muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Gema suci bulan Ramadan 1447 H mulai terasa di wilayah Manggis, Lalung, Karanganyar. Menjelang datangnya bulan penuh ampunan tersebut, Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar bersinergi dengan masyarakat Blok 16 menggelar kajian keagamaan pada Jumat malam (30/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Manggis ini dimulai pukul 20.00 WIB dan berhasil menyedot perhatian sekitar 300 peserta. Antusiasme ini terlihat dari kehadiran yang memenuhi lokasi, mulai dari kalangan ustaz, santri, hingga warga umum yang ingin membekali diri secara spiritual sebelum memasuki bulan puasa.
Kajian ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan dirancang sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar. Panitia penyelenggara dari unsur warga Manggis menyebutkan bahwa acara ini merupakan buah dari kerja sama yang solid untuk menciptakan atmosfer lingkungan yang religius dan harmonis.

Hadir sebagai pembicara utama, Nur Husaini memberikan tausiah yang menggugah nurani. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas makna dan keutamaan Ramadan sebagai momentum transformasi diri. Nur Husaini juga mengajak jamaah untuk tidak hanya fokus pada peningkatan kuantitas ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak dan memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Penyampaian materi yang lugas dan komunikatif membuat pesan-pesan keagamaan tersebut mudah diserap oleh berbagai lapisan usia yang hadir.
Pimpinan Ponpes Darul Arqom Karanganyar, Muhammad Yusron, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, membangun kesadaran beragama harus berjalan beriringan dengan penguatan hubungan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai keterlibatan aktif warga dalam kegiatan pesantren adalah kunci keberhasilan dakwah di akar rumput.
“Alhamdulillah, melalui kajian ini kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta dapat berbaur dan bersilaturahmi bersama masyarakat,” ungkap Yusron saat memberikan pernyataan langsung di sela-sela acara.
Selain manfaat intelektual, Yusron secara tidak langsung menyatakan harapannya agar kegiatan kolaboratif seperti ini terus berlanjut di masa depan. Ia menekankan bahwa persiapan menyambut Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, di mana kematangan spiritual menjadi fondasi utama bagi fisik yang kuat dalam menjalani ibadah selama sebulan penuh.
Kajian ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Dengan terselenggaranya acara ini, masyarakat Manggis dan keluarga besar Ponpes Darul Arqom diharapkan mampu menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, pemahaman agama yang lebih mendalam, serta semangat solidaritas yang semakin kokoh.















