muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Sebanyak 250 santri dari 25 pondok pesantren pilihan di Kabupaten Karanganyar, termasuk kontingen dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar, ikutserta dalam kegiatan Kemah Santri Nasional Kabupaten Karanganyar yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Kompleks Masjid Agung Madaniyah Karanganyar.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Karanganyar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Selain mempererat tali silaturahmi antarlembaga pesantren, ajang ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta penguatan jiwa kepemimpinan santri.
Keikutsertaan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar menjadi wujud dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda Islam yang mandiri dan berdisiplin tinggi.

Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar menegaskan bahwa agenda tahunan ini memiliki nilai strategis bagi tumbuh kembang mental dan kepribadian para santri.
“Kegiatan Kemah Santri Nasional Kabupaten Karanganyar ini merupakan momentum penting untuk memperingati Hari Santri Nasional. Melalui kegiatan ini, para santri dapat mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kemandirian,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren.
Ia menambahkan, dinamika selama perkemahan memberikan pengalaman lapangan yang berharga. Pembelajaran tidak hanya didapat di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial, kerja sama tim, dan latihan kedisiplinan di alam terbuka.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat melahirkan generasi santri yang berakhlak mulia, berwawasan luas, memiliki jiwa nasionalisme, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Melalui partisipasi aktif dalam Kemah Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar terus berkomitmen mencetak kader-kader muda yang unggul, mandiri, berakhlak mulia, serta siap membawa kemajuan bagi masyarakat luas.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














