muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Konsistensi dalam membekali kader dengan wawasan ideologi mendalam terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat. Hal ini dibuktikan dengan kembali digelarnya Kajian Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) Seri ke-7 yang berlangsung di Gedung Muhammadiyah Training Centre (MTC), Sapen, Kebakkramat, pada Selasa malam (27/1/2026).
Memasuki seri ketujuh ini, fokus utama bahasan menyasar pada tema fundamental bagi arah gerak warga persyarikatan, yakni “6 Identitas Masyarakat Islam.” Materi strategis tersebut dipaparkan secara lugas oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Teguh Anshori. Dalam paparannya, Teguh menyoroti bagaimana karakter masyarakat Islam yang sebenar-benarnya harus menjadi cermin bagi setiap pimpinan maupun warga Muhammadiyah dalam berorganisasi dan bermasyarakat.

Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, menjelaskan bahwa serial Kajian Ideopolitor ini sengaja dirancang secara berkelanjutan dan sistematis. Hal ini dilakukan agar pemahaman kader terhadap nilai-nilai persyarikatan tidak setengah-setengah, terutama di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks. Ia menilai penguatan akar ideologi adalah fondasi utama sebelum seorang kader terjun ke ranah politik maupun sosial.
“Kajian Ideopolitor Seri ke-7 ini merupakan kelanjutan dari komitmen kita untuk mencetak pimpinan yang melek politik namun tetap kokoh secara ideologi. Dengan memahami enam identitas masyarakat Islam, kita ingin memastikan bahwa setiap gerak langkah organisasi selalu selaras dengan prinsip-prinsip Islam yang berkemajuan,” tegas Paryono saat memberikan sambutan di hadapan para peserta.
Paryono juga menambahkan bahwa pemahaman yang mendalam mengenai identitas Islam akan membuat organisasi lebih solid dan mandiri. Menurutnya, kader yang paham identitas tidak akan mudah terombang-ambing oleh kepentingan sesaat yang dapat merugikan visi besar Muhammadiyah.
Agenda yang berlangsung khidmat mulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci di wilayah Kebakkramat. Peserta terdiri dari Pleno PCM Kebakkramat, pimpinan inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dari Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) serta Organisasi Otonom (Ortom).
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kebakkramat, hingga jajaran Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta Amal Usaha Aisyiyah (AUA). Kehadiran para pimpinan lintas tingkatan ini menunjukkan adanya semangat kolektif untuk memperkuat sinergi organisasi.
Kajian Seri ke-7 ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu pengetahuan (tajdid), tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memastikan seluruh program kerja berjalan di atas rel ideologi yang tepat. Dengan berakhirnya seri ketujuh ini, PCM Kebakkramat berharap para kader semakin siap menghadapi berbagai tantangan dengan identitas Islam yang kuat, mandiri, dan mencerahkan semesta. (Agus S)















