muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pidato Akbar” pada Jumat (31/1/2026). Perhelatan yang diinisiasi oleh Organisasi Santri Darul Arqom (OSDA) ini menjadi panggung utama bagi para santri untuk menunjukkan bakat kepemimpinan dan kemahiran berbicara di depan publik (public speaking).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh 24 santri sebagai peserta utama. Bertempat di lingkungan pondok, acara ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter dan rasa percaya diri santri. Seluruh dewan guru turut hadir sebagai pembimbing sekaligus penilai guna memberikan masukan yang membangun bagi setiap peserta.
Tujuan utama Pidato Akbar adalah mengasah kemampuan kepemimpinan melalui praktik langsung. Para santri didorong untuk berani menyampaikan gagasan, pendapat, dan pesan-pesan moral di hadapan khalayak. Pimpinan Ponpes Darul Arqom, Zainal Arifin, menegaskan bahwa keterampilan retorika merupakan bekal krusial bagi santri di masa depan.

Zainal menjelaskan bahwa penampilan pidato yang berkualitas harus mampu menyentuh sisi emosional dan intelektual pendengarnya. “Penampilan pidato yang baik diharapkan dapat menginspirasi, memotivasi, dan memberikan dampak positif bagi peserta dan pendengar, sehingga mereka dapat memahami, menerima, dan mengimplementasikan pesan yang disampaikan,” ungkap Zainal dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Pondok, Andri, menambahkan bahwa fokus kegiatan ini mencakup aspek yang lebih luas dari sekadar teknis berbicara. Menurutnya, melalui Pidato Akbar, santri dilatih memikul tanggung jawab moral saat menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Andri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin muda yang memiliki wawasan luas namun tetap berpegang teguh pada akhlakul karimah. Ia menekankan pentingnya keberanian dan kepercayaan diri sebagai fondasi utama seorang pemimpin.

Panitia OSDA selaku penyelenggara memastikan bahwa acara telah dipersiapkan dengan detail, mulai dari pembinaan materi hingga teknik penyampaian di atas panggung. Hal ini terbukti dari beragamnya tema yang diangkat peserta, mulai dari nilai-nilai keislaman, urgensi kepemimpinan, hingga motivasi pengembangan diri.
Antusiasme penonton pun terlihat stabil hingga akhir acara. Dengan suksesnya agenda ini, Ponpes Darul Arqom Karanganyar kembali mempertegas komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya mumpuni dalam ilmu agama (tafaqquh fidu din), tetapi juga cakap dalam berkomunikasi dan siap terjun sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.















