Tarawih Bersama PDM Surakarta, WR II UMS Ajak Perkuat Tauhid dalam Gerakan Muhammadiyah

Tarawih Bersama PDM Surakarta, WR II UMS Ajak Perkuat Tauhid dalam Gerakan Muhammadiyah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar kegiatan Tarawih Bersama dan Pengajian Refreshing pada Jumat (13/3) di Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta, Jalan Teuku Umar No. 5, Keprabon, Solo. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menghadirkan pembicara Prof. Dr. H. Apt. Muhammad Da’i, M.Si., Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dalam tausiyahnya, Da’i menyampaikan materi bertema “Iman yang Membumi: Menjadikan Tauhid sebagai Energi Utama dalam Bermuhammadiyah dan Melayani Umat.” Ia menjelaskan bahwa kekuatan iman menjadi fondasi utama dalam menggerakkan amal saleh serta dakwah Muhammadiyah. Penjelasan tersebut merujuk pada kandungan Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24–26 tentang perumpamaan pohon yang baik dengan akar yang kuat dan cabang yang menjulang tinggi.

Suasana kegiatan Pengajian Refreshing pada Jumat (13/3) di Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta

Menurutnya, apabila Muhammadiyah dirawat dengan baik dan memiliki akar keimanan yang kokoh, maka berbagai amal usaha dan gerakan dakwah akan berkembang dengan baik. Ia mencontohkan bahwa pengajian di tingkat cabang dan ranting serta berbagai amal usaha Muhammadiyah akan terus hidup apabila dilandasi oleh keimanan yang kuat.

“Kalau Muhammadiyah dirawat dengan baik, akarnya terpancang dengan kuat, maka cabangnya akan menjulang dan menghasilkan amalan yang luar biasa. Pengajian di cabang dan ranting serta amal usaha akan hidup. Buah dari dakwah itu adalah lahirnya kader-kader muda Muhammadiyah yang potensial,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa masjid Muhammadiyah harus mampu menjadi pusat solusi bagi berbagai persoalan umat. Di Kota Surakarta sendiri terdapat sekitar 153 masjid Muhammadiyah yang memiliki peran penting dalam menggerakkan dakwah persyarikatan dan pemberdayaan masyarakat.

Tausiyah oleh Wakil Rektor II UMS, Prof. Dr. H. Apt. Muhammad Da’i, M.Si

“Tauhid yang benar tentu akan menghasilkan iman yang benar. Iman yang benar pastilah akan menggerakkan amal saleh kita. Oleh karena itu, mari kita jaga iman, kita wujudkan dengan amal, dan kita gerakkan dakwah Muhammadiyah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua PDM Kota Surakarta, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Kota Surakarta, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Tarawih Bersama dan Pengajian Refreshing ini menjadi momentum refleksi sekaligus penyegaran bagi para pimpinan Muhammadiyah dalam menjalankan amanah dakwah dan pelayanan kepada umat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kembali semangat ideologis Muhammadiyah agar para pimpinan tetap konsisten dalam menjalankan visi dan misi persyarikatan.

“Kita berhenti sejenak, kita rehat, dan mengatur stamina untuk menyegarkan kembali ideologi Muhammadiyah. Kita merefresh semangat dalam berkhidmat di Muhammadiyah agar semakin bersemangat, bergembira, dan tetap berjalan sesuai visi dan misi persyarikatan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti berbagai unsur pimpinan dan amal usaha Muhammadiyah di wilayah Kota Surakarta, mulai dari anggota PDM, majelis dan lembaga PDM, pimpinan harian PDM, hingga perwakilan organisasi otonom tingkat daerah. Hadir pula pimpinan amal usaha Muhammadiyah, pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah se-Kota Surakarta, serta pimpinan cabang ‘Aisyiyah se-Solo. (Aryanto/Fika/Humas)

Apresiasi Ramadan, 787 Tenaga Outsourcing UMS Terima Bingkisan Lebaran dari LPPIK

Apresiasi Ramadan, 787 Tenaga Outsourcing UMS Terima Bingkisan Lebaran dari LPPIK

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama sejumlah mitra menggelar Pengajian Al Maun sekaligus pembagian bingkisan Lebaran bagi para tenaga pendukung kampus. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II UMS, Sabtu (14/3).

Ketua LPPIK UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan santunan sebenarnya telah rutin dilakukan setiap bulan. Namun, pada momentum bulan Ramadan kali ini kegiatan dikemas secara lebih istimewa dengan menghadirkan bingkisan Lebaran agar para penerima dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Pemberian santunan ini sebenarnya rutin setiap bulan. Hanya saja pada bulan Ramadan ini kami ingin meningkatkan kebahagiaan mereka dengan memberikan sesuatu yang berbeda menjelang Lebaran,” ungkap Mahasri.

Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut LPPIK UMS menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Bank Jateng Syariah, BMT Amanah Ummah, Koperasi Syariah, serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas bantuan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, sekitar 350 penerima diundang dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari tenaga outsourcing yang bertugas di Kampus I dan Kampus II UMS, termasuk dari Pondok Shabran, Pesma, serta beberapa unit lain di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga menyasar sejumlah guru TK Aisyiyah yang berada di sekitar kampus.

Mahasri berharap melalui kegiatan ini para penerima bingkisan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan lebih bahagia dan penuh kesiapan.

“Harapannya tentu mereka bisa menghadapi hari raya dengan perasaan yang lebih bahagia karena ada sesuatu yang berbeda yang bisa mereka rasakan menjelang Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta menjaga kebersihan hati. Menurutnya, hati yang baik akan melahirkan perilaku yang baik pula dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat tiga kondisi hati manusia, yaitu hati yang bersih (qalbun salim), hati yang sakit (qalbun maridh), dan hati yang keras atau mati. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan terus menjaga hati agar tetap bersih melalui berbagai amal kebaikan, termasuk berbagi kepada sesama.

“Kalau hati itu baik maka baiklah seluruh perilaku manusia. Karena itu Ramadan menjadi momentum untuk membersihkan hati dan memperbanyak amal kebaikan,” jelas Mutohharun Jinan.

Kegiatan ini juga melanjutkan rangkaian program berbagi Ramadan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh UMS pada Jumat (13/3), dalam kegiatan pengajian Ramadan sekaligus pembagian bingkisan bagi tenaga outsourcing dan tenaga harian lepas di Masjid Pesma Kampus 4 UMS. Kegiatan tersebut diikuti oleh 787 pekerja yang selama ini turut mendukung operasional kampus.

Melalui kegiatan berbagi bingkisan Lebaran ini, Wakil Rektor III UMS berharap semangat kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan kampus serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem kampus.(Fika/Humas)

Semarak Ramadan di Kalimantan Barat, Dai Pondok Shabran UMS Inisiasi Program Bina Akhlak

Semarak Ramadan di Kalimantan Barat, Dai Pondok Shabran UMS Inisiasi Program Bina Akhlak

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus meningkatkan nilai keimanan para santri. Hal ini dilakukan oleh Mahasantri Pengabdian Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang bertugas sebagai dai di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Mahasantri pengabdian tersebut adalah Mulki Firdaus Alamsyah, S.H., yang mendapat amanah dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam masa pengabdiannya, Mulki menginisiasi kegiatan Semarak Ramadan 1447 H di TPQ MQ Al-Hayyu sebagai upaya menumbuhkan semangat belajar dan membangun karakter generasi muda yang berakhlak.

Kegiatan Semarak Ramadan diisi dengan berbagai agenda keislaman, mulai dari perlombaan, kajian, hingga kebersamaan santri selama bulan Ramadan. Beberapa lomba yang digelar antara lain Lomba Cerdas Cermat Islami (LCCI), tilawah Al-Qur’an, adzan, mewarnai, serta sejumlah perlombaan lainnya yang disesuaikan dengan tingkatan usia santri.

Mulki menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mewadahi potensi santri sekaligus memperkuat mental dan spiritualitas mereka.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat belajar, mewadahi bakat para santri, menguatkan mental mereka, serta meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan,” ujarnya, Sabtu, (14/3).

Ia menambahkan bahwa perlombaan dilaksanakan selama dua pekan penuh. Antusiasme santri terlihat dari meningkatnya jumlah kehadiran peserta dibandingkan dengan pelaksanaan Ramadan pada tahun sebelumnya.

Setelah seluruh rangkaian perlombaan terlaksana, kegiatan Semarak Ramadan ditutup dengan acara puncak berupa Mabit, iktikaf, dan Award yang dilaksanakan pada Rabu (11/3). Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Berakhlak dengan Iman dan Taqwa.”

Acara puncak dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Kepala TPQ MQ Al-Hayyu, Atep Mulyana, S.Sos.I. Atep menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Semarak Ramadan yang dinilai memberikan dampak positif bagi para santri.

“Momentum Ramadan ini hendaknya diisi dengan kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa. Saya juga berpesan kepada para santri untuk terus semangat menuntut ilmu, karena menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba, buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian peningkatan iman dan takwa, kegiatan kebersamaan, salat tahajud berjamaah, sahur bersama, hingga salat Subuh berjamaah.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan Semarak Ramadan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahunnya dengan melibatkan lebih banyak santri serta dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi positif dalam membangun generasi Islam yang tangguh, berakhlak, dan berkualitas di tengah masyarakat. (Fika/Humas)

UMS Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran

UMS Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) level universitas sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh dekan fakultas serta para direktur unit di lingkungan UMS, Sabtu (14/3) di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah.

