Aisyiyah, Berita, Cabang, PCM Karanganyar, SekolahMu
muhammadiyakaranganyar.or.id, Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan, PAUD Surya Ceria Aisyiyah (SCA) Karanganyar kembali menunjukkan kepedulian sosialnya. Pada Sabtu (14/3/2026), yang bertepatan dengan 25 Ramadan 1447 H, sekolah anak usia dini ini menggelar acara bakti sosial (baksos) bertajuk “SCA Berbagi”.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman PAUD SCA Karanganyar tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Ratusan warga sudah tampak antusias mengantre dengan tertib untuk menukarkan kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Paket yang disalurkan berisi bahan-bahan kebutuhan pokok atau sembako yang dipersiapkan untuk membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Sasaran Penerima Manfaat
Program SCA Berbagi dirancang bukan sekadar sebagai agenda tahunan, melainkan sebagai upaya konkret dalam menjaga tali silaturahmi antara institusi pendidikan dengan lingkungan sekitar. Sasaran penerima bantuan kali ini cukup luas, mencakup berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Sinergi dengan IGABA dan Panti Asuhan
Selain menyasar warga umum, bentuk kepedulian SCA Karanganyar juga menyentuh sektor internal organisasi. Sebagian paket sembako didistribusikan kepada guru-guru Aisyiyah yang tergabung dalam Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA). Tidak hanya itu, Panti Asuhan Putri Aisyiyah Karanganyar juga menjadi salah satu titik penyaluran bantuan dalam aksi sosial ini.
Mekanisme pembagian sembako menggunakan sistem kupon dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan rapi dan menghindari kerumunan yang tidak terkendali. Para penerima cukup datang membawa kupon untuk ditukarkan dengan paket sembako di loket yang telah disediakan panitia.

Melalui program ini, pihak sekolah berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri. Ia juga mengungkapkan harapannya agar jumlah bantuan yang diberikan bisa terus meningkat secara kualitas maupun kuantitas di masa mendatang.
Acara berakhir sebelum waktu siang dengan suasana penuh kekeluargaan. Program SCA Berbagi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan solidaritas sosial tetap menjadi napas utama dalam pendidikan karakter yang diajarkan oleh PAUD Surya Ceria Aisyiyah Karanganyar.
Penulis: Qonitah Fauziyyah, S.Pd.
Aisyiyah, Berita, PCM Karanganyar, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – PAUD Surya Ceria Aisyiyah (SCA) menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh para guru dan staf pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PAUD SCA ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1447 H.
Acara buka bersama tersebut dilaksanakan dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan . Seluruh guru dan staf berkumpul untuk berbagi kebahagiaan, sekaligus memaknai bulan Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan kebersamaan, serta kekompakan dalam menjalankan tugas dan pengabdian di lingkungan PAUD Surya Ceria Aisyiyah.

Acara buka bersama diawali dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an kemudian dilanjutkan tausiyah oleh Ibu Kepala Sekolah PAUD Surya Ceria Aisyiyah, Ibu Aini Rukhayati,S.E, S.Pd . Dalam tausiyahnya beliau memberikan motivasi mengenai peningkatan amalan di bulan Ramadhan terutama pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan . Beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama meningkatkan amal dan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Menjelang waktu berbuka, para guru dan staf berdoa bersama sambil menunggu azan magrib. Suasana kekeluargaan terasa hangat ketika seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan yang harmonis di lingkungan PAUD Surya Ceria Aisyiyah semakin terjalin erat, sehingga dapat mendukung terciptanya suasana kerja yang lebih kompak, penuh semangat, dan saling mendukung dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus.
Kontributor : Widi Saraswati Kuncoro, S.Sos
Berita, Cabang, PCM Matesih
muhammadiyakaranganyar.or.id, MATESIH – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan, suasana khidmat menyelimuti Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Sebanyak 500 jamaah yang terdiri dari masyarakat umum, tokoh agama, hingga tenaga pendidik memadati lokasi Pengajian Ahad Pagi yang digelar pada Ahad, 15 Maret 2026.
Kegiatan rutin ini tidak sekadar menjadi ajang thalabul ilmi, tetapi juga momentum penguatan solidaritas sosial. Acara menghadirkan penceramah Ustadz Ahmadiyah yang mengupas tuntas mengenai keutamaan ibadah di bulan Ramadan, khususnya terkait waktu-waktu mustajab untuk mengetuk pintu langit.
Waktu Mustajab dan Keunikan Ibadah Puasa
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmadiyah menekankan pentingnya memanfaatkan setiap detik di bulan Ramadan, terutama saat menjalankan ibadah puasa. Beliau menjelaskan bahwa terdapat dua waktu emas di mana doa seorang hamba tidak akan tertolak oleh Allah Swt.
“Ada waktu-waktu yang sangat mustajab bagi orang yang berpuasa, yaitu ketika waktu sahur dan saat berbuka puasa. Di momen tersebut, kita dianjurkan memperbanyak permohonan kepada Allah,” ujar Ustadz Ahmadiyah di hadapan ratusan jamaah.
Lebih lanjut, beliau memaparkan filosofi di balik setiap gerakan ibadah. Menurutnya, sujud, rukuk, hingga lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca manusia pada hakikatnya adalah investasi untuk diri sendiri. Namun, puasa memiliki kedudukan yang sangat eksklusif dalam Islam.
Ustadz Ahmadiyah menjelaskan secara tidak langsung bahwa merujuk pada hadis qudsi, Allah Swt. menegaskan bahwa semua amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Ibadah puasa adalah milik Allah secara khusus, dan hanya Dia yang akan memberikan balasannya secara langsung. Hal inilah yang menjadikan Ramadan sebagai madrasah spiritual yang paling istimewa.
Apresiasi Guru dan Kepedulian Lazismu
Selain aspek spiritual, Pengajian Ahad Pagi kali ini diwarnai dengan aksi nyata menghargai jasa para pendidik. Panitia melaksanakan penyerahan tanda bakti kepada para ustadz dan ustadzah yang telah mendedikasikan diri di lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Kecamatan Matesih.
Penerima penghargaan tersebut mencakup guru-guru dari berbagai jenjang, mulai dari TK Aisyiyah, MI Muhammadiyah, hingga MTs Muhammadiyah. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan atas loyalitas mereka dalam mencetak generasi islami di wilayah Matesih.
Tak berhenti di situ, nilai-nilai kemanusiaan semakin terasa dengan adanya penyaluran santunan bagi anak-anak yatim. Program yang diinisiasi oleh Lazismu ini bertujuan untuk meringankan beban sesama sekaligus menebar kebahagiaan di penghujung Ramadan.
Antusiasme jamaah yang mencapai angka 500 orang menunjukkan bahwa semangat beragama di Desa Ngadiluwih tetap tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memacu semangat masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah di sisa hari bulan Ramadan.
Berita, Cabang, PCM Kebakkramat
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Kebakkramat – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat terus menunjukkan komitmennya dalam mensyiarkan dakwah Islam sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Pada hari Ahad, 15 Maret 2026, bertempat di Komplek Masjid Abdul Azis, SMP Muhammadiyah 8 Kebakkramat, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan Kajian Ahad Pagi yang dipadukan dengan aksi sosial nyata bagi masyarakat.
Acara dimulai pukul 05.45 WIB dengan menghadirkan pembicara M. Rasyad Al Kautsar. Dalam kajiannya, beliau menyampaikan pesan-pesan spiritual yang menggugah semangat jamaah untuk terus istiqomah dalam beribadah di 10 hari akhir bulan ramadan dan menjaga ukhuwah Islamiyah di lingkungan Kebakkramat.

Puncak acara sosial kali ini adalah penyaluran program “Bakso Maknyus” (Bakti Sosial Muhammadiyah untuk Sesama). Program yang dikelola oleh Lazismu Kebakkramat ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya sejak diluncurkan, sebagai bentuk konsistensi Muhammadiyah dalam membantu sesama.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap donatur Bakso Maknyus. Pada tahun ini, alhamdulillah kita dapat menyalurkan 250 paket sembako. Ini adalah tahun kedua program ini berjalan di PCM Kebakkramat,” ujar Paryono.

Lebih lanjut, beliau memberikan motivasi kepada para jamaah dan panitia untuk terus meningkatkan kepedulian. “Semoga di tahun depan, kita targetkan dapat menyalurkan hingga 1000 paket. Harapan kami, semangat berbagi ini dapat terus menyemangati jamaah untuk saling membantu,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian aksi sosial, dilaksanakan pula penyaluran Dana Bakti Guru Muhammadiyah dan Aisyiyah dari Lazismu. Bantuan ini secara khusus diperuntukkan bagi para guru yang belum tersertifikasi dan memiliki penghasilan di bawah satu juta rupiah. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap dedikasi para guru yang telah berjuang mendidik generasi penerus di lingkungan Muhammadiyah Kebakkramat.
Kontributor :
Agus S
085221302389
Berita, PCM Karangpandan, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karangpandan — Kepedulian sosial ditunjukkan oleh anak-anak TK Aisyiyah Karangpandan dan KB Al Jami’i melalui kegiatan berbagi bingkisan sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap pada 11, 12, dan 13 Maret 2026 di wilayah Jetis dan Blora.
Bingkisan yang dibagikan berisi kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, tepung, wafer, serta teh. Paket sembako tersebut merupakan hasil dari infaq yang dikumpulkan oleh anak-anak setiap hari Jumat sejak awal tahun ajaran 2025–2026 hingga bulan Ramadan.
Dari infaq yang terkumpul, pihak sekolah kemudian membelanjakannya untuk kebutuhan sembako yang selanjutnya dikemas menjadi 17 paket bingkisan untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah.

Dalam proses persiapan, anak-anak juga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pengemasan. Mereka bersama para guru memasukkan bahan-bahan sembako ke dalam tas yang telah disiapkan. Keterlibatan ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk menumbuhkan sikap kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak untuk menyerahkan bingkisan tersebut secara langsung kepada warga secara bergantian. Kegiatan ini menjadi pengalaman nyata bagi mereka dalam mempraktikkan nilai berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Kepala TK Aisyiyah Karangpandan, Rusmiyati Syarifah, S.Pd.AUD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang ditanamkan kepada anak-anak.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membiasakan anak-anak untuk gemar berinfaq sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan terlibat langsung dalam proses menyiapkan dan membagikan bingkisan, anak-anak diharapkan dapat memahami makna berbagi sejak dini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan berbagi sembako ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali dan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin sekolah.

“Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan untuk kedua kalinya. Kami berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat menjadi program tahunan yang terus dilaksanakan, sehingga nilai kepedulian dan kebiasaan berbagi dapat tertanam kuat pada anak-anak sejak usia dini,” tambahnya.
📝 Hafida Nur’aini