by | 23 Sep 2026 | KabarMu |

Unjuk Gigi di KKI 2026, Tim IMDC UMS Bawa Kapal Berdesain Wayang Nakula Tembus Enam Besar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Intelligence Maritime Development Center (IMDC) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan prototipe kapal bertenaga listrik bernama Nabara pada ajang Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau, pada 14–17 September 2026.

Kapal yang berkompetisi pada kategori Electric Remote Control (ERC) ini dirancang khusus dengan menggabungkan spesifikasi kapal penjaga pantai (coast guard) dan identitas budaya Jawa. Nama Nabara sendiri merupakan akronim dari Nakula Bahtera Arunika.

Rancangan kapal tersebut disesuaikan dengan tema KKI 2026, yakni “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa”. Dari sisi fungsionalitas militer dan pengamanan, Nabara dilengkapi dengan miniatur naval gun, radar, rapid fire, ruang tahanan sementara, serta perlengkapan SAR seperti lifeboat dan liferaft.

Sebagai pembeda visual, tim menyematkan ragam hias kesenian Jawa berupa motif batik kawung, batik parang, dan figur wayang Nakula pada bagian lambung kapal.

Manajer Tim Nabara, Iqbal Zunan Nur Majid, menjelaskan bahwa pengembangan kapal memakan waktu riset dan manufaktur selama kurang lebih tiga bulan di bawah bimbingan Afif Faishal, S.T., M.T. Tim ini beranggotakan delapan mahasiswa, yaitu Iqbal, Baihakhi, Dhimas Yudha, Dimas Prayoga, Itfaul, Fadil, Farzha, dan Muflih.

“Lama proses riset dan pembuatan kapal kurang lebih selama tiga bulan, dimulai dari perancangan lambung dan bangunan atas dengan software, proses manufaktur, serta pengujian komponen,” ujar Iqbal, Rabu (23/9/2026).

Pada babak final di Bengkalis, Nabara berhasil menempati posisi keenam pada uji ketahanan (endurance) dengan capaian 12 lap 2KL. Catatan putaran tersebut setara dengan perolehan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sementara itu, pada kategori Fun Race, Nabara finis di urutan keempat di belakang Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Capaian tersebut diraih di tengah berbagai kendala teknis dan tantangan adaptasi cuaca. Suhu terik di lokasi perlombaan sempat memicu perubahan bentuk pada material polylactic acid (PLA) yang digunakan pada bangunan atas kapal. Selain itu, tim juga mengalami masalah mekanis berupa terlepasnya poros fleksibel (flexible shaft) dari kopel saat kapal melaju di lintasan.

Driver Kapal Nabara, Dimas Prayoga, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menuntut penanganan cepat dan koordinasi ketat antarpersonel di lapangan agar kapal tetap dapat menyelesaikan perlombaan.

“Kondisi di venue Polbeng memang sangat panas terik. Kami juga sempat mengalami kendala teknis yang cukup krusial saat running, yaitu shaft kapal yang tiba-tiba copot sehingga tim harus sigap melakukan penanganan langsung di lapangan,” kata Dimas.

Meskipun menghadapi atmosfer kompetisi yang intens dari puluhan perguruan tinggi se-Indonesia, seluruh rangkaian kendala teknis dan tantangan operasional tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim IMDC UMS. Pihaknya optimistis hasil riset dan pengalaman lapangan ini menjadi modal penting untuk menyempurnakan performa kapal agar mampu meraih podium pada ajang KKI berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait