Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KEBAKKRAMAT– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat terus menunjukkan komitmennya dalam mengadopsi teknologi digital demi efisiensi organisasi. Hal ini dibuktikan melalui gelaran Sosialisasi dan Bimtek Aplikasi Presensi Karyawan bagi pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Amal Usaha Aisyiyah (AUA) yang berdomisili di Kebakkramat namun bertugas di luar wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat di Aula MIM Karanganyar pada Rabu (4/2/2026) ini dihadiri oleh jajaran pimpinan mulai dari Ketua PCM Kebakkramat, Ketua MPK SDI, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF, hingga Sekretaris MPKU.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar urusan teknis administratif, melainkan momentum penting untuk mempererat ukhuwah.

“Ini adalah ajang silaturahim agar kita saling mengenal antar-kader yang bertugas di berbagai wilayah. Selain sosialisasi aplikasi presensi untuk Pengajian Ahad Pagi, kami juga menginformasikan progres renovasi gedung dakwah sebagai pusat gerakan kita bersama,” ujar Paryono.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MPK SDI, Zainudin Affandi, menegaskan bahwa adaptasi teknologi adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya, pemanfaatan aplikasi presensi yang terus dikembangkan merupakan manifestasi nyata dari nilai Islam Berkemajuan.
Dukungan juga datang dari Ketua Majelis Dikdasmen & PNF, Joko Purwanto. Ia memberikan apresiasi tinggi atas langkah PCM Kebakkramat dalam mengimplementasikan teknologi digital. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan AUM di bidang pendidikan agar selalu relevan dengan tantangan zaman.
Memasuki sesi inti, Sukirman, tim pengembang aplikasi sekaligus Dosen Pendidikan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), membedah fitur-fitur terbaru dalam Aplikasi Presensi Versi 3.0.
Pembaruan ini mencakup:
Antarmuka yang lebih user-friendly: Memudahkan guru dan karyawan dalam melakukan presensi.
Sistem Monitoring yang Akurat: Memastikan data kehadiran terintegrasi dengan baik.
Optimalisasi Penggunaan: Panduan praktis bagi peserta agar aplikasi dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan persyarikatan.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan disiplin dan loyalitas kader serta pegawai AUM/AUA, sekaligus menjadi barometer bagi cabang-cabang lain dalam pengelolaan administrasi berbasis digital.
Kontributor :
Agus S
085221302389
Khutbah
Materi Khutbah Jum’at Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar
Edisi 058/MTDK PDM Karanganyar/2026
Jum’at, 6 Februari 2026 M/ 18 Sya’ban 1447 H
Judul: Sombong karena Ilmu dan Jabatan
Oleh : Ust. Suratno Abu Musaddad
Donasi Dakwah
Bank Muamalat:
530 0006 941
a.n. LAZISMU Karanganyar
Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KERJO — Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keimanan dan keilmuan kader kadernya dengan rutin mengadakan kajian KALAMKA (kajian malam Kamis). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu malam, 4 Februari 2026, mulai jam 20.00-21.00, bertempat di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Kerjo.
Kajian rutin ini diikuti oleh lebih dari 25 peserta yang terdiri atas para pimpinan di PCM, Majelis/Lembaga/Ortom dan jamaah simpatisan. Sejak awal hingga akhir acara, suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap hidup. Antusiasme jamaah terlihat dari keseriusan menyimak materi serta munculnya sejumlah pertanyaan yang memantik diskusi dan memperkaya pemahaman bersama.
Dalam kajian tersebut, menghadirkan Ust. H.Muh. Arief Babhier, S.Ag.M.Ag, sebagai pemateri. Ia menyampaikan kajian Tafsir Al Quran S. Al Baqarah 90-93 membahas tentang bani Israel yg tidak menerima utusan Allah Muhammad SAW, kemudian menyeru supaya beriman kepada Allah SWT atas umat Yahudi. Materi secara sistematis dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh seluruh jamaah.
Ust. Muh.Arief menegaskan bahkan Yahudi dengan Taurat nya sendiri saja dirubah sesuai kehendak sendiri, artinya yahudi menolak beriman kepada Allah SWT. Tafsir ini menjelaskan sebagai pembelajaran kita bahwa iman itu sangat penting dan harus dipelihara dg baik serta selalu bersyukur atas kenikmatan iman yg melekat pada kita sampai saat ini.
Secara tidak langsung, pemateri juga menekankan pentingnya konsistensi dalam melakukan amalan-amalan sederhana namun berkelanjutan untuk menjaga keimanan. Hal ini sejalan dengan semangat pimpinan Muhammadiyah di lingkungan masing-masing.
Kajian ini dilaksanakan sepekan sekali setiap malam Kamis dg pemateri dari PDM Karanganyar, sekalian ust. Muh. Arief ada Ust. Muh. Taqwim, Ust. Ismail Soleh, ust. Hardin dan lainnya.
Agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi program, merancang kegiatan ke depan, serta memperkuat sinergi antar anggota.
Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar — Pada Senin, 2 Februari 2026, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu menggelar audiensi strategis dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., di kampus UMS Surakarta. Pertemuan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi institusional sekaligus menampung berbagai usulan pengembangan amal usaha dan penguatan kaderisasi dari jajaran ortom, amal usaha Muhammadiyah (AUM), serta pimpinan cabang di wilayah Colomadu.
Dalam sambutannya, Rektor UMS mengajukan gagasan kolaboratif berupa pendirian Apotik 1 di wilayah Cabang Colomadu sebagai bagian dari jaringan layanan kesehatan Muhammadiyah yang terintegrasi. Gagasan ini langsung ditanggapi oleh Ketua PCM Colomadu, Seno Arianto, S.E., yang menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan pengadaan lahan di Baturan melalui skema jual beli. Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih efisien dan transparan dibandingkan wakaf, serta memberikan keleluasaan pengelolaan yang lebih fleksibel. Seno juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan CV LUBER PCM sebagai mitra pengadaan barang dan jasa dari AUM-AUM lainnya guna memperkuat ekosistem ekonomi persyarikatan.

Di bidang kaderisasi, PCM Colomadu menyampaikan kebutuhan mendesak akan pendampingan intensif dari UMS untuk menarik minat generasi muda. Usulan ini mencakup penguatan produksi kader melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dengan pendekatan yang lebih inovatif dan relevan. Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Colomadu, Dedy, menambahkan tiga usulan strategis, yaitu: pertama, dukungan pendampingan dan fasilitasi UMS dalam setiap kegiatan pengkaderan; kedua, penyatuan warna seragam Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) sebagai simbol identitas yang kuat; serta ketiga, pemberian beasiswa sebesar 50 persen bagi kader potensial yang melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).
Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu, Ani Mumtazmahal, memaparkan rencana pengembangan layanan kesehatan berbasis nilai Islam melalui pendirian klinik di wilayah Colomadu. Selain itu, PCA juga berkomitmen mengembangkan kompleks wakaf produktif terintegrasi yang mencakup mini market, masjid, serta fasilitas pendukung lainnya untuk memperkuat basis dakwah dan perekonomian umat.
Sementara itu, perwakilan AUM Cabang Colomadu menyampaikan dua usulan prioritas dalam bidang pendidikan. Pertama, penyelenggaraan Sekolah Kader khusus bagi guru-guru TK Aisyiyah untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan pemahaman ke-Muhammadiyah-an. Kedua, rencana pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dasmen) dengan target awal dua rombongan belajar. Namun, pengembangan ini masih menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur, khususnya ruang kelas dan laboratorium yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
Audiensi yang berlangsung penuh keakraban dan semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi sinergi konkret antara PCM Colomadu dan UMS dalam memperkuat gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti usulan-usulan strategis tersebut melalui rapat teknis guna menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berkelanjutan demi kemajuan persyarikatan di wilayah Colomadu dan sekitarnya.
Kontributor : Yonanda Sukma Wardana, S.Sos., M.Si.
Berita
muhammadiyakaranganyar.or.id, Tim futsal SD Muhammadiyah Program Unggulan (MPU) Botok sukses menunjukkan tajinya dalam ajang bergengsi Futsal Mojo Competition 2026. Dalam partai puncak yang berlangsung pada Ahad (2/2/2026), sekolah tersebut berhasil mengamankan gelar Juara 2 kategori SD Putra setelah melalui perjuangan sengit di GOR Diponegoro, Sragen.
Turnamen yang diselenggarakan oleh Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Sragen bekerja sama dengan ACK Futsal ini menjadi panggung bagi talenta-talenta muda. Berlangsung sejak 29 Januari hingga 1 Februari 2026 untuk babak penyisihan, kompetisi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Sragen dan wilayah sekitarnya.
Sistem pertandingan knockout atau gugur yang diterapkan membuat atmosfer pertandingan terasa sangat kompetitif. Setiap sekolah dituntut tampil maksimal sejak menit pertama. Keberhasilan SD MPU Botok menembus babak final menjadi bukti kualitas pembinaan olahraga yang berjalan efektif di lingkungan sekolah tersebut.

Pelatih tim futsal SD MPU Botok, Imron Wahyu Saputro menyatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari disiplin dan kerja keras para siswa selama latihan. Ia melihat potensi besar pada anak asuhnya untuk melangkah lebih jauh di masa depan.
“Kami sangat bangga dengan semangat juang anak-anak di lapangan. Meskipun harus puas di posisi kedua, ini adalah modal berharga bagi mereka untuk mengasah mental juara menuju level nasional,” ujar Imron saat ditemui usai penyerahan trofi.
Lebih lanjut, Imron menjelaskan bahwa fokus utama sekolah bukan sekadar meraih piala, melainkan membangun fondasi atlet yang profesional sejak dini. Menurutnya, turnamen seperti Futsal Mojo Competition adalah wadah yang tepat untuk memantau bibit-bibit calon pemain Timnas Futsal Indonesia di masa depan.
Turnamen ini tidak hanya memperebutkan gelar juara antar instansi pendidikan, tetapi juga memberikan apresiasi bagi individu yang menonjol. Panitia menyediakan penghargaan khusus bagi Top Scorer, Best Player, hingga Best Supporter. Total hadiah yang diperebutkan pun cukup fantastis, yakni mencapai 15 juta rupiah.
Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi siswa lain di SD MPU Botok untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Dengan dukungan fasilitas dan manajemen talenta yang baik, sekolah ini optimis dapat terus mencetak generasi emas di dunia olahraga.