muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Sekitar 500 peserta menghadiri kegiatan Bedah Buku Reset Indonesia yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karanganyar bekerja sama dengan LHKP PP Muhammadiyah dan Jaga Lawu, Selasa (11/8/2026), di Masjid Al Mukarromah, Karanganyar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi generasi muda, kader Muhammadiyah, relawan lingkungan, jamaah masjid, serta masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai gagasan mengenai kondisi Indonesia, arah perubahan sosial, lingkungan, dan gerakan masyarakat sebagaimana yang diangkat dalam buku Reset Indonesia.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, di antaranya Angkatan Muda Muhammadiyah, relawan Jaga Lawu, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Karanganyar, jamaah Masjid Al Mukarromah, serta masyarakat umum.
Diskusi menghadirkan dua penulis dan pegiat isu sosial sebagai narasumber, yakni Farid Gaban dan Dandhy Dwi Laksono. Keduanya mengulas gagasan utama yang terdapat dalam buku Reset Indonesia, sekaligus mengajak peserta untuk melihat kembali berbagai persoalan bangsa secara lebih kritis.
Farid Gaban dan Dandhy Laksono menjelaskan bahwa Reset Indonesia tidak sekadar berbicara mengenai persoalan yang dihadapi Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk membaca ulang berbagai persoalan tersebut.
“ Buku Reset Indonesia mengajak kita untuk membaca kembali berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia dan melihat kemungkinan perubahan yang lebih mendasar, bukan sekadar memperbaiki permukaan persoalan.”
Narasumber selanjutnya, David Effendi dari LHKP PP Muhammadiyah menjelaskan sejumlah gerakan dan gagasan Muhammadiyah yang memiliki irisan dengan isu-isu yang dibahas dalam buku Reset Indonesia.
“Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun gerakan yang tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, hingga advokasi kebijakan publik,”ungkapnya
Selain membedah isi buku, forum tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kesadaran kritis dan keberanian untuk terlibat dalam gerakan sosial yang konstruktif. Bagi Pemuda Muhammadiyah Karanganyar, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang diskusi publik yang terbuka sekaligus memperkuat tradisi literasi dan intelektual di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Reset Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah buku yang dibaca, tetapi menjadi bahan refleksi untuk melihat kembali posisi masyarakat, generasi muda, dan organisasi masyarakat sipil dalam menghadapi berbagai tantangan Indonesia ke depan.