Pada kesempatan tersebut, setiap dekan dan direktur unit menyampaikan berbagai temuan hasil evaluasi serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan di masing-masing unit kerja.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa RTM merupakan pertemuan berkala yang memiliki peran penting dalam sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi. “Di forum ini, berbagai aspek kinerja unit dibahas, mulai dari hasil Audit Mutu Internal (AMI), masukan dan rekomendasi, hingga penilaian terhadap efektivitas sistem manajemen yang telah diterapkan,” ujarnya.

Harun menegaskan bahwa hasil evaluasi yang disampaikan dalam RTM harus menjadi perhatian bersama bagi seluruh pimpinan unit. “Ini menjadi catatan khusus untuk kita,” ujar Harun.

Ia menekankan pentingnya pengoptimalan sistem serta peningkatan kualitas layanan di berbagai bidang agar kinerja universitas semakin baik. Apabila diperlukan, akan dikeluarkan Peraturan Rektor demi menunjang cita-cita tersebut.

Sementara itu, Adi Nurcahyo dari Badan Penjamin Mutu UMS memaparkan sejumlah temuan hasil audit serta memberikan rekomendasi perbaikan yang perlu ditindaklanjuti oleh universitas untuk meningkatkan unit-unit pendukung.

Dalam forum tersebut juga dibahas upaya penguatan internasionalisasi di lingkungan kampus. Wakil Rektor I UMS Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta -Inovasi Prof. Ihwan Susila, Ph.D., menekankan bahwa program studi yang memiliki kelas internasional perlu memberikan pengalaman global kepada mahasiswa.

Menurutnya, program studi dengan kelas internasional diharapkan mampu menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman atau eksposur internasional, sehingga atmosfer global dalam proses pembelajaran dapat semakin terasa bagi para mahasiswa.

Selain itu, untuk meningkatkan metode pembelajaran sebagai evaluasi akan dikembangkan sistematika tertentu bagi dosen.

“Perlu kita lakukan terobosan supaya bapak-ibu bisa lebih bagus pada metode pembelajarannya,” ujar Ihwan. (Maysali/Humas)

Info PMB UMS: Layanan Admisi Kembali Dibuka Lebih Cepat Pascalibur Lebaran

Info PMB UMS: Layanan Admisi Kembali Dibuka Lebih Cepat Pascalibur Lebaran

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Dalam rangka memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyiapkan strategi layanan admisi menjelang libur Hari Raya. Pelayanan admisi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) akan libur pada 18-25 Maret 2026 dan kembali dibuka pada 26 Maret 2026.

Pembukaan layanan lebih awal ini diharapkan memudahkan calon mahasiswa yang sedang mudik ke Solo dan sekitarnya untuk datang langsung ke kampus. “Kami membuka lebih awal pada 26 Maret untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang mudik ke Solo agar bisa langsung mendaftarkan putra-putrinya di UMS,” ujar Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, Sabtu (14/3).

Ia juga mengimbau calon peserta yang ingin mengikuti tes seleksi berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) untuk melakukan reservasi terlebih dahulu melalui sistem pendaftaran daring agar dapat memilih jadwal tes yang tersedia.

Pendaftaran PMB UMS dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi ods.ums.ac.id. Informasi lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru juga dapat diakses melalui laman pmb.ums.ac.id serta akun Instagram @pmbums.

Tryino menyampaikan, per-Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 11.30 WIB mencatat jumlah pendaftar mencapai 9.985 calon mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.797 calon mahasiswa sudah diterima dan melakukan registrasi.

Tren peminatan program studi masih didominasi klaster kesehatan. Program studi Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi bahkan hampir penuh karena tingkat keterisiannya telah melampaui 90 persen.

“Program studi yang prosentasenya sudah mendekati penuh, bahkan sudah di atas 90 persen, itu Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi,” ujar Triyono saat memberikan keterangan mengenai perkembangan PMB UMS.

Selain dua program studi tersebut, sejumlah prodi di klaster kesehatan lainnya juga menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi. Program studi Farmasi dan Psikologi, misalnya, telah terisi sekitar 50 hingga 80 persen dari kuota yang tersedia.

Triyono menjelaskan minat calon mahasiswa tidak hanya terfokus pada bidang kesehatan. Program studi yang berkaitan dengan teknologi digital juga mulai menarik perhatian pendaftar, seperti Bisnis Digital, Teknik Informatika, dan Ilmu Komunikasi.

Menurutnya, program studi baru seperti Bisnis Digital memperoleh perhatian cukup besar dari calon mahasiswa. “Untuk Bisnis Digital sendiri yang mendaftar ada 289 calon mahasiswa, sementara yang diterima saat ini ada 71,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kuota program studi tersebut memang terbatas. UMS hanya menyediakan sekitar 160 kursi sehingga proses seleksi dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas yang tersedia. (ARP/Humas)