by | 24 Sep 2026 | Berita |

Merawat Ruh dan Spirit Muhammadiyah, PCPM Jumantono Lanjutkan Kajian Arbain Nawawi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, JUMANTONO – Merawat ruh gerakan dan spirit Muhammadiyah tidak cukup hanya melalui aktivitas organisasi. Penguatan spiritual dan pemahaman keislaman menjadi bagian penting dalam menjaga keistiqamahan kader dalam menjalankan dakwah. Semangat itulah yang terus diupayakan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Jumantono melalui kajian rutin yang digelar secara berkelanjutan.

PCPM Jumantono kembali melaksanakan Kajian Rutin pada Rabu (23/9/2026), bakda Maghrib hingga menjelang Isya, bertempat di Masjid Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PCPM Jumantono bersama para jamaah Masjid ICM Utsman bin Affan.

Kajian menghadirkan Ustaz Muhammad Abid Hadlori, S.Ag. sebagai pemateri. Pada kesempatan tersebut, pembahasan melanjutkan kajian Kitab Arbain Nawawi, khususnya hadis ke-29.

Dalam kajiannya, Ustaz Muhammad Abid mengajak peserta memahami kembali hakikat kehidupan dunia dan bagaimana seorang Muslim dapat memperoleh manfaat dari kehidupan yang dijalani serta terhindar dari kerugian. Kehidupan dunia, menurutnya, tidak semestinya dipandang hanya dari sesuatu yang bersifat material, nyata, dan dapat dilihat oleh mata.

“Manusia pada umumnya menginginkan sesuatu yang bersifat material, nyata, dan nampak oleh mata. Padahal, keuntungan yang hakiki tidak berhenti pada apa yang kita peroleh di dunia, tetapi bagaimana kehidupan dunia menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat,” jelasnya.

Pembahasan kemudian dikaitkan dengan sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah At-Tur ayat 21. Ayat tersebut menjelaskan tentang orang-orang beriman yang dipertemukan dengan keturunannya dalam keimanan sebagai bentuk karunia Allah SWT. Pesan tersebut memberikan gambaran bahwa keberhasilan seorang Muslim tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana keimanan dan amal saleh menjadi jalan kebaikan bagi keluarga.

Ustaz Muhammad Abid juga menyampaikan kandungan Surah Ghafir ayat 7–8 mengenai doa para malaikat pembawa Arsy bagi orang-orang yang beriman dan bertobat. Mereka memohon agar Allah memberikan ampunan dan memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga bersama keluarga mereka yang saleh.

“Ini menunjukkan bahwa keimanan memiliki dampak yang luas. Kita tidak hanya berharap keselamatan untuk diri sendiri, tetapi juga berharap keluarga kita menjadi bagian dari orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah,” tuturnya.

Kajian juga membahas sejumlah pintu kebaikan yang ditunjukkan Rasulullah SAW. Di antaranya memperbanyak sujud melalui salat, menjalankan puasa, dan memperbanyak sedekah. Amal-amal tersebut menjadi bagian dari ikhtiar seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Perbanyaklah sujud. Salah satu keutamaannya adalah menjadi sebab seseorang mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah di surga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga menunjukkan berbagai pintu kebaikan. Puasa menjadi perisai bagi seorang Muslim, sementara sedekah memiliki keutamaan dalam menghapus dosa.

“Puasa itu adalah perisai. Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api,” jelas Ustaz Muhammad Abid.

Pembahasan hadis ke-29 juga menyinggung pentingnya kesungguhan dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan. Jihad dipahami sebagai kesungguhan dalam perjuangan di jalan Allah, termasuk dalam upaya menegakkan kebaikan dan keadilan sesuai tuntunan syariat.

Bagi PCPM Jumantono, kajian rutin tersebut menjadi bagian dari ikhtiar kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kapasitas organisasi, tetapi juga pembinaan ruhani. Konsistensi menghadirkan ruang belajar dan penguatan keislaman diharapkan dapat menjaga semangat kader agar tetap istiqamah dalam bermuhammadiyah dan berdakwah di tengah masyarakat.

Melalui kajian yang dilaksanakan secara rutin, PCPM Jumantono berupaya merawat ruh dan spirit Muhammadiyah agar tetap hidup dalam diri kader. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, memperdalam pemahaman agama, dan meneguhkan komitmen dalam menjalankan dakwah amar makruf nahi mungkar.

Kajian berlangsung dalam suasana khidmat dan interaktif hingga menjelang waktu Isya. Para peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan salat Isya berjamaah di Masjid ICM Utsman bin Affan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait