PDMKARANGANYAR, Semarang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi pada Sabtu–Ahad, 20–21 September 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sebelumnya telah menggelar pelatihan serupa di Hotel Narita, Tangerang, pada 29–31 Agustus 2025.
Pelatihan tersebut menjadi bukti keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat citra positif organisasi di era digital. Materi yang diberikan meliputi strategi pengelolaan reputasi, penanganan krisis komunikasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung dakwah dan aktivitas organisasi.
“Organisasi yang sehat adalah organisasi yang kebijakan dari pusat dapat segera direspon dan ditindaklanjuti oleh struktur di bawahnya. Komitmen inilah yang ditunjukkan PWM Jawa Tengah melalui pelatihan ini,” ujar Ikhwanushoffa, Sekretaris Eksekutif PWM Jawa Tengah.
Menurutnya, tantangan reputasi digital tidak bisa dianggap ringan. Di tengah derasnya arus informasi dan persaingan narasi di media sosial, Muhammadiyah perlu memiliki strategi komunikasi yang kuat, adaptif, dan konsisten agar tetap relevan. “Digital adalah era kekinian dan masa depan. Inovasi atau mati. Jika tidak segera membuat terobosan, tak mustahil Muhammadiyah akan ditinggalkan,” tambahnya.
Pelatihan ini juga menjadi simbol pentingnya budaya berjamaah dalam tubuh Muhammadiyah. Seperti nutrisi yang mengalir dari kepala hingga ke seluruh tubuh, kebijakan dan inovasi yang dicanangkan oleh Pimpinan Pusat diharapkan dapat menyebar hingga ke wilayah dan cabang, menjaga vitalitas organisasi agar tetap sehat dan berumur panjang.
Dengan langkah ini, PWM Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga dan meningkatkan reputasi digital Muhammadiyah, sekaligus memperkuat peran dakwah persyarikatan di tengah masyarakat modern.















