muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Diskusi Ilmiah Bersama Alumni guna membekali mahasiswa strategi menyeimbangkan pencapaian akademik dan keaktifan berorganisasi. Kegiatan yang berlangsung secara luring di Penyetan Sawah pada Senin (27/10/2026) tersebut diikuti oleh 48 peserta.
Mengusung tema “Sinergi Akademik & Organisasi: Pendekatan Terukur ala Filosofi Teras,” forum ini menghadirkan alumni PAI UMS sekaligus Master of Islamic Studies Universitas Islam Indonesia (UII), Hamka Al Hakim, serta Ketua Program Studi PAI UMS, Mohammad Zakki Azani, S.Th.I., M.Ed., Ph.D., sebagai pembicara.

Dalam paparan utamanya, Hamka Al Hakim menggarisbawahi dilema klasik mahasiswa yang kerap terjebak menjadi tipikal “kura-kura” (kuliah-rapat, aktif organisasi tetapi akademik keteteran) atau “kupu-kupu” (kuliah-pulang, IPK aman tetapi minim pengalaman dan relasi). Sebagai solusi, ia mengenalkan pendekatan Filosofi Teras, khususnya penerapan dikotomi kendali.
Melalui prinsip tersebut, mahasiswa diajak memilah hal-hal yang berada dalam kendali diri—seperti manajemen waktu belajar, kontrol emosi, serta keputusan berorganisasi—dengan hal-hal di luar kendali, seperti standar penilaian dosen,karakter rekan, maupun dinamika internal organisasi.
“Yang bisa kita kendalikan adalah bagaimana kita mengatur waktu, merespons keadaan, dan menentukan tindakan. Jangan terlalu menghabiskan energi untuk hal-hal yang memang berada di luar kendali kita,” ujar Hamka.
Hamka turut menawarkan sejumlah strategi praktis, antara lain penerapan metode timeboxing, penyelesaian tugas tanpa menunda, pemanfaatan kecerdasan buatan (GenAI) secara bijak untuk brainstorming, hingga keberanian menetapkan batasan dengan menolak rapat organisasi yang minim substansi. Ia menambahkan bahwa dinamika organisasi hendaknya dimanfaatkan sebagai ruang mengasah kemampuan public speaking, negosiasi, kelola konflik, dan penyusunan portofolio pascakuliah.
Sementara itu, Kaprodi PAI UMS Mohammad Zakki Azani menegaskan bahwa pengalaman di luar kelas merupakan bagian tak terpisahkan dari pembentukan kesiapan masa depan mahasiswa.
“Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali dengan kemampuan akademik. Pengalaman, relasi, kemampuan berkomunikasi,dan proses belajar di luar kelas juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” tegas Zakki.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Prodi PAI Internasional UMS, Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I.,menyampaikan bahwa ruang dialog ini dirancang agar mahasiswa mampu merefleksikan dan mengelola setiap aktivitas secara terukur.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari pengalaman alumni, terutama bagaimana menjalani kehidupan akademik sekaligus organisasi secara seimbang. Harapannya, mahasiswa tidak hanya aktif, tetapi juga mampu mengelola setiap aktivitas dengan terukur,” kata Nurul, Rabu (28/10/2026).
Melalui diskusi interaktif ini, para mahasiswa didorong untuk membangun kebiasaan kecil secara konsisten demi mencapai sinergi yang berkelanjutan antara prestasi akademik dan kematangan berorganisasi.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














