muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Indonesian Mathematics Educators Society (I-MES) 2026 yang berlangsung secara hibrid di Auditorium Muhamad Djazman UMS, Rabu (28/10/2026). Forum nasional tersebut secara resmi menetapkan Prof. Dr. Wahyu Hidayat, M.Pd. sebagai Ketua Umum I-MES periode 2026–2028, menggantikan Prof. Dr. Sri Adi Widodo, M.Pd. yang memimpin pada periode 2024–2026.
Kongres yang diikuti oleh 195 peserta—terdiri atas 80 peserta luring dan 115 peserta daring—tersebut mengusung fokus utama penguatan kolaborasi akademik, tata kelola organisasi, dan peningkatan kompetensi pendidik. Selain regenerasi kepemimpinan, agenda ini menjadi ajang evaluasi capaian pengurus periode sebelumnya sekaligus perumusan arah strategis organisasi ke depan.

Ketua Prodi Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan momentum strategis bagi UMS dalam memperluas kontribusi serta jejaring akademik secara nasional.
“Persiapan diusahakan semaksimal mungkin melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik internal program studi, fakultas, universitas, maupun pengurus I-MES agar pelaksanaan kongres berjalan lancar,” ujar Rita, Kamis (29/10/2026).
Rita menambahkan, keterlibatan aktif UMS sejalan dengan visi keilmuan Prodi Pendidikan Matematika UMS yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir matematis, pemanfaatan teknologi digital, integritas keislaman, serta kearifan lokal. Penyelenggaraan kongres ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi transformasi pendidikan matematika di Indonesia.
Dalam forum evaluasi kepengurusan 2024–2026, Prof. Sri Adi Widodo memaparkan sejumlah capaian penting organisasi. Selama dua tahun terakhir, I-MES telah menginisiasi workshop penyusunan proposal hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), pelatihan penulisan karya ilmiah dan buku, hingga penyusunan Suplemen Kurikulum Minimal Pendidikan Matematika untuk jenjang S-1 dan S-2.
Di sisi kelembagaan, I-MES berhasil memperluas jangkauan dengan membentuk kepengurusan wilayah dari Aceh hingga Papua, dengan tingkat aktivitas tertinggi tercatat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Meski demikian, laporan evaluasi mencatat beberapa tantangan yang perlu diselesaikan kepengurusan baru, seperti pemerataan partisipasi anggota, tata kelola beban kerja pengurus, keterbatasan pendanaan, dan efestivitas koordinasi inter-wilayah.
Guna merespons tantangan masa depan, kepengurusan I-MES periode 2026–2028 di bawah kepemimpinan Prof. Wahyu Hidayat direkomendasikan untuk melakukan digitalisasi administrasi, penyusunan rencana strategis berbasis indikator terukur, serta peningkatan keterlibatan guru sekolah dalam riset dan publikasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pembelajaran di era kecerdasan artifisial (AI), transformasi kurikulum, dan penguatan numerasi siswa secara berkelanjutan.
Organisasi profesi yang berdiri sejak 18 Oktober 2017 di Jakarta ini diproyeksikan terus berkembang secara inklusif dan mampu menginisiasi konferensi ilmiah mandiri guna memperkuat identitas akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.













