakan kelembagaan, penguatan sistem penghimpunan, serta peluang program pemberdayaan yang dapat diakses oleh LAZISMU di tingkat ranting. Paparan ini menjadi dasar bagi ranting untuk mengembangkan program sesuai dengan potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Sesi sharing, diskusi, dan tanya jawab menjadi ruang strategis bagi peserta untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. Melalui sesi ini, LAZISMU ranting memperoleh peluang yang sangat terbuka untuk terlibat dalam program-program pemberdayaan yang telah dirancang oleh LAZISMU PDM Karanganyar.

Kepala Kantor Layanan LAZISMU PCM Jumantono, Riyadi, S.E., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya akan mulai merealisasikan program pemberdayaan jamaah melalui budidaya alpukat. “Program ini kami rancang sebagai upaya pemberdayaan ekonomi jamaah secara berkelanjutan. Harapannya, ketika alpukat mulai berbuah, pemilik dapat menunaikan infak, sedekah, bahkan zakat dari hasil pertanian tersebut,” ujar Riyadi.

Dari sisi kinerja, LAZISMU PCM Jumantono mencatatkan prestasi signifikan. Sepanjang tahun 2025, penghimpunan dana mencapai Rp550.533.734. Capaian ini menjadikan LAZISMU PCM Jumantono sebagai Kantor Layanan LAZISMU dengan penghimpunan dana tertinggi se-Kabupaten Karanganyar pada tahun 2025. Sementara itu, pada tahun 2026, LAZISMU PCM Jumantono mendapatkan target penghimpunan sebesar Rp605.587.108.

Melalui RAKERCAB ini, LAZISMU PCM Jumantono menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi cabang dan ranting, sekaligus mendorong pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan umat serta pembangunan peradaban.

Cegah Banjir, PRM dan PRA Ngasem Hijaukan Colomadu dengan 1.500 Bibit Pohon

Cegah Banjir, PRM dan PRA Ngasem Hijaukan Colomadu dengan 1.500 Bibit Pohon

muhammadiyakaranganyar.or.id, Upaya nyata pelestarian lingkungan kembali digaungkan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngasem melalui aksi sosial berkelanjutan. Pada Minggu (1/2/2026), Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, menjadi titik fokus gerakan menanam seribu pohon sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi bencana banjir di wilayah tersebut.

Mengusung tema “Bhakti Penghijauan Desa Ngasem”, acara ini berlangsung meriah dengan partisipasi aktif warga. Sebanyak 1.500 bibit tanaman dibagikan dan ditanam secara massal. Jenis bibit yang disiapkan cukup variatif, mulai dari tanaman hias hingga tanaman produktif seperti pucuk merah, tabebuya, pete, sirsak, glodog pecut, serta munggur.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Terlihat hadir dalam acara tersebut Camat Colomadu, perwakilan BPP Kecamatan Colomadu, Lurah Ngasem, Ketua PRM dan PRA Ngasem, tokoh masyarakat, hingga jajaran pendidik dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Ngasem serta Ketua PCM Colomadu.

Di lahan terbuka Desa Ngasem, ratusan warga bahu-membahu menanam bibit pohon pengikat tanah dan pelindung, seperti mahoni dan alim. Penanaman jenis pohon ini dipilih secara khusus karena kemampuannya dalam menyerap aliran air berlebih, sehingga diharapkan dapat memperkuat ekosistem lokal dan meminimalisir risiko banjir yang kerap mengintai saat musim penghujan.

Camat Colomadu memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang digerakkan oleh warga Ngasem. Ia menekankan bahwa langkah antisipasi terhadap kerusakan lahan harus dilakukan sejak dini meski dampak penggundulan hutan mungkin terjadi di wilayah lain.

“Kami sangat mengapresiasi upaya masyarakat Desa Ngasem dalam mengantisipasi penggundulan hutan. Dengan keyakinan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT, manusia harus terus berikhtiar,” ungkap Camat Colomadu dalam sambutannya. Ia juga berharap agar gerakan ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan berlanjut pada tahap perawatan jangka panjang dengan dukungan organisasi seperti Muhammadiyah.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 10 Surakarta di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, menyatakan dukungan penuhnya. Menurutnya, keberlanjutan adalah kunci dari keberhasilan penghijauan.

“Penting agar kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berkelanjutan melalui perawatan tanaman untuk memastikan manfaat bagi masyarakat luas. Ini menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda sebagai pionir pelestarian lingkungan,” jelas perwakilan Dinas Kehutanan tersebut.

Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor pendidikan, Desa Ngasem kini diproyeksikan menjadi model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Karanganyar.

Asah Jiwa Kepemimpinan, Santri Darul Arqom Karanganyar Unjuk Gigi dalam Pidato Akbar

Asah Jiwa Kepemimpinan, Santri Darul Arqom Karanganyar Unjuk Gigi dalam Pidato Akbar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pidato Akbar” pada Jumat (31/1/2026). Perhelatan yang diinisiasi oleh Organisasi Santri Darul Arqom (OSDA) ini menjadi panggung utama bagi para santri untuk menunjukkan bakat kepemimpinan dan kemahiran berbicara di depan publik (public speaking).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh 24 santri sebagai peserta utama. Bertempat di lingkungan pondok, acara ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter dan rasa percaya diri santri. Seluruh dewan guru turut hadir sebagai pembimbing sekaligus penilai guna memberikan masukan yang membangun bagi setiap peserta.

Tujuan utama Pidato Akbar adalah mengasah kemampuan kepemimpinan melalui praktik langsung. Para santri didorong untuk berani menyampaikan gagasan, pendapat, dan pesan-pesan moral di hadapan khalayak. Pimpinan Ponpes Darul Arqom, Zainal Arifin, menegaskan bahwa keterampilan retorika merupakan bekal krusial bagi santri di masa depan.

Zainal menjelaskan bahwa penampilan pidato yang berkualitas harus mampu menyentuh sisi emosional dan intelektual pendengarnya. “Penampilan pidato yang baik diharapkan dapat menginspirasi, memotivasi, dan memberikan dampak positif bagi peserta dan pendengar, sehingga mereka dapat memahami, menerima, dan mengimplementasikan pesan yang disampaikan,” ungkap Zainal dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Pondok, Andri, menambahkan bahwa fokus kegiatan ini mencakup aspek yang lebih luas dari sekadar teknis berbicara. Menurutnya, melalui Pidato Akbar, santri dilatih memikul tanggung jawab moral saat menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Andri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin muda yang memiliki wawasan luas namun tetap berpegang teguh pada akhlakul karimah. Ia menekankan pentingnya keberanian dan kepercayaan diri sebagai fondasi utama seorang pemimpin.

Panitia OSDA selaku penyelenggara memastikan bahwa acara telah dipersiapkan dengan detail, mulai dari pembinaan materi hingga teknik penyampaian di atas panggung. Hal ini terbukti dari beragamnya tema yang diangkat peserta, mulai dari nilai-nilai keislaman, urgensi kepemimpinan, hingga motivasi pengembangan diri.

Antusiasme penonton pun terlihat stabil hingga akhir acara. Dengan suksesnya agenda ini, Ponpes Darul Arqom Karanganyar kembali mempertegas komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya mumpuni dalam ilmu agama (tafaqquh fidu din), tetapi juga cakap dalam berkomunikasi dan siap terjun sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.