muhammadiyahkaranganyar.or.id, JUMANTONO — Jalan menuju surga tidak hanya berbicara tentang banyaknya amal yang dilakukan manusia, tetapi juga tentang rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Amal saleh menjadi ikhtiar seorang hamba untuk mendapatkan ridha-Nya. Karena itu, seorang Muslim perlu membekali diri dengan ilmu, memperbanyak amal kebaikan, serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Pesan tersebut disampaikan Ust. Muh. Abid Hadlori, S.Ag., dalam Kajian PCPM Jumantono yang berlangsung di Masjid Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono, Rabu (9/9/2026). Kajian dilaksanakan bakda Magrib hingga Isya dan diikuti oleh jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Jumantono serta para jamaah Masjid Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono. Kehadiran jajaran PCPM bersama jamaah masjid tersebut menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan kajian dan memperdalam pemahaman keislaman.
Kajian kali ini melanjutkan pembahasan syarah kitab Arbain An-Nawawi, khususnya hadis ke-29. Hadis tersebut mengangkat pertanyaan sahabat Muadz bin Jabal kepada Rasulullah SAW mengenai amalan yang dapat mendekatkan seseorang kepada surga dan menjauhkannya dari neraka.
Ust. Muh. Abid Hadlori menjelaskan bahwa pertanyaan Muadz bin Jabal memberikan pelajaran penting bagi umat Islam tentang semangat mencari ilmu. Seorang Muslim tidak seharusnya merasa malu ketika belum mengetahui suatu persoalan. Sebaliknya, ia perlu bertanya kepada orang yang memiliki keahlian agar memperoleh pemahaman yang benar.
“Kalau kita tidak tahu, jangan malu untuk bertanya kepada ahlinya, terutama dalam perkara yang bermanfaat.” tegasnya.
Menurutnya, bertanya merupakan bagian dari ikhtiar dalam menuntut ilmu. Pengetahuan yang diperoleh kemudian perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ilmu tidak berhenti pada pemahaman, tetapi memberikan perubahan nyata dalam perilaku.
Ia juga mengingatkan jamaah agar mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu merupakan amanah Allah yang tidak dapat diputar kembali. Karena itu, kesempatan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, termasuk menghadiri majelis ilmu, beribadah, dan melakukan amal kebajikan.
“Jangan sampai waktu yang Allah berikan kepada kita habis tanpa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat.” pesannya.
Dalam pembahasan hadis tersebut, pemateri juga menekankan bahwa surga bukan semata-mata balasan atas amal manusia. Surga merupakan karunia dan rahmat dari Allah Ta’ala. Sementara itu, amal saleh menjadi perantara agar Allah meridai seorang hamba dan memasukkannya ke dalam surga-Nya.
“Amalan kita adalah perantara agar Allah ridha kepada kita dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya.” jelasnya.
Pembahasan tersebut diperkuat dengan Q.S. Az-Zukhruf ayat 72 yang menjelaskan tentang surga yang diwariskan kepada manusia atas apa yang telah mereka usahakan di dunia.
Kajian kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab. Beberapa jamaah menyampaikan pertanyaan kepada pemateri untuk memperdalam pemahaman terhadap materi hadis yang dibahas. Sesi tersebut berlangsung interaktif dan menjadi ruang bagi jamaah untuk menghubungkan pembahasan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kajian tersebut, PCPM Jumantono diharapkan terus menjadi ruang pembinaan bagi kader dan jamaah dalam memperkuat tradisi keilmuan, meningkatkan amal saleh, serta menggunakan waktu untuk kegiatan yang bernilai ibadah dan memberikan kemanfaatan bagi sesama.















