muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pemimpin Muhammadiyah tidak boleh jauh dari hidayah Al-Qur’an agar mampu menjalankan organisasi dengan benar di masa depan. Demikian ditegaskan Amien Rais saat menyapa ribuan kader dalam acara Halal Bihalal Muhammadiyah Karanganyar yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Sabtu (11/4/2026).
Amien Rais mengingatkan seluruh kader mengenai urgensi spiritualitas pemimpin. Oleh karena itu, ia mendorong pengetatan syarat bagi calon anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Hal ini berkaitan erat dengan persiapan organisasi menyambut Muktamar ke-49 di Medan tahun 2027.
“Calon pemimpin wajib bisa membaca Al-Qur’an dengan fasih,” tegas Amien Rais dalam tausiyahnya di hadapan ribuan warga Muhammadiyah Karanganyar.
Mantan Ketua MPR RI tersebut juga menyoroti pentingnya integritas ideologis. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi pimpinan yang enggan mengimami shalat karena keterbatasan kemampuan membaca Al-Qur’an. Maka dari itu, pemimpin yang jauh dari Al-Qur’an dinilai akan kehilangan hidayah dalam menjalankan roda organisasi.
“Identitas Muhammadiyah harus sudah mendarah mendaging dalam diri setiap calon pimpinan,” tambah Amien Rais secara lugas.
Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif Babheir, menjelaskan bahwa kehadiran tokoh nasional memberikan motivasi besar. Selanjutnya, ia berharap kader semakin bersemangat memajukan peradaban bangsa.
“Kehadiran tokoh nasional kami harapkan mampu memberikan motivasi langsung untuk memajukan umat dari sisi kesejahteraan, keilmuan, dan peradaban,” ujar Muhammad Arif Babheir.
Selain itu, ribuan kader dari berbagai organisasi otonom memadati Gedung Dakwah Muhammadiyah sejak pagi. Partisipasi aktif ini menunjukkan soliditas organisasi di tingkat daerah masih sangat kuat. Sebaliknya, Pemkab Karanganyar yang diwakili Sekda Kurniadi Maulato turut mengapresiasi kontribusi nyata Muhammadiyah selama ini.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga peran Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui semangat Halal Bihalal, para kader bertekad memperkuat kolaborasi demi pembangunan bangsa yang lebih baik.















