muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Bulak, Kragan, Gondangrejo, sukses menyelenggarakan Pengajian Triwulan bagi wali murid pada Sabtu (25/4/2026). Bertempat di Aula MIM Bulak, kegiatan ini bertepatan dengan momentum pembagian hasil Penilaian Sumatif Akhir Semester (PSAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026.
Acara ini menghadirkan Sekretaris PCM Gondangrejo, Suharna, S.Pd., sebagai pembicara utama yang mengusung tema “Meneladani Luqman dalam Pengasuhan Anak”. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh wali murid, Ketua Komite Drs. H. Yasirul Hadi beserta jajaran pengurus, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala MIM Bulak, Siti Aminah, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antara madrasah dan orang tua adalah kunci utama dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, pihak madrasah ingin mengajak orang tua untuk terus bersinergi dalam menumbuhkembangkan potensi anak-anak secara maksimal.
BACA JUGA: Kajian Ahad Pagi PCM Gondangrejo Soroti Skala Prioritas Amal dalam Al-Qur’an
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Drs. H. Yasirul Hadi mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada sekolah. Ia menjelaskan bahwa porsi waktu anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan rumah.
“Waktu anak lebih banyak di rumah dibanding di sekolah. Oleh karena itu, tanggung jawab utama ada pada orang tua. Kami juga mengimbau agar orang tua senantiasa mendoakan putra-putrinya sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian,” ujar Yasirul Hadi dalam arahannya.
Pola Asuh Berbasis Qur’ani Inti kajian yang disampaikan oleh Suharna, S.Pd. mengupas tuntas konsep pendidikan anak berdasarkan Al-Qur’an Surah Luqman ayat 12–19. Ia memaparkan bahwa fondasi utama yang wajib ditanamkan sejak dini adalah tauhid, yakni keyakinan teguh untuk tidak menyekutukan Allah.
Selain tauhid, Suharna menekankan pentingnya menanamkan rasa syukur dan bakti kepada orang tua. Menariknya, ia menggarisbawahi bahwa metode pendidikan paling efektif bukanlah melalui lisan semata, melainkan melalui tindakan nyata atau keteladanan.
“Anak tidak banyak belajar dari kata-kata, tetapi dari apa yang ia lihat dan apa yang ia lakukan bersama orang tuanya. Sikap orang tua kepada kakek-nenek anak-anak akan menjadi cermin bagi perilaku mereka di masa depan,” jelas Suharna di hadapan para wali murid.
Lebih lanjut, ia menjabarkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kewajiban menegakkan salat. Anak-anak juga perlu dididik untuk memiliki kepedulian sosial, kesabaran dalam menghadapi ujian, hingga menjaga etika berkomunikasi dan kesederhanaan.
Sebagai penutup, Suharna berbagi kisah inspiratif tentang seorang anak yang tumbuh menjadi pribadi santun hanya dengan melihat kebiasaan baik orang tuanya sehari-hari. Pengajian yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama, membawa harapan besar bagi terciptanya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di lingkungan MIM Bulak.















