Apakah Masih Relevan Idulfitri Artinya Kembali Suci? Atau Hari Berbuka? Simak Penjelasannya

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Setiap kali Syawal menyapa, narasi yang paling dominan di ruang publik kita adalah “kembali ke fitrah” dalam arti kesucian jiwa. Tentu, pemaknaan itu tidak salah secara filosofis. Namun, sering kali kita melupakan makna yang paling mendasar, harfiah yaitu bahwa Idulfitri secara bahasa maupun syariat adalah perayaan tentang kembali berbuka.

Secara etimologi, kata ‘Id (عِيد) berasal dari akar kata yang berarti kembali. Kata ini disebut demikian karena Allah SWT memiliki kebaikan dan kemurahan yang kembali berulang setiap tahunnya, membawa kegembiraan bagi makhluk-Nya.

Dalam bahasa Arab, ‘Id juga sering disebut sebagai al-mausim (اَلْمَوْسِمْ) atau musim, sebuah siklus yang konsisten hadir menyapa umat.

Namun, yang perlu kita garis bawahi adalah kata Al-Fithr. Banyak dari kita terlanjur menyamakan Fithrdengan Fithrah (kesucian). Padahal, dalam konteks hari raya ini, Al-Fithr berarti berbuka atau makan pagi (breakfast). Idulfitri adalah momentum di mana umat Islam secara serentak mengakhiri kewajiban menahan lapar dan dahaga yang telah dijalani selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Nabi Muhammad Saw mempertegas hal ini dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah ra.:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ يُضَحِّي النَّاسُ

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa ia mengatakan: Rasulullah saw bersabda: Idulfitri adalah hari ketika orang-orang berbuka puasa dan Iduladha adalah hari ketika orang-orang menyembelih kurban.” (HR. at-Tirmidzi).

Hadis ini adalah “proklamasi” bahwa identitas utama hari raya ini adalah perjamuan. Jika Ramadan adalah bulan untuk menahan, maka 1 Syawal adalah hari untuk menikmati karunia-Nya. Dalam fikih, tanggal 1 Syawal diharamkan untuk berpuasa.

Memahami Idulfitri sebagai “Hari Kembali Berbuka” mengajak kita untuk bersyukur atas hal-hal sederhana. Seteguk air di pagi hari dan hidangan yang disantap bersama keluarga. Barangkali ini adalah bentuk ketaatan yang sama besarnya dengan saat kita menahan lapar di bulan Ramadan.

Referensi:

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Tuntunan Idain dan Qurban, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait