muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola kelembagaan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Tainan, Taiwan, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI). Kegiatan bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kapasitas Organisasi PRIM Tainan melalui AIK untuk Membangun Ekosistem Filantropi Muhammadiyah yang Berkelanjutan” tersebut digelar di FKKBWIT Meeting Room, Tainan, pada Selasa (29/9/2026).
Ketua Tim Pengabdian UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendampingi pengembangan organisasi Muhammadiyah di lingkungan diaspora. PRIM Tainan dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan, dakwah, silaturahmi, serta kegiatan sosial bagi mahasiswa, pekerja migran Indonesia (PMI), dan keluarga Indonesia di Taiwan.
“Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK),” ujar Prof. Muzakar dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memetakan sejumlah pembenahan manajerial, mulai dari penyusunan perencanaan strategis, kejelasan pembagian tugas pengurus, pembuatan standar operasional prosedur (SOP), hingga mekanisme evaluasi program kerja.
Guna memperkuat kerangka organisasi, Prof. Muzakar memperkenalkan pendekatan 3J, yaitu Jamaah, Jam’iyah, dan Jariyah:
Jamaah: Berfokus pada peningkatan kualitas individu dan kebersamaan anggota melalui kajian, pembinaan, serta pemetaan potensi warga.
Jam’iyah: Berorientasi pada penguatan struktur organisasi, pembagian peran, pengembangan kader, dan perluasan kolaborasi.
Jariyah: Menitikberatkan pada program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti beasiswa, bantuan sosial, serta pemberdayaan ekonomi.
Selain aspek tata kelola, program ini mendorong penguatan ekosistem filantropi melalui sinergi PRIM Tainan dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU). Pengelolaan dana ZIS yang terarah diharapkan dapat melepaskan ketergantungan pada bantuan karitatif dan beralih ke program pemberdayaan yang meningkatkan kemandirian warga Indonesia di Taiwan.
Program pengabdian PkM-KI ini didukung pendanaan resmi berdasarkan Surat Keputusan Nomor 513.8/DRPPS/A3.9/VIII/2026. Pelaksanaannya melibatkan tim dosen lintas disiplin ilmu bersama mahasiswa UMS. Tim tersebut terdiri dari Prof. Dr. Muzakar Isa (Manajemen Strategi), Nurul Latifatul Inayati, M.Pd.I. dan Alfiyatul Azizah,M.Ud. (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan), serta Candra Kusuma Wardana, M.B.A. dan Imam Riefly Aditomo, M.B.A.(Manajemen SDM).
Melalui pendampingan komprehensif ini, UMS berharap PRIM Tainan tumbuh menjadi lembaga yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kebermanfaatan gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














