Ingatkan Santri PAYM Karanganyar, Ustadz Satriyo Beberkan Kunci Penentu Nilai Amalan di Sisi Allah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah (PAYM) Karanganyar kembali menggelar kajian rutin Selasa Malam Rabu di Pendopo KH Ahmad Dahlan, Karanganyar, Selasa (3/11/2026). Dalam kajian bertema “Syarat-Syarat Diterimanya Amalan” yang berlangsung dari waktu Magrib hingga Isya tersebut, Ustadz Satriyo Wibowo, S.H. menegaskan bahwa kuantitas ibadah tidak menjadi jaminan diterimanya suatu amalan tanpa memenuhi tiga prinsip mendasar, yakni keimanan dan tauhid, keikhlasan niat, serta kesesuaian dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Ustadz Satriyo memaparkan syarat pertama, yaitu beriman kepada Allah SWT dan mentauhidkan-Nya sebagai fondasi utama seluruh amal ibadah. Seorang muslim wajib menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan ibadah serta menjauhi segala bentuk kesyirikan, sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Kahfi ayat 107 dan hadis riwayat Muslim untuk senantiasa beristiqamah. Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mengingatkan para santri agar mewaspadai praktik syirik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tradisi saat berziarah kubur.

“Jangan melakukan kesyirikan. Misalnya, ketika kita berziarah membawa makanan atau sesaji, itu tidak boleh. Ruh-ruh orang yang sudah meninggal tidak membutuhkan makanan dari kita,” tegas Ustadz Satriyo.

Ia menjelaskan bahwa manusia yang telah meninggal dunia memasuki alam barzah—kehidupan transisi yang memberikan kenikmatan bagi orang beriman dan azab bagi yang tidak beriman. Mengutip Surat Al-Mu’minun ayat 99–100, Ustadz Satriyo mengingatkan gambaran penyesalan manusia saat kematian tiba yang memohon dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh, namun kesempatan tersebut telah tertutup. Penjelasan ini menjadi penekanan agar para santri memanfaatkan kesempatan hidup di dunia dengan sebaik-baiknya.

Syarat kedua yang dijelaskan adalah keikhlasan dalam beramal. Setiap ibadah harus didasari niat murni karena Allah SWT, bukan demi meraih pujian, pengakuan, maupun popularitas di hadapan manusia. Merujuk pada Surat Az-Zumar ayat 2, keikhlasan niat menjadi penentu utama nilai suatu amalan di sisi Allah SWT.

Adapun syarat ketiga yaitu kesesuaian amalan dengan ajaran dan tuntunan Rasulullah SAW. Ustadz Satriyo menekankan bahwa niat baik semata tidak cukup apabila tata cara pelaksanaannya menyimpang dari ajaran Nabi. Hal ini berlandaskan Surat Al-Hasyr ayat 7 serta hadis riwayat Muslim nomor 1718 yang menyatakan bahwa amalan tanpa perintah atau ajaran Rasulullah SAW akan tertolak.

Kajian berkala ini merupakan bagian dari komitmen PAYM Karanganyar dalam membina pemahaman keislaman sekaligus membentuk karakter santri yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga mampu menerapkan nilai-nilai agama secara tepat dan berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait