muhammadiyahkaranganyar.or.id, KERJO – Menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Ikhlas Botok mulai bergerak melakukan jemput bola untuk menjaring calon generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul. Pada Senin (27/1/2026), tim sosialisasi dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo ini menyambangi sejumlah sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Tim yang terdiri dari Karman, Resdhy Prasaja, Badriyah, dan Siti Khotijah tersebut melakukan kunjungan maraton ke beberapa instansi pendidikan. Lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi antara lain MIM Bloran, SDN 1 Gempolan, SDN 2 Gempolan, serta SDN 1 Karangrejo. Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif kepada para siswa kelas akhir mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang mengintegrasikan spiritualitas dan intelektualitas.
Dalam paparannya, tim menekankan bahwa pendidikan berlandaskan Al-Qur’an kini menjadi kebutuhan mendasar agar anak memiliki fondasi karakter yang kuat. Namun, PPTQ Al Ikhlas Botok tidak hanya fokus pada aspek keagamaan semata, melainkan juga membekali santri agar memiliki daya saing tinggi secara global. Pendidikan di pondok dinilai menjadi solusi terbaik bagi orang tua yang menginginkan pengawasan lingkungan yang terjaga selama 24 jam.
Sistem pendidikan yang diterapkan di PPTQ Al Ikhlas Botok mengacu pada kurikulum nasional, baik dari Kemendikbudristek maupun Kemenag. Hal ini dimungkinkan karena seluruh santri secara resmi tercatat sebagai siswa di SMP Muhammadiyah 5 Kerjo atau MTs Muhammadiyah 3 Kerjo. Dengan skema ini, santri tidak perlu khawatir tertinggal dalam aspek akademik formal sambil tetap fokus mengejar target hafalan Al-Qur’an.
Ketua tim sosialisasi, Karman, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kebebasan di era digital yang jika tidak diarahkan dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Ia menyebut bahwa tantangan generasi saat ini sangat berat karena paparan arus informasi global yang tidak terbatas.
“Pendidikan kepondokan sangat penting di tengah tantangan generasi yang semakin banyak godaan kebebasan dan dampak global yang kurang baik. Untuk itu, kami mengajak anak-anak agar memilih pondok sebagai alternatif utama dalam menempuh pendidikan,” ujar Karman saat memberikan motivasi kepada para siswa.
Selain mengedepankan kualitas pendidikan, Karman juga menegaskan bahwa PPTQ Al Ikhlas Botok memiliki misi sosial yang kuat. Lembaga ini menyatakan kesiapannya untuk merangkul dan menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu serta anak yatim yang memiliki keinginan kuat untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Bagi masyarakat yang berminat, pondok yang berlokasi di Botok RT 03/RW 01, Kerjo (tepat di belakang SPBU Botok) ini telah membuka layanan informasi. Calon wali santri dapat menghubungi Siti di nomor 0822-2032-2540, Hanan di 0812-3841-9103, atau Faris di 0853-3576-4754 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran.















