by | 30 Jul 2026 | KabarMu |

Edukasi Lansia di Sukoharjo, Tim Fisioterapis UMS Luruskan Mitos Tidur Hingga Manajemen Osteoartritis

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim promosi kesehatan komunitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rangkaian program Pekan Pergerakan Kesehatan Terpadu di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini mengombinasikan penyuluhan nonfisik dan intervensi fisik terapan guna meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia).

Rangkaian kegiatan terpadu tersebut menyasar para lansia di beberapa wilayah, meliputi Desa Trangsan, Desa Klaseman, dan Desa Luwang, dengan fokus penanganan pada gangguan tidur, manajemen nyeri sendi, hingga pemantauan kapasitas kebugaran fisik.

Ketua Kegiatan, Feyza Azzahraan, S.Kes., menjelaskan bahwa intervensi nonfisik diawali pada 6 Juli 2026 di Desa Trangsan dengan memberikan edukasi terkait pentingnya tidur berkualitas. Program ini dirancang untuk meluruskan pandangan konvensional di tengah masyarakat pedesaan yang kerap menganggap penurunan kualitas tidur sebagai konsekuensi alami penuaan yang tidak perlu ditangani.

“Banyak lansia dan keluarga mereka menganggap bahwa penurunan kuantitas tidur, sering terbangun di sepertiga malam, atau pola tidur yang terfragmentasi merupakan konsekuensi alami penuaan yang tidak perlu diintervensi secara medis,” terang Feyza.

Dalam sesi dialog interaktif tersebut, tim Fisioterapis UMS membeberkan faktor biologis dan lingkungan yang memicu gangguan tidur, seperti konsumsi minuman stimulan menjelang malam, rutinitas buruk sebelum tidur, hingga pencahayaan kamar yang menyilaukan. Tim juga membagikan panduan higienitas tidur, teknik relaksasi pernapasan, serta penataan suasana kamar yang menenangkan.

Mitos terkait tidur sempat diakui oleh salah satu peserta Posbindu Desa Trangsan, Wiryo (68), yang selama ini mengira gangguan tidurnya murni akibat faktor usia. “Saya pikir kalau sudah tua ya wajar tidurnya cuma sebentar-sebentar, ternyata kebiasaan saya minum teh pekat setiap malam itu bikin susah tidur,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada edukasi tidur, tim mahasiswa UMS melanjutkan aksi lapangan pada 10 Juli 2026 di Desa Klaseman dan Desa Luwang dengan memberikan pelatihan manajemen nyeri lutut akibat penderita osteoartritis (OA) atau pengapuran sendi.

Para lansia dibimbing untuk mempraktikkan latihan penguatan otot sekitar lutut, edukasi kontrol berat badan ideal untuk mengurangi beban mekanis sendi, serta teknik penggunaan kompres hangat sebagai langkah pertolongan mandiri di rumah tanpa ketergantungan obat kimia pereda nyeri.

Manfaat kompres hangat ini dirasakan langsung oleh Karni (70), peserta asal desa setempat. “Biasanya, kalau lutut mulai ngilu, saya langsung mencari obat pereda nyeri. Setelah diajari cara kompres hangat ini, nyerinya lumayan berkurang dan otot rasanya lebih rileks,” kata Karni.

Sebagai penutup rangkaian intervensi fisik, tim mengadakan Tes Kebugaran Rockport berupa Six-Minute Walking Test di Posyandu ILP Ngudi Waras VI, Dukuh Tumpeng, Desa Luwang. Pengujian ini bertujuan menilai tingkat kebugaran kardiorespiratori serta kapasitas fungsional lansia secara objektif. Hasil evaluasi mencatat tingkat ketahanan fisik peserta berada dalam kategori baik, dengan catatan evaluasi perlunya sosialisasi penggunaan alas kaki yang tepat untuk mencegah risiko cedera otot.

Seluruh rangkaian Pekan Pergerakan Kesehatan Terpadu ini kemudian resmi ditutup pada 11 Juli 2026 melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis, yang difokuskan pada optimalisasi kesehatan penderita diabetes melitus dan hipertensi di wilayah sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait