muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia.
Penghargaan prestisius tersebut diberikan sebagai apresiasi atas ketekunan (tenacity), etos kerja, sikap positif, serta perkembangan kemampuan menulis akademik dan berpikir kritis (critical thinking) selama ia menempuh studi doktoral. Dari ratusan mahasiswa doktoral aktif di lingkungan fakultas tersebut, Taufik terpilih menjadi salah satu dari 18 penerima penghargaan dalam program apresiasi tahunan ini.
“Waktu dibacakan alasan saya mendapatkan penghargaan, yang diapresiasi adalah ketekunan, etos kerja, dan critical thinking dalam menjalankan penelitian S3,” ujar Taufik saat diwawancarai secara daring, Rabu (4/11/2026).

Saat ini, Taufik memasuki tahun ketiga studi S3 bidang pendidikan di Monash University melalui dukungan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dimulai sejak Oktober 2024. Dalam riset doktoralnya, ia meneliti bagaimana sekolah dasar di Indonesia memahami dan mengembangkan identitas keindonesiaan pada peserta didik melalui Pendidikan Pancasila.
Proses pengumpulan data lapangan telah diselesaikan di salah satu sekolah dasar di Indonesia menggunakan metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen sekolah. Taufik menilai penguatan identitas kebangsaan sejak dini sangat krusial, terutama di tengah maraknya perdebatan identitas di ruang digital.
“Penelitian ini menjadi penting karena peran sekolah dasar sangat besar dalam menguatkan identitas keindonesiaan anak. Ketika mereka memahami bahwa dirinya adalah anak Indonesia, harapannya nilai cinta tanah air dan semangat membela Indonesia dapat terus tumbuh hingga dewasa,” tegasnya.
Selain membukukan prestasi penghargaan ini, Taufik mencatatkan rekam jejak akademik dan pengabdian yang solid. Ia telah menorehkan dua publikasi di jurnal internasional bereputasi, meraih juara pertama dalam kompetisi menulis internasional, serta menjadi pemakalah di empat seminar internasional.

Di luar kegiatan akademik kampus, Taufik menginisiasi program pengabdian jarak jauh bertajuk Bakti Sekolah Dasar yang menjangkau penerima manfaat dari Aceh hingga Papua. Ia juga aktif dalam kepengurusan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia.
Taufik menyampaikan bahwa seluruh pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh UMS, mulai dari tahap peningkatan bahasa Inggris, penyusunan proposal, penyesuaian beban tugas mengajar, hingga bantuan finansial dan moral.
Bagi Taufik, penghargaan dari Monash University memberikan wawasan berharga tentang pentingnya menghargai proses tumbuh dalam dunia akademik, bukan sekadar berpatokan pada hasil akhir.
“Hal yang sangat berarti bagi saya adalah ternyata proses maupun hasil sama-sama penting dan berharga. Ini menjadi pelajaran yang ingin saya implementasikan ketika kembali, yaitu menghargai mahasiswa dari proses maupun hasil yang mereka capai,” pungkasnya.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














