muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi strategis bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Kerja sama ini diarahkan untuk mengoptimalkan peran perguruan tinggi melalui riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan ilmu lintas disiplin.
Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan antara Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dan Wakil Rektor II UMS, Prof. Dr. apt. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas ajakan kolaborasi yang disampaikan Wakil Menteri KKP, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., pada Upacara Hari Jadi ke-68 UMS, Sabtu (24/10/2026).
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada implementasi enam program prioritas KKP dalam klaster kedaulatan pangan yang masuk dalam agenda pembangunan kelautan dan perikanan nasional 2025–2029.
“Enam prioritas tersebut meliputi pembangunan 5.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa seluas 14.000 hektare, pengembangan kawasan budi daya udang terintegrasi seluas 2.000 hektare, budi daya tematik berbasis desa dengan sistem Mini Recirculating Aquaculture System (RAS) di 40.000 lokasi, pengadaan 4.582 unit kapal ikan modern, serta pengembangan swasembada garam nasional di kawasan sekitar 2.000 hektare,” ujar Harun, Kamis (29/10/2026).
Ia menambahkan, implementasi program berskala nasional ini membutuhkan dukungan multidisiplin ilmu, mencakup perencanaan wilayah, rekayasa teknologi, penguatan ekonomi masyarakat, aspek hukum dan tata kelola, hingga kesehatan dan pendidikan. Perguruan tinggi berpeluang masuk melalui pendampingan masyarakat, inovasi teknologi, serta penyusunan model pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.
Sebelumnya, Wamen KKP Irwan Meilano menegaskan bahwa pengembangan kawasan pesisir tidak bisa hanya mengandalkan sektor kelautan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi. Pihaknya membuka pintu seluas-luasnya agar program kampung nelayan modern dapat dijadikan sebagai laboratorium nyata bagi para akademisi UMS.
Beberapa unit akademis UMS yang disiapkan untuk terlibat dalam kerja sama ini meliputi Fakultas Geografi, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Bentuk kegiatan konkret yang dirancang antara lain berupa riset kolaboratif dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di kawasan pesisir.
Sinergi ini diharapkan dapat menyambungkan agenda pembangunan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir. Seluruh program diarahkan untuk beroperasi di atas prinsip perlindungan sumber daya, pemanfaatan terukur sesuai batas keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, serta pembagian manfaat pembangunan yang adil demi meningkatkan kualitas hidup keluarga nelayan.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














