muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tidak hanya dipersiapkan untuk berkarier di dunia pendidikan, tetapi juga dibekali kompetensi untuk merambah berbagai sektor profesional, termasuk institusi kepolisian.
Pesan tersebut menjadi sorotan utama dalam agenda Yudisium dan Pembekalan Calon Wisudawan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Auditorium Moh. Djazman UMS, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Menjadi Profesional Masa Depan yang CAKAP: Menguasai Teknologi, Hebat Berinovasi, dan Berkarakter Islami”, acara ini diikuti oleh calon wisudawan dari 11 program studi sarjana di lingkungan FKIP UMS.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen calon wisudawan pada periode ini berhasil mengantongi predikat cum laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,50. Kendati demikian, ia menekankan bahwa capaian akademik tinggi harus diimbangi dengan modal kepribadian dan jaringan kerja.
“Prestasi akademik itu penting, tetapi harus didukung dengan karakter yang kuat, portofolio kerja yang nyata, dan kemampuan membangun kolaborasi,” kata Anam, Jumat (25/9/2026).
Anam memaparkan, jaringan alumni FKIP UMS saat ini telah menembus angka lebih dari 100.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 persen berkarier di jalur pendidikan, sementara 15 persen sisanya tersebar di berbagai sektor publik dan profesional, seperti legislatif, kewirausahaan, TNI, hingga Polri. Keberagaman ini membuktikan fleksibilitas dan kualitas kompetensi lulusan FKIP UMS di pasar kerja.
Bukti nyata diversifikasi karier tersebut dihadirkan melalui kehadiran alumni Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS angkatan 2021, Muhsin Abdurrahman, S.Pd. Saat ini, Muhsin aktif bertugas di Korps Brimob Mabes Polri sembari menempuh pendidikan magister di UMS.

Dalam sesi pembekalan, Muhsin membagikan pandangannya mengenai proses transisi dari dunia kampus menuju dunia kerja yang dinamis. Menurutnya, calon lulusan wajib mengubah pola pikir dan terus mengasah diri.
Ia merinci lima keterampilan kunci yang harus dikuasai lulusan masa kini, yaitu kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis berbasis data, kolaborasi, serta pemecahan masalah (problem solving). Ia juga menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan profesi apa pun.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., mengingatkan lulusan agar mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan masyarakat luas. Mengutip keteladanan sahabat Nabi Muhammad SAW seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf, ia menegaskan bahwa nilai ilmu terletak pada kebermanfaatannya.
“Jangan melihat kelulusan ini sebagai akhir dari perjuangan, tetapi sebagai awal untuk mengabdikan ilmu dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tegas Em Sutrisna.
Acara yudisium tersebut diwarnai penyerahan simbolis calon wisudawan kembali kepada pihak keluarga, yang diwakili oleh Haji Prayitno, ayah dari Zulfa Bayu Indra—lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Jasmani asal OKU Timur, Sumatra Selatan.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan sajian seni dan budaya, di antaranya Tari Gambyong dari mahasiswa PGSD, atraksi Pencak Silat oleh atlet kembar Dika Dwi Pratama Putra dan Dicky Tri Nugroho Putro, serta penampilan duet dosen dan mahasiswa.
Sebagai bentuk penutup rangkaian kegiatan akademik, FKIP UMS menyerahkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) secara simbolis dan menyampaikan komitmen pengembangan ilmu melalui enam program magister, termasuk S2 Pendidikan Jasmani yang baru diluncurkan pada September 2026.















