muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Memasuki pengujung bulan menuju Ramadan 1447 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo mengintensifkan pembekalan spiritual bagi warganya melalui syiar agama yang menyentuh akar rumput. Salah satu langkah nyatanya adalah penyelenggaraan Pengajian Kamara (Kajian Malam Rabu) yang berlangsung penuh khidmat di Masjid Jami Alwalidah Sa’adah Botok, Selasa malam (27/1/2026).
Kegiatan ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi lintas elemen, mulai dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Botok hingga para mahasiswa yang sedang menempuh Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sinergi ini menunjukkan bahwa semangat dakwah Muhammadiyah di wilayah Kerjo tetap solid dan mampu merangkul generasi muda intelektual.
Menghadirkan narasumber Sutarno, pengajian malam itu mengangkat tema “Berlomba-lomba dalam Kebaikan” atau Fastabiqul Khairat. Dalam paparannya, Sutarno menekankan bahwa momentum sebelum masuknya bulan suci adalah waktu terbaik untuk melakukan audit spiritual. Ia mengajak para jamaah untuk tidak hanya menunggu datangnya Ramadan, tetapi menjemputnya dengan persiapan diri yang matang, baik secara fisik maupun batin.
Sutarno menjelaskan bahwa esensi dari berlomba dalam kebaikan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah ritual secara personal. Lebih dari itu, ia mendorong warga Muhammadiyah di Kerjo untuk memperkuat aspek kepedulian sosial sebagai manifestasi dari iman. Menurutnya, kesalehan individu harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial agar keberadaan persyarikatan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Ramadan adalah medan laga bagi setiap muslim untuk membuktikan kualitas takwanya. Jangan sampai kita memasuki bulan yang mulia ini tanpa bekal yang cukup. Jadikan sisa waktu yang ada untuk meningkatkan amal ibadah dan mempererat tali persaudaraan,” tegas Sutarno dalam pesan dakwahnya di hadapan ratusan jamaah.
Ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa persiapan spiritual yang kuat akan menghindarkan seseorang dari sifat malas saat menjalankan ibadah puasa nantinya. Dengan hati yang bersih dan semangat untuk berbagi, setiap amalan akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Kehadiran mahasiswa KKN Dik UMS juga memberikan warna tersendiri dalam pengajian tersebut. Partisipasi aktif mereka dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan mendapat apresiasi positif dari para sesepuh Muhammadiyah di Ranting Botok. Hal ini membuktikan bahwa penguatan iman dan kebersamaan umat dapat dijalin melalui kerja sama yang harmonis antara praktisi pendidikan, aktivis organisasi, dan jamaah masjid.
Hingga acara berakhir pada pukul 21.30 WIB, antusiasme warga tetap tinggi. Pengajian Kamara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga Muhammadiyah di Cabang Kerjo untuk menyambut Ramadan dengan penuh sukacita dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.















