muhammadiyahkaranganyar.or.id, Kegiatan Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sedayu, yang merupakan bagian dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono, berlangsung khidmat sekaligus menggembirakan di Masjid IC Sholah bin Muhammad Jurbu’a, Ahad (3/5/2026) pukul 06.00–07.00 WIB. Acara ini dihadiri lebih dari 300 jamaah dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga orang tua, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kajian.
Kehadiran sejumlah tokoh turut menambah semarak kegiatan ini. Ketua PCM Jumantono beserta beberapa jajaran pimpinan hadir langsung, disertai pengurus PRM dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sedayu. Selain itu, Kepala Desa Sedayu juga turut hadir dan berbaur bersama jamaah, memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana terasa hidup dan penuh kemeriahan. Hal ini tidak lepas dari gaya penyampaian materi oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan IV, Drs. H. Juliyatmono, MM., MH., yang dikenal komunikatif dan bersemangat. Pembawaannya yang berapi-api, disertai contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, kerap mengundang gelak tawa para jamaah tanpa mengurangi kekhidmatan kajian.

Dalam tausiyahnya, Juliyatmono menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadi pribadi yang tidak hanya baik, tetapi juga memberikan dampak kebaikan bagi orang lain. “Jangan berhenti jadi pribadi yang baik saja, namun jadilah pula orang yang berdampak baik bagi orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengutip firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 104 yang mendorong umat Islam untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Menurutnya, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui aktivitas berorganisasi, khususnya dalam Muhammadiyah.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa salah satu indikator baik buruknya seseorang dapat dilihat dari perkataannya. “Baik buruknya seorang manusia ditentukan salah satu indikatornya adalah melalui perkataannya,” tegasnya.
Dalam penyampaiannya yang santai namun penuh makna, ia beberapa kali menyelipkan ilustrasi kehidupan masyarakat yang relevan, sehingga jamaah merasa dekat dengan materi yang disampaikan. Tidak jarang, suasana kajian dipenuhi tawa hangat, mencerminkan penerimaan jamaah terhadap pesan yang disampaikan secara ringan namun mengena.
Selain itu, Juliyatmono mengingatkan hakikat kehidupan manusia yang bersifat sementara. Dunia hanyalah tempat persiapan menuju kehidupan yang kekal. “Sejatinya manusia ada di dunia ini hanya sementara, di dunia ini adalah tempat untuk bersiap menyambut mati kita,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kesadaran spiritual dengan memperbanyak rasa syukur dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebagaimana terkandung dalam QS Ali Imran ayat 133-134. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat lima waktu.
“Sebagai penutup, tertibkan salat kita agar hidup kita menjadi baik, terkhusus salat lima waktu kita,” pesannya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan menggembirakan. Para jamaah tampak menyimak dengan seksama, sekaligus menikmati suasana kajian yang penuh semangat, kemeriahan, dan kebersamaan.
Kajian Ahad Pagi PRM Sedayu diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan umat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.















