muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Karanganyar menggelar Kelas Vertical Rescue pada Ahad (26/4) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan kapasitas relawan kebencanaan. Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB ini, diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari unsur relawan Muhammadiyah maupun masyarakat umum.
Pelatihan yang diselenggarakan tanpa dipungut biaya ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Selain sebagai bentuk edukasi, kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat sekaligus memperkokoh kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan teknik penyelamatan khusus.
Dalam pelaksanaannya, MDMC Karanganyar berkolaborasi dengan instruktur berpengalaman dari Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Para peserta diberikan pembekalan intensif yang mencakup pengenalan alat hingga praktik dasar teknik penyelamatan vertikal, sebuah kompetensi vital dalam klaster Search and Rescue (SAR).
Anggota Pleno PDM Kabupaten Karanganyar, Arif Nasiruddin, dalam amanat apel pembukaan menegaskan pentingnya peran relawan Muhammadiyah sebagai garda terdepan misi kemanusiaan. Menurutnya, kerelawanan adalah manifestasi dari gerakan sosial yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujar Arif Nasiruddin saat mengutip hadis Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyatakan komitmen penuh PDM Karanganyar dalam mendukung program-program MDMC yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Di sisi lain, Bidang Diklat MDMC Karanganyar, Usamah, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa aspek teknis harus berjalan beriringan dengan semangat pengabdian.
“Kelas ini menjadi langkah awal untuk membekali relawan dengan keterampilan SAR, khususnya di bidang vertical rescue. Kami ingin memastikan para relawan muda memiliki kompetensi yang mumpuni sekaligus mental pejuang kemanusiaan,” ungkap Usamah.
Lebih lanjut, Usamah menambahkan bahwa kegiatan ini terintegrasi dalam sistem pembinaan berkelanjutan melalui Sekolah Relawan Muhammadiyah Karanganyar. Ke depan, kurikulum pelatihan tidak hanya akan menyentuh klaster SAR, tetapi juga akan merambah ke berbagai disiplin ilmu kebencanaan lainnya untuk menciptakan kesiapsiagaan yang komprehensif.
Melalui inisiatif ini, MDMC Karanganyar berharap dapat melahirkan jaringan relawan yang tangguh, profesional, dan selalu siap sedia berkontribusi secara nyata dalam setiap situasi darurat di tanah air.
Kontributor: Naf















