muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Lulusan Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Melshanda Intan Monica, menyerukan pentingnya keberanian bagi perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan dan membawa perubahan nyata di masyarakat. Pesan inspiratif tersebut disampaikannya saat mewakili para wisudawan pada Upacara Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (26/9/2026).
Dalam pidatonya, Melshanda menegaskan bahwa keterbatasan gender tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang perempuan untuk meraih cita-cita dan berkontribusi secara luas.
“Perempuan tidak hanya bisa bermimpi, tetapi mampu untuk memimpin, menciptakan, dan membawa perubahan. Jangan pernah mengecilkan mimpi hanya karena kita perempuan. Karena ketika kesempatan bertemu dengan keberanian, maka tidak ada batas yang terlalu tinggi yang akan kita raih,” ujar Melshanda di hadapan pimpinan universitas, sivitas akademika, serta ribuan wisudawan dan orang tua.
Melshanda merupakan salah satu lulusan yang mencatatkan deretan prestasi mentereng selama menjadi mahasiswa UMS. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi UMS 2025 dan berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Utama II UMS 2025.
Di ajang kompetisi, ia tercatat memenangkan Gold Medal World Young Inventors Exhibition 2025, Gold Medal and Special Award International Ideapaper 2025, Gold Medal Youth International Science Fair 2024, Silver Medal International Inventors Day 2024, Juara 3 Article Competition Ahmad Dahlan Youth International Camp 2024, serta Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Bicromat STIKES Nasional 2024.
Menurut Melshanda, perjalanan empat tahun menempuh studi di UMS bukan sekadar perolehan nilai akademik atau gelar di atas lembar ijazah, melainkan proses pendewasaan diri untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta bangkit dari kegagalan.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan universitas, dosen, dan staf pengajar yang telah memberikan kepercayaan serta ruang berkembang bagi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Secara khusus, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan pengorbanan orang tua.
“Gelar ini memang atas nama kami, tetapi di perjalanan untuk mendapatkannya terdapat doa, air mata, cinta, dan juga pengorbanan,” ungkapnya penuh haru.
Menutup perwakilannya, Melshanda mengingatkan para lulusan bahwa wisuda merupakan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Ia mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”, agar para alumni senantiasa memberi teladan dan manfaat di mana pun berada.
Ia mengakhiri pesannya dengan membakar semangat para wisudawan untuk terus menjaga identitas almamater dengan nilai-nilai “I’M UMS: Islami, mencerahkan, unggul, mendunia, sustainable.”















