by | 3 Nov 2026 | KabarMu |

Dorong Daya Saing Marketplace ASEAN, Akademisi UMS Soroti Peran UMKM dan Inovasi Digital

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Kussudyarsana, Ph.D., memaparkan strategi penguatan daya saing marketplace di kawasan ASEAN dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand.

Dalam forum internasional yang diselenggarakan pada Selasa (27/10/2026) tersebut, Kussudyarsana menyampaikan materi bertajuk “Industrial Competitiveness and Innovation Management”. Paparan ini mengulas strategi perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitif di pasar regional, faktor pendorong dominasi platform digital, serta perspektif teoretis dinamika industri.

Ia menegaskan bahwa persaingan marketplace di ASEAN kini tidak lagi sekadar ditentukan oleh tingkat harga dan variasi produk, melainkan oleh kemampuan platform membangun kepercayaan, mengintegrasikan sistem pembayaran, serta menciptakan ekosistem bisnis yang saling terhubung.

Guna memperkuat posisi marketplace, Kussudyarsana menggarisbawahi lima aspek utama: keragaman produk (wide product variety), kecepatan dan keandalan pengiriman (delivery speed and reliability), integrasi pembayaran dan pembiayaan (integrated payment and financing strategy), persepsi keamanan (perceived security), serta persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use).

“Kelima aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun pengalaman dan kepercayaan konsumen. Keragaman produk memungkinkan konsumen memenuhi berbagai kebutuhan melalui satu platform. Sementara itu, kecepatan pengiriman,kemudahan transaksi, keamanan, dan kenyamanan penggunaan menjadi faktor yang mendorong konsumen untuk terus menggunakan layanan marketplace,” ujar Kussudyarsana, Selasa (3/11/2026).

Selain lima faktor tersebut, ia juga memaparkan konsep network effects (efek jejaring) sebagai elemen krusial pembentuk ekosistem digital. Pertambahan jumlah pengguna pada suatu platform secara langsung meningkatkan daya tarik bagi penjual. Sebaliknya, ketersediaan pilihan produk yang bervariasi mendorong semakin banyak konsumen bergabung.

Diskusi dalam program tersebut juga menyentuh dampak ekonomi makro, khususnya peluang peningkatan kinerja keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perdagangan digital serta perubahan struktur ketenagakerjaan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi digital dinilai perlu dikawal agar memberikan manfaat yang merata bagi seluruh pelaku usaha.

Dari sisi regulasi dan kebijakan, Kussudyarsana menyoroti pentingnya penguatan persaingan usaha yang adil, transparansi praktik marketplace, peningkatan kapasitas produksi serta keterampilan digital UMKM, dukungan perdagangan lintas batas ASEAN, hingga perlindungan data pribadi konsumen. Sementara pada level korporasi, pelaku usaha didorong menciptakan diferensiasi produk dan penguatan merek lokal guna menjaga jangkauan pasar jangka panjang.

Visiting Scholar Program ini terlaksana atas kerja sama SICS-Shinawatra University dengan APPSMM Indonesia.Keikutsertaan UMS dalam jejaring akademik ini menjadi bagian dari upaya perluasan diskursus manajemen inovasi dan penguatan jaringan perguruan tinggi di tingkat regional ASEAN.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait