muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DPM DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) gagasan pengelolaan sampah mandiri di Ruang Sidang Utama DRPPS UMS, Senin (2/11/2026).
Forum strategis tersebut digelar sebagai langkah awal untuk merumuskan solusi komprehensif atas permasalahan sampah di perguruan tinggi sekaligus mendorong tata kelola limbah berbasis komunitas internal.
Melalui inisiatif ini, UMS menargetkan penuntasan seluruh rantai pengelolaan limbah secara mandiri dari dalam kampus,guna menghentikan ketergantungan pada pihak luar yang selama ini berjalan.
Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi DRPPS UMS, Prof. Dr. Muhtadi, M.Si., menegaskan bahwa komitmen dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi lingkungan kampus tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya untuk mengawali pengelolaan sampah di kampus.Sehingga kampus UMS mampu menjadi contoh dalam mewujudkan kampus mandiri sampah,” ujar Muhtadi, Kamis (5/11/2026).
FGD ini menghadirkan dua pakar pengelolaan limbah sebagai narasumber, yakni Founder Si Merah Waste Management,Muhammad Imam Santosa, M.M., dan Founder & Owner Ndalem Kamaggotan, Muhammad Nur Muntaha. Sesi diskusi juga diikuti oleh para dosen pemerhati lingkungan, Tim Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) UMS, serta jajaran pimpinan unit terkait.
Dalam pemaparannya, para narasumber melakukan analisis potensi dan pemetaan kebutuhan sumber daya yang diperlukan jika pengelolaan sampah diselesaikan secara internal.
Founder Si Merah Waste Management, Muhammad Imam Santosa, M.M., menggarisbawahi bahwa kesiapan pola pikir dan kesadaran kolektif warga kampus jauh lebih krusial dibandingkan sekadar pengadaan fasilitas fisik atau teknologi.
“Selama ini ketika hadir di kampus, selalu aspek teknologi yang dibicarakan untuk mengelola sampah. Padahal, selain aspek teknologi, kesiapan pola pikir dan kesadaran bahwa sampah adalah masalah bersama harus dimunculkan. Saya percaya, bahwa UMS bisa mengawali pendirian Bank Sampah Kampus,” tegas Imam.
Sebagai tindak lanjut dari forum ini, DPM DRPPS UMS dalam waktu dekat akan menyusun dokumen rencana aksi konkret guna merumuskan skema dan mengeksekusi operasional pengelolaan sampah mandiri di lingkungan UMS.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














