muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kairo, Mesir,dalam menggelar Pelatihan Analisis Bibliometrik Bidang Islamic Studies. Program ini diselenggarakan secara hybridpada 27 September hingga 3 Oktober 2026 guna memperkuat kapasitas riset serta publikasi ilmiah mahasiswa Universitas Al-Azhar.
Pelatihan ini menerjunkan tim ahli dari FAI UMS yang dipimpin oleh Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., bersama anggota tim Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., Asrizal Mustofa, Lc., M.A., dan Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para peneliti muda dengan keterampilan analisis literatur ilmiah berbasis teknologi digital guna menjawab tuntutan perkembangan riset kontemporer.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali penguasaan sejumlah perangkat lunak pendukung riset utama, seperti Mendeley Desktop untuk pengelolaan referensi, VOSviewer untuk visualisasi jejaring penelitian, serta aplikasi R/Biblioshiny untuk pengolahan data dokumen. Peserta juga diberikan akses pangkalan data bereputasi Scopus yang difasilitasi langsung oleh UMS.

Ketua Tim FAI UMS, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., menjelaskan bahwa pelatihan memadukan penguasaan metode bibliometrik, teknik pengolahan data publikasi, visualisasi jaringan, hingga pendampingan penulisan naskah artikel. Sesi daring difokuskan pada manajemen dataset, panduan diagram alir PRISMA, dan pengenalan instrumen riset. Sementara sesi luring yang berlangsung di Markaz Dakwah PCIM Kairo menitikberatkan pada praktik langsung serta klinik draf artikel berformat Introduction, Methods, Results, and Discussion (IMRaD).
“Pemanfaatan instrumen teknologi digital menjadi sorotan utama dalam mendukung riset studi Islam ini. Melalui instrumen ini, peneliti dapat memetakan tren kajian, hubungan antarkata kunci, hingga menelaah pola kolaborasi antarpenulis. Visualisasi jejaring tersebut sangat krusial dalam mengidentifikasi tema riset yang sudah banyak dikaji sekaligus mencari celah penelitian (novelty) yang masih terbuka lebar,” ujar Kharis, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, pemateri utama sesi daring, Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., menekankan pentingnya membangun tradisi penelitian yang inovatif dan solutif agar mahasiswa tidak terjebak pada pengulangan tema lama. Ia menggarisbawahi bahwa penguasaan literatur klasik (turats) yang menjadi keunggulan mahasiswa Al-Azhar harus diintegrasikan dengan metodologi riset modern. Hal senada ditegaskan Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., yang menyatakan alumni Timur Tengah wajib memiliki metodologi riset yang mapan untuk menghasilkan kontribusi akademis yang berdampak.
Rangkaian kegiatan luring di Kairo disambut antusias oleh para peserta saat mempraktikkan visualisasi data menggunakan Excel, VOSviewer, dan Biblioshiny. Sinergi antara FAI UMS dan PCIM Kairo ini ditargetkan mampu memfasilitasi lahirnya draf artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi jurnal internasional bereputasi.
Ketua PCIM Mesir, Imbatsani Fakhrul Muttaqin, Lc., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya program ini. Pihaknya berharap pelatihan ini memicu iklim akademik yang lebih produktif bagi mahasiswa di Mesir dalam menghasilkan karya ilmiah dan esai yang bermanfaat luas bagi masyarakat global.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














