by | 21 Aug 2026 | Berita

Kajian Malam Selasa, Ustadz Irhamuddin Tekankan Pentingnya Kesungguhan dalam Menuntut Ilmu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Kesungguhan dalam menuntut ilmu menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Ustadz Irhamuddin dalam kajian malam Selasa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar yang digelar di Pendopo Panti Aisyiyah Karanganyar, Senin malam, 17 Agustus 2026.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Irhamuddin mengajak para jamaah untuk tidak sekadar mengikuti pengajian, tetapi benar-benar bersungguh-sungguh dalam memperdalam ilmu dan meningkatkan literasi keislaman. Menurutnya, ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh akan menjadi landasan penting dalam mengamalkan ajaran agama secara tepat dan sesuai kaidah.

“Kalau ngaji, ya sungguh-sungguh agar memperdalam ilmu dan literasi,” tegas Ustadz Irhamuddin dalam kajiannya.

Ia kemudian mengisahkan kesungguhan Imam Nawawi dalam menimba ilmu. Ulama besar tersebut dikenal memiliki semangat belajar yang luar biasa dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari berbagai cabang ilmu agama.

Ustadz Irhamuddin juga menjelaskan kebiasaan Imam Nawawi yang dalam kesehariannya mengikuti hingga 12 halaqah ilmu. Kisah tersebut menjadi gambaran betapa besar perhatian dan kesungguhan ulama terdahulu dalam memperdalam ilmu pengetahuan.

Menurutnya, keteladanan Imam Nawawi mengajarkan bahwa proses belajar membutuhkan keseriusan, ketekunan, dan konsistensi. Ilmu tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dipahami secara mendalam agar ketika diamalkan tidak keluar dari kaidah yang benar.

Dalam kajian itu, Ustadz Irhamuddin juga menyinggung Imam Syafi’i dan kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik sebagai gambaran tentang pentingnya kedalaman ilmu dan kehati-hatian dalam memahami serta menyampaikan ajaran agama.

Ia kemudian mengingatkan jamaah agar tidak mudah mengambil kesimpulan keagamaan tanpa dasar ilmu yang memadai. Menurutnya, pemahaman agama yang tidak dibangun melalui proses belajar yang serius dapat melahirkan pernyataan maupun praktik yang kurang tepat.

Sebagai contoh, ia menyinggung pernyataan yang pernah muncul di tengah masyarakat ketika pandemi Covid-19, yakni anggapan bahwa selama seseorang masih membaca qunut, dirinya tidak akan terkena Covid-19.

Ustadz Irhamuddin menilai contoh tersebut menunjukkan pentingnya membangun pemahaman keagamaan berdasarkan ilmu dan kaidah yang benar. Pengamalan agama, menurutnya, tidak boleh didasarkan pada klaim tanpa landasan yang kuat.

Kisah tentang Imam Nawawi dan ulama-ulama terdahulu akhirnya menjadi refleksi bagi para jamaah bahwa tradisi keilmuan Islam dibangun melalui kesungguhan, kedisiplinan, dan proses belajar yang panjang.

Kajian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu bukan sekadar hadir dalam majelis, melainkan berusaha memahami, memperdalam, mengkaji, dan kemudian mengamalkannya secara benar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait