by | 3 Nov 2026 | Aisyiyah, KabarMu |

Cegah Pencemaran Lingkungan, UMS Berdayakan PRA Gawanan Karanganyar Lewat Olahan Jelantah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Program Pengabdian Masyarakat (P2M) Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bagi anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/11/2026) di kediaman Ketua Tim P2M UMS, Hidayah Adihaningrum, S.Pd.,tersebut bertujuan menekan tingkat pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak goreng bekas secara sembarangan, sekaligus membekali warga keterampilan produktif bernilai ekonomis.

Ketua Tim P2M UMS, Hidayah Adihaningrum, S.Pd., mengungkapkan bahwa program pemberdayaan ini diinisiasi berdasarkan temuan di lapangan terkait kebiasaan masyarakat setempat yang masih sering membuang minyak jelantah ke saluran air, selokan, maupun tanah.

“Sebagai ibu rumah tangga, saya memahami kebingungan warga dalam mengelola minyak bekas memasak. Sebagian besar ibu-ibu di Gawanan mengalami hal serupa dan memilih membuangnya langsung ke lingkungan. Melalui hibah P2M UMS ini, kami memberikan pengetahuan pengelolaan limbah secara mandiri agar menjadi produk bernilai jual dan menambah pendapatan anggota,” ujar Hidayah, Selasa (3/11/2026).

Anggota tim P2M UMS, Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T., menambahkan bahwa metode pembuatan lilin aromaterapi dirancang sederhana agar mudah dipraktikkan oleh seluruh kalangan, termasuk anggota Aisyiyah yang sudah lanjut usia (lansia). Selain berdampak positif bagi kebersihan lingkungan, keterampilan ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian finansial organisasi ranting agar tidak hanya bergantung pada iuran anggota.

Program ini disusun secara berkesinambungan. Anggota tim P2M UMS lainnya, Nikmar’ati Khoiriah, S.Ak., menjelaskan bahwa setelah tahap pelatihan produksi, UMS akan memberikan pendampingan pengemasan (packaging) modern serta strategi pemasaran digital.

“Setelah pelatihan pembuatan, tahap selanjutnya adalah pendampingan packaging kekinian dan pemasaran secara onlinemaupun fasilitasi bazar di UMS. Minyak jelantah didapat gratis dari rumah tangga, tinggal menambah parafin dan essential oil. Kebutuhan bahan baku yang ekonomis ini berpotensi memberikan margin keuntungan yang baik,” tutur Nikmar’ati.

Ketua PRA Gawanan, H. Mari Nugrahasih, S.Pd., mengapresiasi inisiatif dan edukasi yang diberikan oleh akademisi UMS. Menurutnya, pelatihan ini mengubah persepsi warga terhadap limbah yang semula berbau tak sedap menjadi barang bernilai estetika dan beraroma segar.

“Kami sangat bersyukur menerima pelatihan ini. Selain berpotensi mendatangkan keuntungan finansial, hal terpenting bagi kami adalah menjaga lingkungan Desa Gawanan agar tetap bersih, asri, dan sehat,” kata Mari.

Ia menambahkan, program pengolahan minyak jelantah ini melengkapi gerakan pengelolaan sampah plastik, kardus, dan kertas yang sebelumnya telah berjalan di lingkungan PRA Gawanan. Ia berharap sinergi pemberdayaan bersama UMS dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait