Cara Mudah Tembus Paten: UMS Beri Pendampingan Khusus bagi Dosen PTMA se-Indonesia

Cara Mudah Tembus Paten: UMS Beri Pendampingan Khusus bagi Dosen PTMA se-Indonesia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Asosiasi Sentral Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASKI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta konsorsium LPPM PTMA menyelenggarakan kegiatan Workshop Pelatihan Deskripsi Permohonan Paten Kamis, (29/1).

Kegiatan Workshop ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia secara daring, ada sekitar 200 peserta dari PTMA lain. Sedangkan peserta dari UMS sendiri ada sekitar 74 pendaftar.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen dan peneliti mengenai paten, terutama dalam penulisan deskripsi paten sebagai bagian dari persiapan pengajuan PDPP yang akan ditutup pada 13 Februari besok.

Prof. Dr. Ambarwati, M.Si, S.Pd., Pemateri dalam Workshop Penulisan Deskripsi Permohonan Paten
Prof. Dr. Ambarwati, M.Si, S.Pd., Pemateri dalam Workshop Penulisan Deskripsi Permohonan Paten

Prof. Dr. Ambarwati, M.Si., menjelaskan kegiatan workshop ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pagi yakni materi workshop mengenai Penulisan Draft Paten.

“Sesi pagi memang difokuskan workshop, untuk meningkatkan pemahaman tentang paten, terutama penulisan dan cara menulis draft paten,” ujarnya saat diwawancarai Jumat, (30/1).

Sementara itu, sesi siang dilanjut dengan menulis bersama yang bersifat pendampingan. Dalam sesi ini peserta mendapat pendampingan dalam menyusun draft paten.

“Kalau ada yang kesulitan dalam mencari paten pembanding atau menulis klaim, nanti kita akan dampingi langsung. Dan harapannya setelah workshop ini, dapat meningkatkan pemahaman peserta dan draft deskripsi paten sudah mencapai 25 sampai 50 persen,” jelasnya.

Selain workshop dan pendampingan, terdapat kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan pada 9 Februari besok. Pada tahap ini peserta diharapkan dapat menyelesaikan 80 persen penulisan draft deskripsi paten.

Melalui workshop kegiatan ini, UMS berharap peserta dapat menyelesaikan draft deskripsi paten secara optimal dan siap disubmit sebelum batas akhir PDPP pada 13 Februari, sekaligus mendorong peningkatan jumlah dan kualitas paten di lingkungan PTMA. (Sarah/Humas)

Ucapan Selamat 100 Tahun NU dari Muhammadiyah: Perkuat Kolaborasi Menuju Peradaban Mulia

Ucapan Selamat 100 Tahun NU dari Muhammadiyah: Perkuat Kolaborasi Menuju Peradaban Mulia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, YOGYAKARTA – Momentum bersejarah satu abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi simbol kekuatan persatuan dua pilar Islam terbesar di Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan doa mendalam atas genapnya usia 100 tahun organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari tersebut.

Haedar menegaskan bahwa kolaborasi antara Muhammadiyah dan NU adalah kunci utama dalam mendorong kemajuan bangsa serta membangun peradaban dunia yang lebih beradab. Dengan semangat persaudaraan yang tinggi, ia mengapresiasi kontribusi NU selama seabad terakhir bagi tanah air.

“Atas nama keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah, saya menyampaikan tahniah. Selamat atas 100 tahun usia Nahdlatul Ulama,” ujar Haedar pada Sabtu (31/1).

Dalam pesannya, Haedar menaruh harapan besar agar NU terus konsisten dalam memperkuat ukhuwah islamiah atau persaudaraan sesama muslim. Ia juga menekankan pentingnya memegang teguh prinsip moderasi dalam beragama (wasatiah) sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman.

Haedar menyampaikan doa agar Nahdlatul Ulama terus menjadi pergerakan Islam yang merekat erat persatuan kaum muslimin. Menurutnya, nilai-nilai Islam yang moderat sangat diperlukan untuk kepentingan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta secara luas.

Terkait tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, Haedar meyakini bahwa NU akan tetap menjadi pilar strategis dalam menjaga perjalanan bangsa. Ia menyebut NU memiliki peran vital dalam mengawal cita-cita nasional demi mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, baik di tingkat domestik maupun kancah global.

“Kami yakin Nahdlatul Ulama akan semakin bergerak maju untuk terus mengawal Indonesia dengan spirit kemerdekaan menuju pada cita-cita nasional,” ungkap Haedar. Ia menambahkan bahwa visi NU sejalan dengan misi menyebarkan kebaikan bagi seluruh alam atau rahmatan lil-alamin.

Lebih lanjut, Haedar menekankan bahwa langkah kedua organisasi ini ke depan harus selalu menebarkan nilai-nilai yang membawa berkah bagi semesta. Menutup pernyataan resminya, ia menegaskan kembali komitmen Muhammadiyah untuk terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban yang mulia.

“Kami dengan semangat persaudaraan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama akan terus bergandengan tangan mewujudkan kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta,” pungkas Haedar. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan Indonesia yang lebih bermartabat dan menebar berkah bagi dunia.

Tingkatkan Skill Komunikasi Global, Siswa ICP SMA Muhi Karanganyar Belajar Bareng Native Speaker

Tingkatkan Skill Komunikasi Global, Siswa ICP SMA Muhi Karanganyar Belajar Bareng Native Speaker

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYARSMA Muhammadiyah 1 Karanganyar (Muhi) terus memantapkan langkahnya menuju sekolah berwawasan global. Melalui program International Class Program (ICP), sekolah ini menggelar Speaking Class dengan menghadirkan langsung penutur asli (native speaker) asal Nigeria pada Kamis (29/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA Muhi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi penguatan kompetensi komunikasi internasional bagi para siswa. Kehadiran narasumber profesional dari Nigeria tersebut memberikan warna baru bagi atmosfer belajar di sekolah, di mana bahasa Inggris tidak lagi hanya dipelajari melalui buku teks, tetapi dipraktikkan sebagai alat komunikasi yang hidup.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Sumarwanto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendobrak rasa tidak percaya diri siswa saat berbicara bahasa asing. Menurutnya, berinteraksi langsung dengan warga negara asing akan memaksa siswa untuk beradaptasi dengan berbagai aksen, intonasi, dan kosakata dalam konteks yang sebenarnya.

“Kami ingin siswa ICP tidak hanya mahir secara gramatikal, tetapi juga fasih dan berani saat berkomunikasi di dunia nyata. Hadirnya native speaker adalah cara terbaik untuk menciptakan pengalaman belajar yang autentik,” ujar Sumarwanto dalam keterangannya di sela-sela kegiatan.

Selama kelas berlangsung, para siswa tidak hanya duduk mendengarkan. Mereka terlibat aktif dalam berbagai simulasi percakapan, mulai dari diskusi interaktif hingga tanya jawab mendalam mengenai isu-isu global. Pola pembelajaran komunikatif ini terbukti efektif memancing siswa untuk lebih ekspresif menyampaikan pendapat mereka tanpa perlu merasa takut salah.

Salah satu koordinator program ICP, Aris, menambahkan bahwa pemilihan narasumber dari Nigeria juga bertujuan untuk memperluas pemahaman lintas budaya siswa. Ia menilai bahwa tantangan global masa kini menuntut siswa untuk memiliki pemikiran yang inklusif dan terbuka terhadap berbagai keberagaman di dunia.

“Ini adalah investasi masa depan. Kita menyiapkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis dan karakter, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional,” tegas Aris.

Program Speaking Class ini rencananya akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda rutin sekolah. Dengan konsistensi tersebut, SMA Muhi optimistis lulusannya akan menjadi individu yang siap berkompetisi di kancah global dengan bekal kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni serta wawasan internasional yang luas.

Persiapan Spiritual Ramadan: Ponpes Darul Arqom Karanganyar Gandeng Warga Manggis Gelar Kajian Akbar

Persiapan Spiritual Ramadan: Ponpes Darul Arqom Karanganyar Gandeng Warga Manggis Gelar Kajian Akbar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Gema suci bulan Ramadan 1447 H mulai terasa di wilayah Manggis, Lalung, Karanganyar. Menjelang datangnya bulan penuh ampunan tersebut, Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar bersinergi dengan masyarakat Blok 16 menggelar kajian keagamaan pada Jumat malam (30/1/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Manggis ini dimulai pukul 20.00 WIB dan berhasil menyedot perhatian sekitar 300 peserta. Antusiasme ini terlihat dari kehadiran yang memenuhi lokasi, mulai dari kalangan ustaz, santri, hingga warga umum yang ingin membekali diri secara spiritual sebelum memasuki bulan puasa.

Kajian ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan dirancang sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar. Panitia penyelenggara dari unsur warga Manggis menyebutkan bahwa acara ini merupakan buah dari kerja sama yang solid untuk menciptakan atmosfer lingkungan yang religius dan harmonis.

Hadir sebagai pembicara utama, Nur Husaini memberikan tausiah yang menggugah nurani. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas makna dan keutamaan Ramadan sebagai momentum transformasi diri. Nur Husaini juga mengajak jamaah untuk tidak hanya fokus pada peningkatan kuantitas ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak dan memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Penyampaian materi yang lugas dan komunikatif membuat pesan-pesan keagamaan tersebut mudah diserap oleh berbagai lapisan usia yang hadir.

Pimpinan Ponpes Darul Arqom Karanganyar, Muhammad Yusron, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, membangun kesadaran beragama harus berjalan beriringan dengan penguatan hubungan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai keterlibatan aktif warga dalam kegiatan pesantren adalah kunci keberhasilan dakwah di akar rumput.

“Alhamdulillah, melalui kajian ini kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta dapat berbaur dan bersilaturahmi bersama masyarakat,” ungkap Yusron saat memberikan pernyataan langsung di sela-sela acara.

Selain manfaat intelektual, Yusron secara tidak langsung menyatakan harapannya agar kegiatan kolaboratif seperti ini terus berlanjut di masa depan. Ia menekankan bahwa persiapan menyambut Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, di mana kematangan spiritual menjadi fondasi utama bagi fisik yang kuat dalam menjalani ibadah selama sebulan penuh.

Kajian ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Dengan terselenggaranya acara ini, masyarakat Manggis dan keluarga besar Ponpes Darul Arqom diharapkan mampu menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, pemahaman agama yang lebih mendalam, serta semangat solidaritas yang semakin kokoh.

Inspiratif! Anies Baswedan Bekali Ilmu Kepemimpinan untuk Siswa SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar

Inspiratif! Anies Baswedan Bekali Ilmu Kepemimpinan untuk Siswa SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Dua siswi berprestasi dari SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar mendapatkan pengalaman langka bertatap muka langsung dengan tokoh nasional, Anies Baswedan. Gendis Zulfa Paramitha dan Ramadha Zahra Ardeka Istanto berkesempatan melakukan dialog hangat di sela-sela perhelatan Tabligh Akbar Muhammadiyah Karanganyar pada Sabtu (31/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung usai acara tersebut mencairkan suasana protokoler menjadi sesi bimbingan yang penuh inspirasi. Gendis, salah satu siswi, melontarkan pertanyaan tajam mengenai pengalaman Anies saat menakhodai Ibu Kota Jakarta sebagai gubernur. Menanggapi hal tersebut, Anies menyebut bahwa memimpin wilayah sebesar Jakarta memberikan pelajaran hidup yang sangat mendalam dan berharga bagi perjalanan kariernya.

Dalam penjelasannya, Anies menekankan bahwa salah satu karakteristik fundamental yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sejati adalah keberanian dalam mengambil keputusan. Menariknya, ia memberikan ilustrasi yang sangat sederhana agar logika kepemimpinan tersebut mudah dicerna oleh anak seusia mereka. Menurutnya, kepemimpinan bukan selalu tentang urusan kenegaraan yang rumit, melainkan dimulai dari hal-hal kecil di keseharian.

“Contoh keputusan paling sederhana, ketika Gendis mau main atau berkunjung ke mana pun lalu berani mengambil keputusan tentang baju yang akan dipakai, itu sebenarnya sudah merupakan salah satu contoh sikap pemimpin,” ujar Anies sembari memberikan simulasi logis di hadapan kedua siswi tersebut.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan secara tidak langsung bahwa belajar menjadi pemimpin harus diawali dengan keyakinan diri. Ia memotivasi para pelajar untuk tidak takut salah, asalkan keputusan yang diambil didasari oleh niat dan pertimbangan yang benar. Baginya, keragu-raguan adalah hambatan terbesar bagi seseorang untuk berkembang menjadi sosok yang berpengaruh di masa depan.

Tak hanya soal kepemimpinan formal, Ramadha dan Gendis juga menggali kiat agar tetap konsisten dan semangat dalam menuntut ilmu di tengah tantangan zaman. Anies berpesan agar para pelajar tidak pernah ragu untuk menebar kebaikan di lingkungan sekitar. Baginya, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin bagi siapa saja, asalkan dilandasi dengan integritas dan kemauan untuk membantu sesama.

“Jangan ragu untuk berbuat kebaikan dan menjadi pemimpin bagi siapa saja. Saya ingatkan juga untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan,” pesan Anies dengan nada memotivasi sebelum mengakhiri sesi obrolan.

Sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang diberikan, Gendis dan Ramadha menyerahkan buah karya orisinal dari sekolah mereka sebagai kenang-kenangan. Mereka memberikan Buku Sejarah SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar serta Antologi Cerpen karya siswa sekolah setempat. Penyerahan buku ini menjadi simbol bahwa kreativitas literasi pelajar Muhammadiyah Karanganyar terus tumbuh subur dan layak diapresiasi oleh tokoh-tokoh nasional.

Pertemuan singkat namun bermakna ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang dialog antara tokoh bangsa dan generasi muda sangat efektif untuk memompa semangat belajar siswa. Bagi Gendis dan Ramadha, wejangan langsung dari Anies menjadi modal berharga untuk terus mengasah jiwa kepemimpinan mereka sejak dini.