muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Organisasi Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar aksi syiar agama Islam melalui program Ngaji on the Road di area Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (25/10/2026). Berbeda dari biasanya, gelaran kali ini menggandeng dua organisasi mahasiswa lintas kampus guna memperluas jangkauan dakwah di tengah masyarakat.
Dua organisasi yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS dan Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta.
Ketua MPQ UMS, Kharis Yarju Rohmatullah, menyatakan bahwa keterlibatan organisasi mahasiswa lain merupakan langkah strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membumikan kalam Allah secara lebih masif.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang bersama untuk berdakwah dan berkontribusi menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an, sekaligus mempererat hubungan antarorganisasi dan membuka peluang sinergi dalam kegiatan positif lainnya,” ujar Kharis saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).
Program Ngaji on the Road sendiri telah berjalan konsisten selama lima tahun. Dalam pelaksanaannya, panitia memberikan akses pembelajaran terbuka bagi seluruh pengunjung CFD Solo, mulai dari pembinaan iqra dasar, tilawah,murajaah, tahfiz, hingga fasilitasi penuntasan target khatam Al-Qur’an 30 juz. Sebagai bentuk apresiasi, panitia turut menyediakan sarapan gratis bagi 70 pendaftar pertama.
Kehadiran kegiatan dakwah di ruang publik ini mendapat sambutan positif dari pengunjung. Fahad Hilal Hamzah,seorang pekerja perantau asal Jawa Timur yang berdomisili di Kabupaten Boyolali, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, membaca Al-Qur’an harus terus diimbangi dalam kehidupan sehari-hari di samping ibadah wajib lainnya.
Dari sudut pandang mitra kolaborasi, perwakilan IMM Pondok Shabran UMS, Sahl Kasih Fulannah, menyebutkan keikutsertaan organisasinya didasari oleh semangat tajdid dakwah dan implementasi nilai Islam Berkemajuan. Ia menekankan bahwa dakwah tidak boleh terbatas oleh dinding kelas atau masjid semata, melainkan harus hadir sebagai nafas di seluruh dimensi kehidupan, termasuk di ruang publik seperti CFD.
Hal senada diungkapkan perwakilan UKMI Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta, Ghifari Mabrur Al Burhani. Ia menilai kesamaan visi dalam menjalankan dakwah ruang publik menjadi alasan utama terbentuknya kerja sama ini,sekaligus menjadi media efektif untuk menjangkau sasaran masyarakat yang lebih luas dibanding cakupan internal kampus.
Sinergi lintas kampus ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memicu antusiasme masyarakat yang lebih besar dalam mempelajari Al-Qur’an pada gelaran-gelaran berikutnya.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














