muhammadiyahkaranganyar.or.id, JUMANTONO — Rektor Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), KH. Dr. Muh. Samsuri, M.Si., mengajak umat Islam untuk memiliki keteguhan hati dan keberanian saat berada di jalan kebenaran. Pesan tersebut disampaikan dalam Kajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono yang berlangsung di Masjid Utsman Bin Affan, Islamic Center Muhammadiyah Jumantono, Ngunut, Jumantono, Ahad (23/8/2026) pukul 06.00–07.00 WIB.
Pengajian berkala tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan, termasuk jajaran Pengurus PCM Jumantono, para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Ketua Ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Jumantono, serta warga sekitar.
Dalam ceramahnya, KH. Muh. Samsuri menegaskan bahwa keteguhan merupakan modal utama bagi muslim dalam menjalankan nilai-nilai keislaman dan perjuangan di masyarakat. Mengutip Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 45–47, ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah berputus asa atau takut saat membela kebenaran.

“Tegarlah, besarkan hatimu, besarkan tekadmu. Jangan takut dan jangan berkecil hati saat kita berada di jalan yang benar, saat kita membela Allah,” ujar KH. Muh. Samsuri di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa keberanian membela kebenaran harus diimbangi dengan perhitungan yang matang, ketaatan kepada ajaran agama, serta benteng spiritual yang kuat. Berdasarkan sejarah Perang Badar hingga perjuangan kemerdekaan Indonesia—seperti yang dilakukan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan Jenderal Besar Sudirman—keberhasilan diraih melalui pengorbanan, keberanian, dan kesadaran spiritual.
Selain faktor keteguhan, KH. Muh. Samsuri juga menekankan pentingnya ketaatan terhadap hirarki organisasi dalam konteks persyarikatan Muhammadiyah. Ketaatan kepada kepemimpinan yang berada dalam koridor kebaikan dinilai sangat penting untuk menjaga kesatuan langkah dan keberhasilan program dakwah.
“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Taat pula kepada pimpinan kita, termasuk pimpinan di persyarikatan kita ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, bentuk perjuangan pada era modern tidak lagi sebatas fisik, melainkan diwujudkan melalui penguatan bidang pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi umat melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Kajian Ahad Pagi ini ditutup dengan ramah tamah antarunsur persyarikatan dan jamaah. Selain menjadi wadah peningkatan wawasan keislaman, kegiatan rutin ini berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pimpinan, pengelola AUM, dan warga Muhammadiyah di wilayah Jumantono.















