Benarkah Hidayah Harus Ditunggu? Ini Cara Menjemputnya Menurut Islam

Ditulis oleh Marmi
Peserta Sekolah Tabligh Angkatan 3
PWM Jawa Tengah

Pernahkah kita mendengar seseorang berkata, “Saya belum dapat hidayah, nanti kalau sudah dapat petunjuk baru mau berubah”? Alasan seperti ini sangat sering muncul saat seseorang menunda amalan baik atau ragu untuk memulai hijrah. Padahal, hidayah bukanlah penantian yang pasif, melainkan karunia Allah SWT yang harus kita jemput dengan langkah nyata.

Sebagai Muslim yang mengusung semangat Islam Berkemajuan, kita perlu memahami bahwa keberkahan dan petunjuk Allah hadir melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh. Mengamalkan agama secara aktif menuntut kita untuk bergerak menjemput hidayah tersebut, bukan sekadar menunggu tanpa tindakan.

Kesungguhan Menjemput Petunjuk Allah

Allah SWT telah menegaskan prinsip dasar mengenai hidayah dalam Al-Qur’an. Petunjuk-Nya akan tercurah kepada hamba yang mau berusaha keras mendekatkan diri kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

Ayat ini mempertegas bahwa hidayah berbanding lurus dengan ikhtiar kita. Kita tidak perlu menunggu diri menjadi sempurna untuk mendekat kepada Allah SWT. Justru dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, kebaikan akan tumbuh dan berakar kuat di dalam jiwa kita.

Mulai dari Langkah Kecil yang Konsisten

Proses perbaikan diri dalam kehidupan sehari-hari tidak selalu membutuhkan lompatan besar seketika. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengutamakan keistiqamahan dalam setiap amalan, meskipun amalan tersebut terlihat sederhana.

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Jika hari ini kita merasa masih sering lalai, mulailah dengan memperbaiki kualitas salat fardu. Jika terasa berat membaca Al-Qur’an, mulailah membiasakan diri membaca satu halaman setiap hari. Apabila lisan kita masih sering tergelincir, latihlah diri untuk menjaga tutur kata. Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil, karena satu langkah kecil menuju Allah SWT bisa menjadi pintu perubahan besar dalam hidup kita.

Berubah Adalah Perjalanan Hidup

Banyak orang tertahan untuk berbuat baik karena merasa dirinya masih bergelimang dosa atau belum sempurna. Padahal, berubah tidak harus menunggu sempurna. Proses menjadi pribadi yang bertakwa adalah perjalanan seumur hidup yang terus kita perbarui setiap hari.

Sering kali kita berkata, “Nanti kalau sudah mendapat hidayah, saya akan berubah.” Tetapi pernahkah kita bertanya: sampai kapan kita akan menunggu?

Hidayah bukan alasan untuk menunda kebaikan. Hidayah adalah karunia Allah yang harus kita jemput dengan langkah nyata Berubah tidak harus menunggu sempurna. Berubah adalah perjalanan menuju kesempurnaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait