muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Dua siswi berprestasi dari SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar mendapatkan pengalaman langka bertatap muka langsung dengan tokoh nasional, Anies Baswedan. Gendis Zulfa Paramitha dan Ramadha Zahra Ardeka Istanto berkesempatan melakukan dialog hangat di sela-sela perhelatan Tabligh Akbar Muhammadiyah Karanganyar pada Sabtu (31/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung usai acara tersebut mencairkan suasana protokoler menjadi sesi bimbingan yang penuh inspirasi. Gendis, salah satu siswi, melontarkan pertanyaan tajam mengenai pengalaman Anies saat menakhodai Ibu Kota Jakarta sebagai gubernur. Menanggapi hal tersebut, Anies menyebut bahwa memimpin wilayah sebesar Jakarta memberikan pelajaran hidup yang sangat mendalam dan berharga bagi perjalanan kariernya.

Dalam penjelasannya, Anies menekankan bahwa salah satu karakteristik fundamental yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sejati adalah keberanian dalam mengambil keputusan. Menariknya, ia memberikan ilustrasi yang sangat sederhana agar logika kepemimpinan tersebut mudah dicerna oleh anak seusia mereka. Menurutnya, kepemimpinan bukan selalu tentang urusan kenegaraan yang rumit, melainkan dimulai dari hal-hal kecil di keseharian.
“Contoh keputusan paling sederhana, ketika Gendis mau main atau berkunjung ke mana pun lalu berani mengambil keputusan tentang baju yang akan dipakai, itu sebenarnya sudah merupakan salah satu contoh sikap pemimpin,” ujar Anies sembari memberikan simulasi logis di hadapan kedua siswi tersebut.
Lebih lanjut, Anies menjelaskan secara tidak langsung bahwa belajar menjadi pemimpin harus diawali dengan keyakinan diri. Ia memotivasi para pelajar untuk tidak takut salah, asalkan keputusan yang diambil didasari oleh niat dan pertimbangan yang benar. Baginya, keragu-raguan adalah hambatan terbesar bagi seseorang untuk berkembang menjadi sosok yang berpengaruh di masa depan.
Tak hanya soal kepemimpinan formal, Ramadha dan Gendis juga menggali kiat agar tetap konsisten dan semangat dalam menuntut ilmu di tengah tantangan zaman. Anies berpesan agar para pelajar tidak pernah ragu untuk menebar kebaikan di lingkungan sekitar. Baginya, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin bagi siapa saja, asalkan dilandasi dengan integritas dan kemauan untuk membantu sesama.
“Jangan ragu untuk berbuat kebaikan dan menjadi pemimpin bagi siapa saja. Saya ingatkan juga untuk senantiasa berbuat baik kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan,” pesan Anies dengan nada memotivasi sebelum mengakhiri sesi obrolan.
Sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang diberikan, Gendis dan Ramadha menyerahkan buah karya orisinal dari sekolah mereka sebagai kenang-kenangan. Mereka memberikan Buku Sejarah SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar serta Antologi Cerpen karya siswa sekolah setempat. Penyerahan buku ini menjadi simbol bahwa kreativitas literasi pelajar Muhammadiyah Karanganyar terus tumbuh subur dan layak diapresiasi oleh tokoh-tokoh nasional.
Pertemuan singkat namun bermakna ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang dialog antara tokoh bangsa dan generasi muda sangat efektif untuk memompa semangat belajar siswa. Bagi Gendis dan Ramadha, wejangan langsung dari Anies menjadi modal berharga untuk terus mengasah jiwa kepemimpinan mereka sejak dini.















