by | 27 Oct 2026 | KabarMu |

Prodi Pendidikan Matematika UMS Gelar Kuliah Umum: Perkuat Bernalar Kritis di Tengah Pesatnya AI

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum guna membekali mahasiswa kemampuan berpikir matematis, pemahaman data, dan penalaran kritis dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) serta ketidakpastian global.

Kegiatan bertema “Meneguhkan Jati Diri sebagai Mahasiswa Pendidikan Matematika: Berpikir Matematis, Berkarakter, dan Berdampak” tersebut berlangsung di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS, Senin (26/10/2026). Agenda ini ditujukan bagi mahasiswa semester 1 dan 3 agar mampu meneguhkan identitas akademik sebagai calon pendidik yang adaptif, berintegritas keislaman, serta berbasis kearifan lokal.

Ketua Prodi Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa tema yang diusung selaras dengan visi keilmuan program studi dalam mengembangkan pembelajaran matematika berbasis teknologi digital.

“Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai konsep matematika, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menghasilkan gagasan dan solusi yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujar Rita, Selasa (27/10/2026).

Kuliah umum ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber. Pada sesi pertama, Ketua Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc., membawakan materi Mathematical Thinking. Ia memaparkan relevansi matematika di tengah pesatnya AI melalui tinjauan sejarah, mulai dari tulang Ishango, tablet Babilonia Plimpton 322, hingga Papirus Rhind.

Puguh menekankan dua pendekatan utama, yakni algebraic thinking dan computational thinking, dengan mengulas kontribusi tokoh sejarah seperti Al-Khwarizmi, Gauss, Galois, Ada Lovelace, hingga Alan Turing. Pemahaman mahasiswa turut diperkuat melalui simulasi interaktif dan demonstrasi metode bagi dua (bisection method) untuk menyelesaikan masalah secara sistematis.

Sementara itu, dosen Prodi Pendidikan Matematika UMS, Naufal Ishartono, M.Pd., Ph.D., mengisi sesi kedua dengan materi How Math Handle VUCA?. Ia mengaitkan fenomena pergerakan nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan dinamika AI dengan kondisi volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA).

Naufal menjelaskan bahwa penyelesaian tantangan VUCA memerlukan keterampilan matematis yang spesifik, seperti literasi statistik untuk volatilitas, penalaran probabilistik untuk ketidakpastian, pemodelan matematika untuk kompleksitas, serta penalaran kritis untuk ambiguitas. Ia mendorong mahasiswa membiasakan diri membaca berita berbasis data, menguasai ilmu peluang, serta memverifikasi hasil perangkat AI secara bijak.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para peserta tampak antusias mendalami penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari maupun navigasi menghadapi perkembangan teknologi masa depan.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait