muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Kontingen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memboyong deretan penghargaan dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026 4th Series. Kegiatan berskala internasional tersebut berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pujon Hill Campground.
Tergabung dalam 15 kelompok kompetisi, kontingen UMS berhasil mendominasi berbagai kategori lomba, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), kompetisi poster digital, konten kreatif, hingga Cultural Night dan yel-yel.
Pada kategori FGD, Grup 1 dan Grup 8 meraih First Winner Best FGD dalam Kategori Parallel Sub-Theme FGD, disusul Grup 13 yang menyabet First Winner Sub-Theme FGD. Sementara itu, Grup 3 dan Grup 5 mengamankan posisi Second Winner Best FGD pada Kategori Parallel Sub-Theme FGD.

Keunggulan delegasi UMS juga berlanjut pada Digital Poster Competition. Grup 4 berhasil mengamankan gelar First Winner, Grup 14 meraih Second Winner, dan Grup 15 menduduki Third Winner. Penghargaan tambahan turut diraih oleh Grup 10 (Honorable Mention I), Grup 13 (Honorable Mention II), Grup 8 (Honorable Mention III), serta Grup 11 sebagai Favorite Digital Poster Competition.
Untuk kategori Creative Content Competition (Reels/Shorts), Grup 2 meraih Best Creative Content I, Grup 8 mendapuk Best Creative Content II, dan Grup 15 meraih Best Creative Content III, serta Grup 11 yang meraih penghargaan Favorite Creative Content.
Di ajang unjuk kebolehan seni dan kekompakan, kompetisi yel-yel mencatatkan Grup 2 sebagai Most Collaborative Team, Grup 6 sebagai Most Unique Team, Grup 7 sebagai Most Entertaining Team, Grup 9 sebagai Most Creative Team, dan Grup 12 sebagai Most Dedicated Team. Pada panggung Cultural Night, Grup 14 sukses memenangkan First Winner Best Performance, Grup 5 meraih Second Best Performance, dan Grup 11 mengamankan Juara III Best Performance.
Koordinator UMS dari Program Studi Ilmu Gizi UMS, Sela Fika Salsabilah, menyampaikan bahwa delegasi UMS aktif mengambil peran sebagai inisiator dan penggerak diskusi kelompok sepanjang kegiatan.
“Delegasi UMS itu sangat menjadi penggerak di grupnya masing-masing. Mahasiswa UMS juga sering menjadi inisiator pada saat forum group discussion. Banyak menyumbangkan ide-ide di grupnya masing-masing,” ujar Sela, Rabu (4/11/2026).
Sela menambahkan, para mahasiswa mampu membawa perspektif keilmuan sesuai latar belakang program studi masing-masing secara logis dan terbuka. Diskusi yang berlangsung mencakup gagasan berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs), seperti penanganan masalah sampah, kebakaran lahan, hingga perancangan platform digital sebagai ruang diskusi masyarakat dunia lintas budaya.
“Harapannya, setelah pulang ke kampus, ide-ide tersebut bisa dikembangkan dan diteliti lebih lanjut agar lebih matang. Menurut saya, gagasan yang muncul masih tergolong spontan dan masih bisa dikembangkan lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














