Wujudkan Karakter Religius, MIM Ngentak Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla

Wujudkan Karakter Religius, MIM Ngentak Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla

muhammadiyahkaranganyar.or.id, NGENTAK – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngentak secara resmi memulai proyek pembangunan musholla sebagai pusat penguatan karakter dan sarana ibadah bagi seluruh warga madrasah. Prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Rabu (28/1/2026) ini menandai babak baru dalam upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif, nyaman, dan penuh keberkahan di lingkungan sekolah.

Hadir dalam agenda tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat Paryono, perwakilan Komite Sekolah Suripto, serta Kepala MIM Ngentak Zainudin. Kehadiran para pimpinan ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap visi madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh.

Zainudin dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dimulainya pembangunan ini. Ia menyebut bahwa keberadaan musholla di lingkungan madrasah merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam aspek keagamaan. Menurutnya, musholla bukan sekadar bangunan fisik untuk salat, melainkan laboratorium akhlak bagi para siswa.

“Kami berharap pembangunan musholla ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ke depan, sarana ini akan menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus tempat pembinaan karakter bagi para siswa agar mereka memiliki budi pekerti yang mulia,” ujar Zainudin saat memberikan keterangan di sela-sela acara.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Paryono. Ia menekankan bahwa pembangunan sarana ibadah di lingkungan pendidikan Muhammadiyah adalah investasi jangka panjang untuk umat. Paryono memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berupaya mewujudkan mimpi MIM Ngentak untuk memiliki rumah ibadah sendiri yang memadai.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh para tamu undangan dengan suasana yang khidmat. Agenda tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh warga madrasah berharap agar gedung tersebut segera rampung sehingga siswa tidak lagi kesulitan mencari tempat yang representatif untuk melaksanakan salat dhuha, salat berjamaah, maupun kegiatan mengaji harian.

Pihak madrasah juga mengajak masyarakat luas untuk ikut serta menanam amal jariyah dalam proyek mulia ini. Pembangunan musholla ini diprediksi akan menjadi pusat syiar Islam di wilayah Ngentak, sehingga dukungan materiil maupun moriil dari berbagai pihak sangat diharapkan.

Salurkan Donasi Anda

Bagi masyarakat maupun wali murid yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Musholla MIM Ngentak, bantuan dapat disalurkan melalui rekening berikut:

  • Bank: Bank Jateng
  • Nomor Rekening: 026172008719
  • Atas Nama: KL LAZISMU KEBAKKRAMAT

Setiap rupiah yang disalurkan akan menjadi investasi akhirat dan membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan pendidikan Islam.

Konsolidasi Program dan Pemberdayaan Umat, LazisMu Jumantono Gelar Rapat Koordinasi

Konsolidasi Program dan Pemberdayaan Umat, LazisMu Jumantono Gelar Rapat Koordinasi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, JUMANTONO — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jumantono terus melakukan penguatan organisasi dan konsolidasi program guna meningkatkan peran pemberdayaan umat di tingkat cabang dan ranting. Hal tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang diselenggarakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, selepas salat Isya, bertempat di Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Layanan Lazismu Jumantono, Riyadi, S.E., serta dihadiri oleh jajaran pengurus Lazismu Jumantono, sejumlah Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan pengurus Lazismu tingkat ranting. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam pelaksanaan program Lazismu ke depan.

Dalam arahannya, Riyadi menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Lazismu yang perlu segera diturunkan dalam bentuk program kerja cabang. Ia menegaskan pentingnya pemetaan program yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Secara tidak langsung, ia menekankan bahwa keberhasilan Lazismu tidak hanya diukur dari capaian penghimpunan dana, tetapi juga dari sejauh mana dana tersebut mampu menggerakkan pemberdayaan umat.

Agenda utama rapat difokuskan pada persiapan Rapat Kerja Cabang (Raker Cabang) Lazismu Jumantono sebagai breakdown dari hasil RAKERDA. Dalam sesi ini, peserta membahas prioritas program, mekanisme pelaksanaan, serta pembagian peran antara Lazismu cabang dan ranting. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta rapat.

Selain itu, rapat juga dimanfaatkan sebagai sarana sharing dan penguatan program Lazismu cabang. Para peserta berbagi pengalaman terkait pengelolaan program zakat, infak, dan sedekah di tingkat ranting, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di lapangan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun pola kerja yang lebih kolaboratif dan saling menguatkan.

Persiapan kegiatan Lazismu selama bulan Ramadan 1447 Hijriah turut menjadi salah satu topik pembahasan penting. Program-program Ramadan dirancang tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial sesaat, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan semangat Lazismu dalam mendorong transformasi dari pendekatan karitatif menuju pemberdayaan.

Pembahasan strategis lainnya adalah penguatan pendampingan fundraising pembangunan gedung baru MTs Muhammadiyah 5 Jumantono. Program ini dinilai sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah. Lazismu cabang dan ranting diharapkan dapat bersinergi dalam mendukung proses penghimpunan dana secara terstruktur dan berkelanjutan.

Menutup rapat, Riyadi menegaskan komitmen Lazismu Jumantono untuk terus bergerak menghadirkan program-program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyampaikan secara tegas, “Lazismu Jumantono harus memulai gerakan program yang bersifat pemberdayaan, meski dalam skala yang masih kecil.” Pernyataan tersebut menjadi peneguhan arah gerak Lazismu Jumantono menuju lembaga filantropi yang amanah, profesional, dan berdaya guna bagi umat.

Merawat Spirit Keimanan & Keilmuan: PCPM Jumantono Hidupkan Tradisi “Ngaji Kitab”

Merawat Spirit Keimanan & Keilmuan: PCPM Jumantono Hidupkan Tradisi “Ngaji Kitab”

muhammadiyahkaranganyar.or.id, JUMANTONO — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Jumantono terus menunjukkan komitmennya dalam merawat spirit keimanan dan keilmuan kader serta masyarakat melalui penyelenggaraan kajian rutin. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, selepas salat Maghrib hingga Isya, bertempat di Masjid Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono.

 

Kajian rutin ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri atas pemuda, pemudi, serta jamaah sekitar masjid. Sejak awal hingga akhir acara, suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap hidup. Antusiasme jamaah terlihat dari keseriusan menyimak materi serta munculnya sejumlah pertanyaan yang memantik diskusi dan memperkaya pemahaman bersama.

 

Dalam kajian tersebut, PCPM Jumantono menghadirkan Ust. Muh. Abid Hadlori, S.Ag., sebagai pemateri. Ia menyampaikan kajian Hadits Arbain Nawawi nomor 26 yang membahas tentang sedekah sebagai bentuk ibadah yang dapat dilakukan oleh setiap manusia melalui 360 persendian yang dimilikinya. Materi ini disampaikan secara sistematis dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh seluruh jamaah.

 

Ust. Abid menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan makna sedekah yang luas, tidak terbatas pada pemberian harta semata. Setiap kebaikan, seperti menolong sesama, berdzikir, melangkahkan kaki menuju kebaikan, hingga menjaga lisan, merupakan bentuk sedekah yang bernilai ibadah. Menurutnya, ajaran tersebut menegaskan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan umatnya dalam beramal saleh.

 

“Setiap manusia memiliki 360 persendian, dan semuanya memiliki kewajiban untuk bersedekah. Namun, Islam memberikan banyak pintu kebaikan yang dapat kita lakukan sesuai kemampuan masing-masing,” ungkap Ust. Abid dalam penyampaian materinya. Ia menambahkan bahwa kesadaran beramal harus dibangun dari pemahaman yang benar agar ibadah tidak terasa berat, melainkan menjadi kebutuhan spiritual.

 

Secara tidak langsung, pemateri juga menekankan pentingnya konsistensi dalam melakukan amalan-amalan sederhana namun berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan semangat Pemuda Muhammadiyah dalam membentuk kader yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

 

Setelah sesi kajian dan tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi PCPM Jumantono. Agenda tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi program, merancang kegiatan ke depan, serta memperkuat sinergi antaranggota. Suasana keakraban semakin terasa saat kegiatan ditutup dengan diskusi ringan dan makan bersama, yang menjadi sarana mempererat ukhuwah di antara kader dan jamaah.

 

Melalui kajian rutin ini, PCPM Jumantono berharap dapat terus menghidupkan tradisi keilmuan dan dakwah yang mencerahkan. Sebagaimana disampaikan di akhir kajian, “tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa melakukan amalan-amalan ibadah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.” Pesan tersebut menjadi peneguhan bahwa setiap Muslim memiliki peluang yang sama untuk berbuat kebaikan, kapan pun dan di mana pun berada.

 

 

Majelis PAUD Dasmen Lantik Pengurus PD IGABA Karanganyar Periode 2026–2030

Majelis PAUD Dasmen Lantik Pengurus PD IGABA Karanganyar Periode 2026–2030

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Majelis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dasar dan Menengah Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kabupaten Karanganyar periode 2026–2030, Kamis (22/1/2026), bertempat di Aula MI Muhammadiyah Karanganyar.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti sekitar 180 peserta, yang terdiri atas pengurus IGABA, kepala dan guru PAUD Aisyiyah, serta undangan. Turut hadir Ketua PDM Kabupaten Karanganyar, Ketua PDA Kabupaten Karanganyar, Ketua LazisMu Kabupaten Karanganyar, Ketua IGTKI, serta perwakilan HIMPAUDI.

Pelantikan Pengurus PD IGABA Kabupaten Karanganyar dipimpin langsung oleh Ketua Majelis PAUD Dasar dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Eny Wahyu Astutik Anis Mufidah, M.Pd. Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pelantikan 12 Kepala PAUD Aisyiyah yang dipimpin oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Karanganyar, Dra. Hidiyah Rohmani, M.Pd. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat sebagai wujud penguatan amanah dan tanggung jawab organisasi.

Adapun kepengurusan PD IGABA Kabupaten Karanganyar periode 2026–2030 diketuai oleh Wulansari Nurul Amanah, S.S., S.Pd., didampingi Durotun Nikmah, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua II. Struktur kepengurusan dilengkapi sekretaris, bendahara, serta tiga divisi strategis, yakni Divisi Pendidikan, Divisi Jejaring dan Sinergitas, serta Divisi Penelitian, Pengembangan, dan Kesejahteraan, yang diharapkan mampu memperkuat peran IGABA sebagai organisasi profesi guru Bustanul Athfal Aisyiyah.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan rutin PD IGABA Kabupaten Karanganyar. Dalam pertemuan tersebut, peserta memperoleh sosialisasi dari KLL LazisMu PDM Kabupaten Karanganyar serta pembinaan dari Ketua Majelis PAUD Dasar dan Menengah. Pembinaan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik PAUD, penguatan ideologi Muhammadiyah–Aisyiyah, serta komitmen mewujudkan pendidikan anak usia dini yang unggul dan berkemajuan.

Melalui pelantikan ini, PD IGABA Kabupaten Karanganyar diharapkan semakin berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya guru PAUD Aisyiyah serta memperkokoh gerakan dakwah dan pendidikan Persyarikatan sejak usia dini.

Kontributor : Majelis PAUDDasmen