by | 29 Oct 2026 | KabarMu |

Wamen PPMI Ajak Aktivis BEM PTMA Rancang Karier dan Perkuat Kompetensi Profesional

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengajak para aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMA) se-Indonesia untuk mulai merancang perencanaan karier dan memperkuat kompetensi profesional seusai purna tugas di organisasi kampus.

Pesan tersebut disampaikan Dzulfikar saat memberikan pengarahan dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) BEM PTMA se-Indonesia 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10/2026). Ia menekankan bahwa pengalaman memimpin organisasi merupakan modal sosial yang besar, namun harus ditindaklanjuti dengan arah tujuan hidup yang jelas.

Menurut Dzulfikar, masa depan seorang aktivis sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni bahan bacaan yang dikonsumsi, lingkungan pergaulan yang dibangun, serta keberadaan mentor (talent maker). Keterpaduan ketiga hal tersebut dinilai mampu memperluas wawasan dan membentuk Keterampilan praktis yang tidak selalu didapatkan dalam pendidikan formal.

Dalam kesempatan tersebut, Dzulfikar membagikan pengalaman pribadinya saat merintis karier di Jakarta, termasuk pernah menjadi sopir selama dua tahun untuk memahami lingkungan dan membangun jaringan komunikasi, hingga bangkit dari kegagalan bisnis yang sempat mengalami kebangkrutan sebanyak tiga kali.

Guna membangun masa depan yang berkelanjutan, ia memaparkan tiga jalur utama yang dapat ditempuh mahasiswa,yaitu memanfaatkan jaringan untuk meraih peluang ekonomi, mengakses struktur kekuasaan untuk membuka kesempatan,serta membangun usaha dan aset secara konsisten. Ia mengimbau para pimpinan organisasi mahasiswa untuk segera menyusun rencana strategis lima tahunan.

Selain membekali mahasiswa dengan arahan pengembangan diri, Wamen PPMI turut memaparkan program strategis pemerintah yakni SMK Go Global. Program ini menargetkan pengiriman 500.000 tenaga kerja terampil Indonesia ke pasar internasional dalam kurun waktu lima tahun. Calon pekerja migran akan dibekali keahlian teknis seperti pengelasan (welder) serta pelatihan bahasa asing, meliputi bahasa Jerman, Korea, Jepang, dan Inggris.

Menutup penyampaiannya, Dzulfikar mendorong perguruan tinggi untuk terus berkontribusi menyiapkan lulusan yang kompeten serta mengajak seluruh generasi muda menjaga optimisme dalam mengawal pembangunan bangsa melalui karya dan pengabdian nyata.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait