Bahas Tantangan Muslimah Masa Kini, PDNA Gelar Kajian “Karunia” di MI Muhammadiyah Karan

Bahas Tantangan Muslimah Masa Kini, PDNA Gelar Kajian “Karunia” di MI Muhammadiyah Karan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) kembali menggelar kajian rutin Karunia pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di MI Muhammadiyah Karan dan diikuti oleh kader Nasyiatul Aisyiyah, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar dengan penuh antusias.

Kajian Karunia merupakan agenda rutin PDNA yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman dan memperkuat peran muslimah dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Pada pelaksanaan kali ini, kajian mengusung tema “Tantangan Muslimah Masa Kini”, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial dan perkembangan zaman saat ini.

Sebelum kajian inti dimulai, acara diawali dengan sambutan dari Ketua PDNA, Rossi Arde Kurniawati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan kajian rutin tersebut. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kader Nasyiatul Aisyiyah dalam mengikuti kegiatan pembinaan keislaman sebagai bekal penguatan ideologi dan karakter muslimah.

Pada kesempatan tersebut, Rossi Arde Kurniawati turut mengumumkan sejumlah agenda PDNA yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “PDNA saat ini sedang mempersiapkan kegiatan penggalangan dan pengelolaan dana untuk beberapa kecamatan, yaitu Kebakkramat, Tawangmangu, Karangpandan, dan Ngargoyoso. Kami berharap seluruh kader dapat bersinergi dan berpartisipasi aktif demi kelancaran program ini,” ujar Rossi.

Kajian Karunia kemudian diisi oleh Kepala MI Muhammadiyah Karan, Nirham Seno Aji. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa muslimah masa kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh media sosial, perubahan nilai sosial, hingga tuntutan peran di ruang domestik dan publik. Menurutnya, tantangan tersebut harus disikapi dengan bijak melalui penguatan iman, ilmu, dan akhlak.

Bapak Nirham Seno Aji menegaskan bahwa muslimah memiliki peran strategis dalam membangun peradaban. “Muslimah harus mampu menjaga identitas keislamannya di tengah arus globalisasi, tanpa kehilangan semangat untuk terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya. Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan dan keteladanan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.

Secara tidak langsung, pemateri juga mengajak para peserta untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas. Kajian berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam menyimak dan berdiskusi.

Melalui kajian rutin Karunia ini, PDNA berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan yang mencerahkan serta mampu mencetak muslimah yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar Gelar Ujian Kompetensi Kejuruan Teknik Kendaraan Ringan

SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar Gelar Ujian Kompetensi Kejuruan Teknik Kendaraan Ringan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar – SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar sedang menggelar Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) bagi siswa-siswi jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Ujian ini berlangsung mulai dari tanggal 22 Januari hingga 14 Februari 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII jurusan TKRO.

UKK ini bertujuan untuk menguji kemampuan dan keterampilan siswa dalam bidang otomotif, khususnya dalam perawatan dan perbaikan kendaraan ringan. Materi ujian meliputi berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan komponen kendaraan, perbaikan sistem kelistrikan, hingga overhaul mesin.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, Suwarto, S.T.,M.T., mengungkapkan bahwa UKK ini merupakan bagian penting dari kurikulum SMK.

“UKK ini adalah tolok ukur bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai kompetensi yang telah dipelajari selama tiga tahun. Selain itu, UKK ini juga menjadi persiapan bagi siswa untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan UKK, SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar bekerja sama dengan beberapa industri otomotif terkemuka sebagai penguji eksternal. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar kompetensi yang diuji sesuai dengan kebutuhan industri.

Salah satu peserta UKK, Fauzan, mengaku senang bisa mengikuti ujian ini.

“UKK ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa mengaplikasikan ilmu yang telah kami pelajari di sekolah. Semoga dengan mengikuti UKK ini, kami bisa lebih siap untuk bekerja di bidang otomotif,” tuturnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan UKK ini, SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja di bidang otomotif.