Bekali Warga dengan Fiqih Ramadan, PDA Karanganyar Gelar Kajian Tarjih Jelang Bulan Suci

Bekali Warga dengan Fiqih Ramadan, PDA Karanganyar Gelar Kajian Tarjih Jelang Bulan Suci

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan bergerak cepat membekali warganya dengan pemahaman agama yang mendalam. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Kajian Tarjih bertema “Fiqih Ramadan” yang digelar secara khidmat di Panti Putri Aisyiyah Karanganyar, Jumat (30/1/2026).

Kajian tersebut menghadirkan pakar ketarjihan, Samsuri, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Samsuri membedah tuntas berbagai aspek hukum puasa secara komprehensif. Materi yang disampaikan meliputi penentuan waktu dimulainya ibadah puasa, kriteria individu yang terkena kewajiban syariat, hingga hal-hal teknis yang berpotensi membatalkan puasa. Tak hanya itu, pembahasan juga menyentuh aspek rukhsoh atau keringanan dalam ibadah serta tata cara pembayaran fidyah bagi kelompok tertentu yang memenuhi syarat.

Agenda ini diikuti oleh puluhan peserta yang merepresentasikan kekuatan organisasi Aisyiyah di Karanganyar. Tercatat, anggota Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Karanganyar hadir berdampingan dengan perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), serta jajaran Korps Muballighat. Selain itu, komunitas Aisyiyah dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Karanganyar juga turut menyemarakkan kajian tersebut.

Koordinator PDA yang membidangi Majelis Tabligh Karanganyar, Lailatul Hasanah, menegaskan pentingnya penguasaan ilmu fiqih agar warga Aisyiyah tidak terjebak dalam keraguan saat menjalankan ibadah. Ia menilai bahwa literasi agama yang kuat adalah modal utama bagi perempuan berkemajuan dalam membina keluarga dan masyarakat.

“Kami sangat berharap warga Aisyiyah dapat menerapkan ilmu yang didapat dari kajian ini di lingkungan masing-masing. Tujuannya agar mereka bisa lebih bijaksana dan memiliki landasan yang mantap saat menghadapi dinamika persoalan fiqih Ramadan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Lailatul di sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Ummie Masrurah, mengungkapkan ambisinya untuk memeratakan pemahaman tarjih hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, edukasi keagamaan yang valid dan sesuai tuntunan organisasi harus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan anggota tanpa terkecuali.

Ummie menambahkan bahwa kajian semacam ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat daerah atau kabupaten saja. “Kajian tarjih ini diharapkan bisa diperluas jangkauannya hingga menyentuh ranting dan cabang di seluruh Kabupaten Karanganyar. Dengan begitu, keseragaman pemahaman ibadah sesuai tuntunan tarjih dapat terwujud secara masif,” tegas Ummie.

Melalui kegiatan ini, PDA Karanganyar berupaya memastikan bahwa setiap warga Aisyiyah siap menyambut Ramadan dengan kualitas ibadah yang lebih baik, terarah, dan sesuai dengan tuntunan syariat yang sahih. Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memperlihatkan tingginya antusiasme peserta dalam mendalami materi.

Bawa Resep “4K” ke Karanganyar, Anies Baswedan Ajak Pendidik Muhammadiyah Taklukkan Era Disrupsi

Bawa Resep “4K” ke Karanganyar, Anies Baswedan Ajak Pendidik Muhammadiyah Taklukkan Era Disrupsi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Aura semangat pembaruan menyelimuti Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar saat tokoh nasional sekaligus akademisi, Anies Rasyid Baswedan, hadir di tengah-tengah ratusan kader persyarikatan, Jumat (30/1/2026). Kehadiran Anies menjadi magnet luar biasa bagi keluarga besar Muhammadiyah di “Bumi Intanpari” yang ingin mendalami strategi pendidikan di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Agenda silaturahmi yang dimulai pukul 16.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran struktural Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ‘Aisyiyah (PDA) Karanganyar, perwakilan Majelis, Lembaga, hingga Organisasi Otonom (Ortom). Tampak pula delegasi Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Jenawi beserta jajaran pimpinan cabang dan ranting lainnya yang memadati aula utama untuk menyerap ilmu dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sektor pendidikan tinggi pun turut menunjukkan eksistensinya. Rektor dan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) hadir memboyong barisan mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya diskusi. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan posisi strategis Muhammadiyah sebagai institusi yang konsisten berfokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul.

Dalam orasi ilmiahnya, Anies menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yakni era disrupsi yang bergerak sangat cepat. Ia berpendapat bahwa peran guru telah bergeser secara fundamental. Pendidik masa kini tidak lagi boleh sekadar menjadi penyampai materi atau melakukan transfer ilmu secara tekstual, melainkan harus bertransformasi menjadi fasilitator yang menguasai nilai-nilai berkemajuan.

“Menjadi pendidik di era sekarang menuntut kita untuk menguasai empat pilar utama, yaitu kreatif, kolaboratif, kritis, dan komunikatif. Tanpa kombinasi ini, transformasi pendidikan akan sulit dicapai,” tegas Anies di hadapan peserta yang menyimak dengan saksama.

Anies membedah lebih dalam bahwa pilar “kreatif” menuntut guru menemukan metode mengajar yang segar agar siswa tetap terinspirasi. Sementara itu, pilar “kolaboratif” penting untuk membangun sinergi lintas elemen pendidikan. Ia juga menambahkan bahwa pola pikir “kritis” adalah perisai bagi pendidik agar tidak mudah terombang-ambing informasi menyesatkan di dunia digital, serta kemampuan “komunikatif” sebagai jembatan agar pesan dakwah dan edukasi lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Secara implisit, Anies menyampaikan pesan bahwa Muhammadiyah harus tetap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi tangguh. Ia meyakini bahwa organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini memiliki fondasi karakter yang kuat untuk mengimplementasikan konsep 4K tersebut dalam setiap jenjang pendidikannya.

Sesi tanya jawab yang dinamis menutup pertemuan menjelang petang. Kehadiran seluruh elemen persyarikatan, termasuk kader dari PCA Jenawi, diharapkan mampu membawa semangat baru ke tingkat akar rumput untuk memajukan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.(PCA Jenawi)

PCM Jaten Perkuat Kualitas Kepemimpinan dan Sinergi Ratusan Guru Muhammadiyah

PCM Jaten Perkuat Kualitas Kepemimpinan dan Sinergi Ratusan Guru Muhammadiyah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Memperkuat fondasi kepemimpinan dan soliditas antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jaten menggelar pembinaan akbar bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Agenda yang melibatkan Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar ini berlangsung khidmat di Masjid Al Furqan sekaligus Kantor PCM Jaten, Jumat (30/1/2026).

Sebanyak 140 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, hingga karyawan AUM se-Kecamatan Jaten memadati lokasi acara sejak usai salat Jumat. Selain menjadi ajang penguatan ideologi dan manajerial, pertemuan ini juga menjadi momentum sosial melalui pentasyarufan bantuan bagi para guru yang disalurkan melalui Lazismu PDM Karanganyar.

Ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memompa kembali semangat profesionalisme di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Pihaknya berharap, melalui pembinaan rutin, kualitas kepemimpinan para guru dan karyawan dapat meningkat secara signifikan demi kemajuan sekolah.

Rangkaian acara diawali dengan kultum inspiratif dari Pamuji Raharjo. Dalam paparannya, Pamuji menggarisbawahi bahwa mental kepemimpinan bukan hanya milik kepala sekolah, melainkan harus tertanam dalam diri setiap pendidik. Ia menyebutkan bahwa seorang pemimpin pendidikan masa kini harus lihai membangun relasi, adaptif untuk terus belajar, serta memiliki visi yang tajam ke depan.

“Pemimpin juga harus berani mengambil keputusan dan mampu membangun teamwork yang solid. Tanpa kerja sama tim, visi besar sekolah akan sulit terwujud,” ungkap Pamuji saat memberikan tausiyah di hadapan ratusan peserta.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar, Joko Purwanto, mengingatkan para peserta mengenai realitas perjuangan di dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan sebuah lembaga. Menurut Joko, keberhasilan sekolah sangat bergantung pada sejauh mana para guru mampu berkolaborasi dan melakukan refleksi berkelanjutan terhadap mutu pengajaran.

“Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Guru harus mampu berkolaborasi, saling mendukung, dan melakukan refleksi secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tutur Joko dalam sambutannya.

Memasuki sesi inti, Drs. Romdhoni atau yang akrab disapa Gus Doni, memberikan suntikan semangat melalui pesan yang lugas. Ia menekankan agar sekolah-sekolah Muhammadiyah dikelola dengan kesungguhan hati, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Gus Doni ingin seluruh jenjang pendidikan di Jaten saling terkoneksi dan menguatkan satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Sekolah itu harus urip tenan (hidup sungguhan), bukan urip-uripan (sekadar hidup). AUM di Jaten, dari berbagai jenjang, harus memiliki koneksi dan saling menguatkan,” tegas Romdhoni dengan penuh semangat.

Gus Doni juga mengingatkan bahwa kedisiplinan guru adalah cermin nilai Muhammadiyah di mata publik. Perilaku pendidik di lingkungan masyarakat akan memengaruhi tingkat kepercayaan orang tua terhadap lembaga. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga marwah persyarikatan melalui dedikasi tinggi di ruang-ruang kelas.

Akselerasi Dakwah Berbasis AI, Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 Perkuat Perlindungan Relawan

Akselerasi Dakwah Berbasis AI, Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 Perkuat Perlindungan Relawan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SEMARANG – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menggebrak dengan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LDK Muhammadiyah 2026. Bertempat di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Kamis (29/1/2026), agenda besar ini dirancang untuk merumuskan strategi dakwah masa depan yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sekaligus memperkuat jaminan perlindungan bagi para relawan di lapangan.

Suasana Aula Gedung GKB 2 tampak penuh sesak oleh sekitar 300 aktivis dakwah dari berbagai penjuru tanah air. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk mempercepat transformasi digital hingga ke tingkat akar rumput, memastikan pesan-pesan Islam berkemajuan tetap relevan di era disrupsi.

Dalam sesi pemaparan mengenai adaptasi teknologi, Manager PT Hanna Group, Sandi, memberikan perspektif tajam mengenai tantangan zaman. Ia mendorong agar institusi pendidikan dan organisasi dakwah tidak ragu mengadopsi teknologi terbaru agar tidak tergilas oleh perubahan. Menurutnya, pemanfaatan AI dalam dunia dakwah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

“Harapan kami di tahun ini, terutama di Muhammadiyah, kita bisa transformasi digital dari sisi pengajaran, dakwah, hingga edukasi,” tegas Sandi di sela-sela pembukaan acara. Ia menambahkan bahwa penggunaan Dakwah Digital AI akan menjadi solusi bagi para dai untuk menyebarkan syiar secara lebih luas, presisi, dan masif kepada masyarakat milenial maupun generasi Z.

Selain fokus pada teknologi, Rakornas kali ini juga menunjukkan sisi kemanusiaan yang kuat melalui sesi penyerahan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan. Langkah ini merupakan bukti nyata bahwa organisasi sangat menghargai keselamatan dan kesejahteraan para pejuang dakwah yang sering kali bertaruh nyawa di medan yang sulit.

Staf BPJS Ketenagakerjaan, Ridwan, menjelaskan secara mendetail mengenai mekanisme perlindungan tersebut. Ia memastikan bahwa setiap penggerak komunitas Muhammadiyah kini bisa bernapas lebih lega karena telah mendapatkan proteksi penuh dari berbagai risiko kerja saat bertugas.

“Pemberian santunan ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk melindungi para relawan,” ujar Ridwan. Ia menyatakan harapannya agar para dai merasa lebih aman dan fokus saat menjalankan amanah mulia mereka di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi dan empati, panitia menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga almarhum Agus Pramono dan Nur Utami dari PCM Mijen. Tidak hanya itu, lima personel Kokam juga menerima penghargaan serta jaminan perlindungan atas dedikasi luar biasa mereka dalam menjaga marwah organisasi dan melayani umat.

Rangkaian pembukaan Rakornas ditutup dengan penampilan memukau Tari Denok Semarangan oleh mahasiswi UNIMUS. Pertunjukan budaya ini seolah menegaskan pesan bahwa meski Muhammadiyah bergerak cepat menuju teknologi AI, organisasi ini tetap berpijak kuat pada kekayaan budaya lokal. Rakornas LDK Muhammadiyah 2026 pun resmi dimulai dengan semangat sinergi antara kecanggihan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.(pwm)