Mengulas Sejarah Muhammadiyah, Santri PAYM Karanganyar Diajak Meneladani Perjuangan KH Ahmad Dahlan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah (PAYM) Karanganyar menggelar Kajian Selasa Malam Rabu bertema “Sejarah Muhammadiyah dan Perjuangan KH Ahmad Dahlan” di Pendopo KH Ahmad Dahlan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengajak para santri dan peserta memahami akar sejarah pembaruan Islam sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan pendiri Muhammadiyah.

Kajian yang menghadirkan Ustadz Teguh Anshori, S.E., S.Sy., M.H. sebagai pemateri tersebut berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan ruang diskusi. Acara dibuka dengan pertanyaan pemantik mengenai latar belakang hadirnya Muhammadiyah yang kemudian ditanggapi oleh peserta terkait kondisi masyarakat pada masa lalu yang masih banyak terpengaruh praktik takhayul, bidah, dan khurafat (TBC).

Dalam pemaparannya, Ustadz Teguh membenarkan bahwa pelurusan pemahaman agama menjadi salah satu pendorong utama gerakan pembaruan KH Ahmad Dahlan. Ia menjelaskan bahwa perjumpaan sejarah antara tradisi lokal dan ajaran Islam sempat memunculkan pemahaman sinkretisme. Oleh karena itu, Muhammadiyah hadir untuk memurnikan tauhid dan mengembalikan pengamalan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah, termasuk menghindari kepercayaan mistis maupun praktik ziarah yang menyimpang.

Selain pemurnian ajaran agama, kajian tersebut menyoroti gagasan pembaruan pendidikan yang dirintis KH Ahmad Dahlan. Di tengah keterbatasan akses pendidikan pada masa kolonial Belanda, KH Ahmad Dahlan memelopori sistem persekolahan Islam modern terorganisasi dengan ruang kelas, meja, dan kursi, yang diawali melalui Madrasah Ibtidaiyah Diniyah di Kauman, Yogyakarta, sebelum Muhammadiyah resmi berdiri pada 18 November 1912.

Ustadz Teguh menekankan kepada para santri PAYM Karanganyar agar memanfaatkan kesempatan serta fasilitas pengasuhan dan pendidikan yang diterima saat ini. Menurutnya, gerakan sosial dan pendidikan Muhammadiyah bukan sekadar penyediaan bantuan fisik, melainkan ikhtiar membentuk generasi muda yang berilmu, bermoral, mandiri, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait