muhammadiyakaranganyar.or.id, Kerjo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo resmi memulai rangkaian kegiatan Tarwih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 H. Putaran perdana ini dilaksanakan di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangrejo, tepatnya di Masjid Al Mutaqin pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang dimulai dengan agenda ifthor atau buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi organisasi serta syiar dakwah di tingkat akar rumput. Setelah berbuka, sekitar 100 jamaah yang hadir melanjutkan rangkaian ibadah dengan sholat Maghrib, Isya, hingga sholat Tarawih berjamaah.
Sinergi Lintas Sektoral di Karangrejo
Suasana Tarling kali ini terasa berbeda dan lebih istimewa. Pasalnya, PCM Kerjo tidak bergerak sendiri, melainkan dibersamai oleh tim Tarling Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kerjo serta jajaran Perangkat Desa Karangrejo. Sinergi ini menunjukkan harmoni yang kuat antara ormas keagamaan dengan pemerintah setempat.
Kepala Desa Karangrejo, Fachrudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PCM Kerjo dalam memilih Masjid Al Mutaqin sebagai lokasi pembuka. Menurutnya, kehadiran tim dari tingkat cabang memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga.
Penyaluran Santunan dan Pesan Dakwah
Ketua PCM Kerjo, Sambodo, menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi pemantik bagi warga Muhammadiyah untuk terus menebar manfaat. Ia menekankan pentingnya peran aktif anggota organisasi dalam membangun umat melalui program-program yang nyata.
Sebagai bentuk aksi nyata, melalui Kantor Layanan Lazismu (KLL) PCM Kerjo, diserahkan santunan berupa 10 bingkisan untuk kaum dhuafa dan donasi bagi 3 anak yatim di wilayah PRM Karangrejo. Selain itu, dukungan juga datang dari DMI Kerjo yang menyerahkan satu paket bantuan, serta bantuan tunai untuk Masjid Al Mutaqin dari Fachrudin selaku kepala desa.
Mengetuk Pintu Berkah Melalui ZIS
Puncak rohani acara diisi dengan kultum oleh Maryanto. Dalam pesan agamanya, Maryanto memaparkan tentang keberkahan Ramadan yang berlipat ganda bagi mereka yang gemar beramal. Ia mengajak jamaah untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
muhammadiyakaranganyar.or.id, JUMANTONO – Sebanyak kurang lebih 300 jamaah dari berbagai kalangan usia memadati Islamic Center Muhammadiyah Utsman Bin Affan, Ngunut, Jumantono, pada Ahad (1/3/2026). Kehadiran massa tersebut bertujuan untuk mengikuti Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono bersinergi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jumantono.
Kajian yang berlangsung pukul 06.00 hingga 07.15 WIB ini mengangkat tema sentral “Ramadhan: Momen Terbaik, Raih Ridha Rabbmu.” Pemilihan tema tersebut dimaksudkan sebagai pengingat strategis bagi umat Islam agar tidak melewatkan momentum bulan suci tanpa peningkatan kualitas spiritual yang signifikan.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Irhamuddin Mahmud, L.C., M.Pd., yang merupakan akademisi sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA). Dalam paparan materinya, Irhamuddin menekankan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas yang bersifat terbatas.
“Ramadhan adalah momen terbaik untuk meraih ridha Allah SWT. Jangan sampai bulan yang penuh keberkahan ini berlalu tanpa peningkatan kualitas diri,” tegas Irhamuddin di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Ia memaparkan bahwa kemuliaan seorang Muslim di dunia tidak dapat dipisahkan dari kedudukannya di akhirat kelak. Menurutnya, orientasi hidup setiap individu harus dipusatkan pada kebahagiaan ukhrawi sebagai visi utama. Irhamuddin menjelaskan bahwa indikator kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi yang bersifat fana, melainkan dari konsistensi menjaga iman, memperbanyak amal saleh, serta kontribusi nyata dalam dakwah Islam.
Menariknya, Irhamuddin turut membagikan kisah inspiratif mengenai keteladanan para gurunya dalam menuntut ilmu. Ia menceritakan sosok guru yang tetap istiqamah mengajar meski telah berusia lebih dari 120 tahun. Guru tersebut diceritakan rutin menerima setoran hafalan Al-Qur’an dari para murid sejak sebelum Subuh hingga menjelang Zuhur dengan penguasaan 14 qiraat.
Kisah tersebut ia jadikan bukti konkret bahwa keberkahan umur sangat bergantung pada kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an dan kesungguhan dalam menyebarkan kemaslahatan ilmu. Semangat para ulama terdahulu inilah yang menurutnya harus diwarisi oleh generasi Muslim saat ini.
Menutup tausiyahnya, Irhamuddin berpesan agar sisa waktu di bulan Ramadhan tahun ini tidak terbuang percuma. Ia mendorong jamaah untuk lebih proaktif dalam menghidupkan majelis ilmu dan kegiatan dakwah.
“Maksimalkan Ramadhan kita yang masih tersisa. Jadilah pribadi yang suka meluangkan waktu untuk dakwah Islam, biasakan diri kita untuk senantiasa duduk di majelis ilmu,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan harapan dari pihak PCM dan AMM Jumantono agar kegiatan ini terus menjadi sarana pembinaan umat yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Jumantono dan sekitarnya.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses itu dibentuk secara sistematis sejak mahasiswa memasuki tahap profesi.
Bagi calon mahasiswa baru, FK UMS menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi pada pembentukan karakter dan profesionalisme dokter masa depan.
“Setiap mahasiswa dipersiapkan dengan standar keselamatan pasien, etika kedokteran, hingga kesiapan menghadapi dinamika dunia klinik,” terang Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., saat diwawancarai pada Selasa, (24/2).
Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV.
Materi Patient Safety dan Student Safety menjadi fondasi utama. Mahasiswa dilatih memahami identifikasi pasien secara tepat, komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, keamanan obat berisiko tinggi, hingga pencegahan risiko infeksi dan jatuh di rumah sakit.
Tak hanya teori, Flora menerangkan bahwa aspek Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI) diberikan secara komprehensif, termasuk praktik penggunaan alat pelindung diri (APD) level 1–3, pengelolaan limbah medis, serta standar kebersihan tangan sesuai protokol layanan kesehatan modern.
Kemampuan menghadapi situasi kegawatdaruratan juga diasah melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penyegaran Basic Life Support (BLS), memastikan mahasiswa siap bertindak cepat dan tepat dalam kondisi kritis.
“FK UMS juga menanamkan nilai etika kedokteran sejak awal, mulai dari etika berinteraksi dengan pasien dan sejawat, etika bermedia sosial bagi tenaga medis, hingga komitmen menjaga kerahasiaan rekam medis pasien,” ungkap Dekan FK UMS itu.
Proses pelaksanaan Sumpah Dokter Muda Periode 41
Yang tak kalah penting, lanjutnya, kesehatan mental calon dokter turut menjadi perhatian. Mahasiswa dibekali strategi menjaga stabilitas emosi, mengelola stres, serta membangun ketahanan psikologis selama menjalani pendidikan klinik.
Pendekatan spiritualitas pun terintegrasi dalam pembelajaran, melalui penguatan nilai keislaman, muhasabah diri, ikhtiar, dan tawakal. Inilah ciri khas pendidikan dokter di UMS yang memadukan kompetensi medis dan nilai moral.
Seluruh penguatan tersebut bukan sekadar konsep, tetapi telah diterapkan dalam rangkaian kegiatan Pembekalan Calon Dokter Muda (Koas) Periode 41 yang digelar pada 11–20 Februari 2026.
Pembekalan tahap awal dilaksanakan di lingkungan FK UMS dengan penguatan kurikulum pendidikan profesi dokter, sistem akademik, administrasi dokter muda, hingga panduan logbook dan laporan Interprofessional Education (IPE).
Tahap berikutnya berlangsung di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, di mana mahasiswa mendapatkan materi standar akreditasi rumah sakit, mutu layanan, serta integrasi pendidikan dalam pelayanan kesehatan.
Materi proteksi kebakaran dan jalur evakuasi diberikan bersama tim Diklat RSU Pusat Surakarta, sementara penyegaran BLS didukung Tim Code Blue dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Rangkaian pembekalan ditutup dengan penguatan etika dan spiritualitas sebelum mahasiswa resmi memasuki tahap klinik di rumah sakit jejaring. Sebanyak 147 dokter muda kemudian mengikuti Prosesi Sumpah Dokter Muda Periode 41 pada 21 Februari 2026 sebagai penanda dimulainya pendidikan klinik mereka. (Yusuf/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)” pada Senin (23/2), di Area Kampus 1 dan 2 UMS. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengajak seluruh elemen mahasiswa serta masyarakat untuk turut berpartisipasi.
Mengusung semangat kepedulian lingkungan dalam suasana ngabuburit yang menyenangkan, NGASIH menjadi wadah kolaborasi antara kader Hizbul Wathan, civitas academica, serta komunitas kampus dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai implementasi nilai-nilai keislaman dan kepanduan.
Foto bersama dalam ngasih (Ngabuburit Asik Sambil Bersih Bersih) Dok.Media HW UMS
Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membumikan nilai Fastabiqul Khoirot di bulan penuh keberkahan.
“NGASIH bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial. Kami ingin menghadirkan ngabuburit yang lebih bermakna, di mana setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat,” ujarnya, Selasa, (24/2).
Melalui gerakan tersebut, Hizbul Wathan UMS berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman sekaligus bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Ketua BKM RGW, Rakanda Risky, menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin hanya terlihat sebagai pemungut sampah yang berjalan. Di Hari Peduli Sampah Nasional, kami memilih membawa edukasi karena yang kami tuju bukan sekadar sampah yang berserakan, tetapi kesadaran yang harus ditumbuhkan dan diimplementasikan: buanglah sampah pada tempatnya, jaga lingkungan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui NGASIH, Hizbul Wathan UMS berharap dapat menanamkan kesadaran bahwa aksi sederhana seperti memungut sampah memiliki dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen kader dalam mengintegrasikan nilai kepanduan, keislaman, dan kepedulian sosial dalam kehidupan kampus. (Gissya/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja melalui pembaruan portal karier yang dikembangkan bersama Kinobi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan tingginya angka pengangguran, termasuk dari kalangan sarjana.
Program tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi yang menekankan pentingnya penguatan soft skill, kewirausahaan, serta pengalaman praktik sebagai bekal mahasiswa setelah lulus.
Dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan Pengkaderan dan Alumni Dr. Bambang Sukoco, M.H., menyampaikan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membantu mengatasi persoalan pengangguran melalui peningkatan kualitas lulusan.
Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan Pengkaderan dan Alumni, Bambang Sukoco, M.H., menyampaikan sambutan
Ia menjelaskan bahwa capaian akademik semata belum cukup untuk menjamin kesiapan kerja mahasiswa.
“IPK yang tinggi itu tidak otomatis kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa prestasi akademik harus didukung kemampuan lain seperti kreativitas, keterampilan, dan kecakapan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Kabit Pusat Karir dan Hubungan Alumni, Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H., turut memaparkan pentingnya transformasi layanan karier di perguruan tinggi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
Ia menjelaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kemampuan komunikasi, dan pemahaman terhadap proses karier sejak dini.
“Perguruan tinggi perlu memiliki sistem yang bisa memonitor kesiapan mahasiswa dan menghubungkan mereka langsung dengan peluang karier yang relevan,” jelasnya dalam pemaparannya
Melalui kerja sama dengan Kinobi, UMS menghadirkan portal karier yang dirancang sebagai jembatan antara mahasiswa, lulusan, dan dunia kerja. Platform tersebut menyediakan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembekalan kesiapan kerja hingga akses peluang karier yang lebih luas.
Pemaparan terkait portal karir oleh Tim Partnership Kinobi, Najla Afiyah
Menurut Bambang, kehadiran portal karier ini diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi institusi, tetapi juga mahasiswa dan calon lulusan agar lebih siap memasuki dunia profesional.
“Portal karier ini memang disiapkan untuk menjadi jembatan bagi para mahasiswa lulusan dan dunia kerja,” jelasnya pada Selasa (24/2).
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam mengurangi tingginya angka pengangguran di Indonesia. UMS menargetkan para lulusannya dapat berkontribusi positif di masyarakat serta membawa manfaat di berbagai bidang.
Dengan pembaruan portal karier tersebut, UMS menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berupaya aktif menyiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. (Sarah/Humas)