muhammadiyahkaranganyar.or.id, Jumantono – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jumantono kembali menggelar Kajian Ahad PAGI pekan keempat pada Ahad, 25 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan, Ngunut, Jumantono, dan diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang masyarakat.
Kajian rutin tersebut menghadirkan narasumber Dr. Muh. Samsuri, M.Si., selaku Pleno PDM Karanganyar dan juga Rektor Univessitas Muhammadiyah Karanganyar yang menyampaikan materi bertema persiapan menyambut ibadah puasa sesuai tuntunan syariat Islam. Dalam pemaparannya, Dr. Samsuri menekankan pentingnya menjalankan ibadah puasa sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, tanpa menambah atau mengurangi ketentuan yang telah ditetapkan.
“Berpuasalah sebagaimana yang dituntunkan dalam syariat, jangan membuat aturan sendiri. Ikuti tuntunan Nabi SAW,” tegas Dr. Muh. Samsuri di hadapan para jamaah. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih ketaatan, keikhlasan, serta pengendalian diri sesuai ajaran Islam yang murni.
Menurutnya, kesalahan dalam memahami ibadah puasa sering kali muncul karena kebiasaan turun-temurun yang tidak memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan sunnah. Oleh karena itu, kajian semacam ini menjadi sarana penting untuk meluruskan pemahaman umat agar lebih sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan hati yang lapang dan penuh kebahagiaan. Ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan.
“Marilah kita sambut tamu yang agung dengan penuh kegembiraan,” ujarnya. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para peserta kajian yang memadati ruang utama Islamic Center Muhammadiyah Utsman bin Affan.
Kajian Ahad PAGI ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan menggembirakan. Jamaah tampak antusias menyimak materi dan berinteraksi dengan pemateri. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga warga umum, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang edukatif dan mencerahkan.
Panitia berharap, melalui kajian rutin ini, semangat beribadah dan pemahaman keislaman masyarakat Jumantono semakin meningkat, khususnya dalam menyambut dan menjalankan ibadah Ramadan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) kembali menggelar kajian rutin Karunia pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di MI Muhammadiyah Karan dan diikuti oleh kader Nasyiatul Aisyiyah, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar dengan penuh antusias.
Kajian Karunia merupakan agenda rutin PDNA yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman dan memperkuat peran muslimah dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Pada pelaksanaan kali ini, kajian mengusung tema “Tantangan Muslimah Masa Kini”, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial dan perkembangan zaman saat ini.
Sebelum kajian inti dimulai, acara diawali dengan sambutan dari Ketua PDNA, Rossi Arde Kurniawati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan kajian rutin tersebut. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kader Nasyiatul Aisyiyah dalam mengikuti kegiatan pembinaan keislaman sebagai bekal penguatan ideologi dan karakter muslimah.
Pada kesempatan tersebut, Rossi Arde Kurniawati turut mengumumkan sejumlah agenda PDNA yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “PDNA saat ini sedang mempersiapkan kegiatan penggalangan dan pengelolaan dana untuk beberapa kecamatan, yaitu Kebakkramat, Tawangmangu, Karangpandan, dan Ngargoyoso. Kami berharap seluruh kader dapat bersinergi dan berpartisipasi aktif demi kelancaran program ini,” ujar Rossi.
Kajian Karunia kemudian diisi oleh Kepala MI Muhammadiyah Karan, Nirham Seno Aji. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa muslimah masa kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh media sosial, perubahan nilai sosial, hingga tuntutan peran di ruang domestik dan publik. Menurutnya, tantangan tersebut harus disikapi dengan bijak melalui penguatan iman, ilmu, dan akhlak.
Bapak Nirham Seno Aji menegaskan bahwa muslimah memiliki peran strategis dalam membangun peradaban. “Muslimah harus mampu menjaga identitas keislamannya di tengah arus globalisasi, tanpa kehilangan semangat untuk terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan dan keteladanan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.
Secara tidak langsung, pemateri juga mengajak para peserta untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas. Kajian berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam menyimak dan berdiskusi.
Melalui kajian rutin Karunia ini, PDNA berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan yang mencerahkan serta mampu mencetak muslimah yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar – SMK Muhammadiyah 3Karanganyar sedang menggelar Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) bagi siswa-siswi jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Ujian ini berlangsung mulai dari tanggal 22 Januari hingga 14 Februari 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII jurusan TKRO.
UKK ini bertujuan untuk menguji kemampuan dan keterampilan siswa dalam bidang otomotif, khususnya dalam perawatan dan perbaikan kendaraan ringan. Materi ujian meliputi berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan komponen kendaraan, perbaikan sistem kelistrikan, hingga overhaul mesin.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, Suwarto, S.T.,M.T., mengungkapkan bahwa UKK ini merupakan bagian penting dari kurikulum SMK.
“UKK ini adalah tolok ukur bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai kompetensi yang telah dipelajari selama tiga tahun. Selain itu, UKK ini juga menjadi persiapan bagi siswa untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan UKK, SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar bekerja sama dengan beberapa industri otomotif terkemuka sebagai penguji eksternal. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar kompetensi yang diuji sesuai dengan kebutuhan industri.
Salah satu peserta UKK, Fauzan, mengaku senang bisa mengikuti ujian ini.
“UKK ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa mengaplikasikan ilmu yang telah kami pelajari di sekolah. Semoga dengan mengikuti UKK ini, kami bisa lebih siap untuk bekerja di bidang otomotif,” tuturnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan UKK ini, SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja di bidang otomotif.