muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat reputasi global dan jejaring internasional dengan berpartisipasi dalam ajang QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Center, Denpasar, Bali, pada 3–5 November 2026. Momentum ini bertepatan dengan capaian UMS yang berhasil melesat ke peringkat 631 dalam QS Asia University Rankings 2027 sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah.
Pencapaian dalam pemeringkatan tingkat kawasan tersebut mencatatkan kenaikan signifikan dari posisi UMS sebelumnya yang berada pada rentang peringkat 741–750. Penguatan indikator Academic Reputation menjadi salah satu pendorong utama, yang dibangun melalui peningkatan kualitas akademik, produktivitas publikasi dosen, serta perluasan kolaborasi dengan akademisi dan perguruan tinggi mancanegara.
Dalam forum berskala internasional yang diselenggarakan Quacquarelli Symonds (QS) tersebut, UMS mengirimkan tiga delegasi, yaitu Deputi Pengembangan Reputasi Global Dr. Ir. Agus Ulinuha, M.T., Koordinator Reputasi Global Ayu Khoirotul Umaroh, M.K.M., serta Wakil Dekan IV FKIP Bidang Kerja Sama Dr. Muhammad Noor Kholid, M.Pd.
Para delegasi UMS terlibat aktif dalam rangkaian diskusi strategis yang membahas internasionalisasi perguruan tinggi,pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), peningkatan daya saing universitas, hingga kolaborasi riset lintas negara. UMS juga memanfaatkan forum ini untuk menjalin komunikasi dan memperluas jejaring kemitraan dengan pimpinan perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri.
Deputi Pengembangan Reputasi Global UMS, Agus Ulinuha, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam forum ini menjadi wadah strategis untuk memahami dinamika pendidikan tinggi global sekaligus merumuskan langkah taktis universitas ke depan.
“Peningkatan posisi UMS dalam QS Asia University Rankings merupakan capaian yang patut disyukuri, tetapi sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan reputasi akademik di tingkat internasional. Salah satu faktor penting dalam membangun reputasi tersebut adalah kontribusi dosen melalui kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi dan mitra internasional,” ujar Agus Ulinuha, Kamis (5/11/2026).
UMS tidak hanya menargetkan keikutsertaan seremonial. Setiap delegasi ditargetkan menginisiasi minimal satu kegiatan kolaborasi konkret dengan mitra potensial yang ditemui selama ajang berlangsung. Bentuk kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan kuliah tamu internasional, publikasi dan penelitian bersama, pertukaran akademisi, hingga pengembangan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan institusi.
Langkah ini menegaskan komitmen berkelanjutan UMS dalam mengakselerasi internasionalisasi dan penguatan tridarma perguruan tinggi guna mewujudkan institusi yang berdaya saing tinggi di tingkat global.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














